Asal usul bangsa Lampung adalah dari Sekala Brak yaitu sebuah Kerajaan yang letaknya di dataran Belalau, sebelah selatan Danau Ranau yang secara administratif kini berada di Kabupaten Lampung Barat. Dari dataran Sekala Brak inilah bangsa Lampung menyebar ke setiap penjuru dengan mengikuti aliran Way atau sungai-sungai yaitu Way Komring, Way Kanan, Way Semangka, Way Seputih, Way Sekampung dan Way Tulang Bawang beserta anak sungainya, sehingga meliputi dataran Lampung dan Palembang serta Pantai Banten.
Sekala Brak memiliki makna yang dalam dan sangat penting bagi bangsa Lampung. Ia melambangkan peradaban, kebudayaan dan eksistensi Lampung itu sendiri. Bukti tentang kemasyuran kerajaan Sekala Brak didapat dari cerita turun temurun yang disebut warahan, warisan kebudayaan, adat istiadat, keahlian serta benda dan situs seperti tambo dan dalung seperti yang terdapat di Kenali, Batu Brak dan Sukau. Kata LAMPUNG sendiri berawal dari kata Anjak Lambung yang berarti berasal dari ketinggian ini karena para puyang Bangsa Lampung pertama kali bermukim menempati dataran tinggi Sekala Brak di lereng Gunung Pesagi.
Dilereng Gunung Pesagi didapati situs seperti batu batu bekas Negeri atau Pekon kuno, tapak bekas kaki, pelataran peradilan dan tempat eksekusi, serta Prasasti yang terpahat pada batuan. Dari sebuah batu yang bertarikh 966 Caka yang terdapat di Bunuk Tenuar Liwa, ternyata telah ada suku bangsa yang beragama Hindu telah menjadi penghuni didataran Lampung. Didalam rimba rimba ditemukan parit parit dan jalan jalan bekas Zaman Hindu bahkan pada perkebunan tebu terdapat batu batu persegi dan diantaranya didapat batuan berukir yang merupakan puing candi.
Tafsiran para ahli purbakala seperti Groenevelt, L.C.Westernenk dan Hellfich didalam menghubungkan bukti bukti memiliki pendapat yang berbeda beda namun secara garis besar didapat benang merah kesamaan dan acuan yang tidak diragukan didalam menganalisa bahwa Sekala Brak merupakan cikal bakal bangsa Lampung.
Dalam catatan Kitab Tiongkok kuno yang disalin oleh Groenevelt kedalam bahasa Inggris bahwa antara tahun 454 dan 464 Masehi disebutkan kisah sebuah Kerajaan Kendali yang terletak diantara pulau Jawa dan Kamboja. menurut catatan kitab, masyarakat Kendali ini mempunyai adat istiadat yang sama dengan bangsa Siam dan Kamboja. Baginda dari Kendali-Sapanalanlinda mengirimkan seorang utusan yang bernama Taruda ke negeri Tiongkok dengan membawa hadiah emas dan perak, utusan yang demikian dikirim berturut turut hingga abad ke enam.
Menurut L.C. Westenenk nama Kendali ini dapat kita hubungkan dengan Kenali ibukota kecamatan Belalau sekarang. Nama Sapalananlinda itu menurut kupasan dari beberapa ahli sejarah, dikarenakan berhubung lidah bangsa Tiongkok tidak fasih melafaskan kata Sribaginda, ini berarti Sapanalanlinda bukanlah suatu nama.
Berdasarkan Warahan dan Sejarah yang disusun didalam Tambo, dataran Sekala Brak tersebut pada awalnya dihuni oleh suku bangsa Tumi yang menganut faham animisme. Suku bangsa ini mengagungkan sebuah pohon yang bernama Belasa Kepampang atau nangka bercabang karena pohonnya memiliki dua cabang besar, yang satunya nangka dan satunya lagi adalah sebukau yaitu sejenis kayu yang bergetah.
Keistimewaan Belasa Kepampang ini bila terkena cabang kayu sebukau akan dapat menimbulkan penyakit koreng atau penyakit kulit lainnya, namun jika terkena getah cabang nangka penyakit tersebut dapat disembuhkan. Karena keanehan inilah maka Belasa Kepampang ini diagungkan oleh suku bangsa Tumi.
Diriwayatkan didalam Tambo empat orang Putera Raja Pagaruyung tiba di Sekala Brak untuk menyebarkan agama Islam. Fase ini merupakan bagian terpenting dari eksistensi masyarakat Lampung. Keempat Putera Raja ini masing masing adalah:
1. Umpu Bejalan Di Way
2. Umpu Belunguh.
3. Umpu Nyerupa.
4. Umpu Pernong.
Umpu berasal dari kata Ampu seperti yang tertulis pada batu tulis di Pagaruyung yang bertarikh 1358 A.D. Ampu Tuan adalah sebutan Bagi anak Raja Raja Pagaruyung Minangkabau. Setibanya di Skala Brak keempat Umpu bertemu dengan seorang Muli yang ikut menyertai para Umpu dia adalah Si Bulan. Di Sekala Brak keempat Umpu tersebut mendirikan suatu perserikatan yang dinamai Paksi Pak yang berarti Empat Serangkai atau Empat Sepakat.
Setelah perserikatan ini cukup kuat maka suku bangsa Tumi dapat ditaklukkan dan sejak itu berkembanglah agama Islam di Sekala Brak. Sedangkan penduduk yang belum memeluk agama Islam melarikan diri ke Pesisir Krui dan terus menyeberang ke pulau Jawa dan sebagian lagi ke daerah Palembang.
Dataran Sekala Brak yang telah dikuasai oleh keempat Umpu yang disertai Si Bulan, maka Sekala Brak kemudian diperintah oleh keempat Umpu dengan menggunakan nama PAKSI PAK SEKALA BRAK. Inilah cikal bakal Kerajaan Sekala Brak yang merupakan puyang bangsa Lampung. Kerajaan Sekala Brak mereka bagi menjadi empat Marga atau Kebuayan yaitu:
1. Umpu Bejalan Di Way memerintah daerah Kembahang dan Balik Bukit dengan Ibu Negeri Puncak, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Bejalan Di Way.
2. Umpu Belunguh memerintah daerah Belalau dengan Ibu Negerinya Kenali, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Belunguh.
3. Umpu Nyerupa memerintah daerah Sukau dengan Ibu Negeri Tapak Siring, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Nyerupa
4. Umpu Pernong memerintah daerah Batu Brak dengan Ibu Negeri Hanibung, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Pernong.
Sedangkan Si Bulan mendapatkan daerah Cenggiring namun kemudian Si Bulan berangkat dari Sekala Brak menuju kearah matahari hidup. Dan daerah pembagiannya digabungkan ke daerah Paksi Buay Pernong karena letaknya yang berdekatan.
Suku bangsa Tumi yang lari kedaerah Pesisir Krui menempati marga marga Punggawa Lima yaitu Marga Pidada, Marga Bandar, Marga Laai dan Marga Way Sindi namun kemudian dapat ditaklukkan oleh Lemia Ralang Pantang yang datang dari daerah Danau Ranau dengan bantuan lima orang punggawa dari Paksi Pak Sekala Brak. Dari kelima orang punggawa inilah nama daerah ini disebut dengan Punggawa Lima karena kelima punggawa ini hidup menetap pada daerah yang telah ditaklukkannya.
Agar syiar agama Islam tidak mendapatkan hambatan maka pohon Belasa Kepampang itu akhirnya ditebang untuk kemudian dibuat PEPADUN. Pepadun adalah singgasana yang hanya dapat digunakan atau diduduki pada saat penobatan SAIBATIN Raja Raja dari Paksi Pak Sekala Brak serta keturunan keturunannya. Dengan ditebangnya pohon Belasa Kepampang ini merupakan pertanda jatuhnya kekuasaan suku bangsa Tumi sekaligus hilangnya faham animisme di kerajaan Sekala Brak. Sekitar awal abad ke 9 Masehi para Saibatin Raja Raja di Sekala Brak menciptakan aksara dan angka tersendiri sebagai Aksara Lampung yang dikenal dengan Had Lampung.
Ada dua makna didalam mengartikan kata Pepadun, yaitu:
1. Dimaknakan sebagai PAPADUN yang maksudnya untuk memadukan pengesahan atau pengakuan untuk mentahbiskan bahwa yang duduk diatasnya adalah Raja.
2. Dimaknakan sebagai PAADUAN yang berarti tempat mengadukan suatu hal ihwal. Maka jelaslah bahwa mereka yang duduk diatasnya adalah tempat orang mengadukan suatu hal atau yang berhak memberikan keputusan.
Ini jelas bahwa fungsi Pepadun hanya diperuntukkan bagi Raja Raja yang memerintah di Sekala Brak. Atas mufakat dari keempat Paksi maka Pepadun tersebut dipercayakan kepada seseorang yang bernama Benyata untuk menyimpan, serta ditunjuk sebagai bendahara Pekon Luas, Paksi Buay Belunguh dan kepadanya diberikan gelar Raja secara turun temurun.
Manakala salah seorang dari keempat Umpu dan keturunannya memerlukan Pepadun tersebut untuk menobatkan salah satu keturunannya maka Pepadun itu dapat diambil atau dipinjam yang setelah digunakan harus dikembalikan. Adanya bendahara yang dipercayakan kepada Benyata semata mata untuk menghindari perebutan atau perselisihan diantara keturunan keturunan Paksi Pak Sekala Brak dikemudian hari.
Pada Tahun 1939 terjadi perselisihan diantara keturunan Benyata memperebutkan keturunan yang tertua atau yang berhak menyimpan Pepadun. Maka atas keputusan kerapatan adat dengan persetujuan Paksi Pak Sekala Brak dan Keresidenan, Pepadun tersebut disimpan dirumah keturunan yang lurus dari Umpu Belunguh hingga sekarang.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kepaksian_Sekala_Brak
asslmualkm. wr.wb.. tabi puakhi, kik kham haga lestariko adat istiadat lampung, sai pertama kham harus gunako bahasa lampung dilom kegiatan kham sekhani2 dipapun kham berada khusus ni jelma lampung. alasan ni nyin suku lainpun gekhati kham bukici/marok bahasa lampung. mungkin khano pai masukan anjak nyak. wslm
Oleh: kham waya on 5 Juni 2013
at 10:35 pm
saya juga orang lampung walaupun kelahiran jakarta,sangat menyayangi kampung halaman lampung.ayu sdr2kita bangun lampung biar lebih maju.
dan sukses, kita dukung program Gubernur dan aparat pemerintahnya.dan marilah kita bersatu .
Dang
Oleh: daengabdulmalik@yahoo.com on 29 April 2013
at 4:56 am
Maaf saya berbahasa indonesia saja, supaya semua bisa mengerti.
Saya anak lampung yang karena panggilan tugas terpaksa merantau ke tanah Batak……
Ternyata kebanyakan orang di Medang nggak tau looo …..kalau suku lampung itu ada…..Adat istiadatnya ada…..Bahasanya ada…..Bahkan tulisannya ada…..
Setelah saya ceritakan seluk beluk tentang suku lampung, adat istiadatnya mereka mulai tertarik…….
Tentunya ini menjadi PR kita bersama untuk mengenalkan suku lampung supaya dikenal orang…….dari pada kita ngungkit ngungkit sejarah lebih baik melihat kedepan untuk kemajuan suku lampung….
Salam sikam,
Pengiran Raja Marga
Oleh: Pengiran Raja Marga on 6 Februari 2013
at 11:24 pm
Jika lampung dikatakan dari sumatera barat (pagaruyung) maka ada beberapa pertanyaan yang perlu saudara jawab :
1. Adat padang dengan lampung, saling bertolak belakang, lampung berdasarkan garis keturunan bapak sedangkan padang garis keturunan ibu.
2. Pada jaman Adityawarman kerajaan pagaruyung belum beragama islam (diperkirakan islam setelah raja ke 3 setelah adityawarman)
3. Lampung ada aksara sendiri, sedangkan padang tidak ada dan aksara lampung itu ada kemiripan dengan aksara batak, ada bahasa lampung yang mirip bahasa batak (ada pengakuan dari abung/ratu dipuncak satu keturunan dengan batak)
4. Jika anda bertanya pada orang lampung abung, komering, pubian, way kanan, sungkay dan tulang bawang maka jawabannya akan sama phuyang mereka dari skala brak. tak ada satu pun yang tau tentang umpu !….
Bagaimana perjelasan anda ?
Oleh: Bur on 25 Januari 2013
at 9:22 pm
sai penting tetop megung teguh adat kham sang bumi khua jukhai
Oleh: Yogi E Evhando on 4 Januari 2013
at 7:40 pm
sejarah lampung sai mak jelasss…..dang membenarkan pendapat masing2 ki masalahni mak jelas puaghi…ulih bukti2 kerajaan lampung ghadu dimusnahko.(lain mulut lain cerita).
Oleh: tanjogh on 20 Desember 2012
at 3:45 am
Setelah membaca Beberapa Komen diatas
Apa Bisa Diartikan Urang PEPADUN juga Berasal dari lampung Baran
Bukankah selama ini Orang PEPADUN TERBAGI DUA DIALEK yakni ( i dan o) Way kanan dilaek i, abung o, melinting i, Menggala o. ini mengapa?
Kalau Lampung SAIBATIN semuanya jelas DIALEK i ini menandakan satu keturunan… Kerna Bahasa Mencerminkan Asal Usul tiap bangsa…
1. Bangsa jawa bahasa jawa
2. Bangsa Lampung bahasa Lampung Dilek (i) Bisa Adat Saibatin bisa Adat pepadun
3. Bangsa Sunda Bahasa Sunda
Jadi Kita Simpulkan Orang Lampung berdialek (O) adalah Keturunan BATAK.. Dari gaya bahasa dan Sipat MIRIP Orang BATAK
Oleh: m.zikri on 9 Oktober 2012
at 3:08 am
Apipun sejarah ni lampung, sai penting tingkatko persatuan ram asal lampung. Perkenalkon sikam “Pengiran Raja Marga” asalni ajak tiuh Gedung Ratu (Gedong Air) Tanjung karang Barat. Ganta sikam ngerantau di Sumatera Utara, Sikam bekerja di PT.Indofood CBP Sukses makmur, Tbk di Tanjung Morawa, jabatan sikam PDQC mgr.
Ki wat informasi persatuan suku lampung di Sumatera utara, tolong informasi ni….. No HP 081369429777, Terima kasih, wassalam
Oleh: Pengiran Raja Marga on 20 September 2012
at 6:04 pm
setuju jama pendapat mu
Oleh: m.zikri on 9 Oktober 2012
at 2:45 am
sai penting tetop megung teguh sang bumi rua jurai
Oleh: yogii on 4 Januari 2013
at 7:34 pm
tulisan anda ini cocoknya diberi judul sejarah Islamisasi di Lampung Barat, bukan sejarah Lampung.
Oleh: ahmad tambat on 11 September 2012
at 10:28 pm
UNTUK SEJARAH SUKU LAMPUNG ABUNG ADA TERSENDIRI DENGAN GARIS KETURUNAN DARI SESEORANG YANG BERNAMA INDER GAJAH, UNTUK SILSILAH LAMPUNG ABUNG SIWO MIGO BISA DILIHAT DI http://drs-saukanihasan.blogspot.com/
Oleh: Saukani Hasan on 7 Juli 2012
at 11:31 pm
jak mak panday sejarah nie lampung jadi panday ana kawan ,,
nerima kasih nihan ana..
salam kemuarian jak sekam biha
Oleh: afif on 29 Juni 2012
at 6:10 am
mestinya sudah waktunya bagi generasi muda lampung untuk menelusuri jejak-jejak budaya aseli sebelum penaklukan oleh orang islam dari pagaruyung.. satu lagi bukti bahwa islam di nusantara berkembang dengan penaklukan2 terhadap budaya aseli yang telah berkembang. mungkin suatu hari nanti akan muncul satu generasi baru yang masih mewarisi pola budaya masyarakat TUMI bangsa yang sah yang memiliki bumi ruwai jurai ini…
Oleh: revobasi on 10 Mei 2012
at 6:22 am
DARI SEGALA KOMEN KITA HARUS TAHU APA ARTI NYA
“SAI BUMI RUA JURAI”
PAYU RAM NGICIK TETALUHAN REK SEHELAUAN.,.,
manjau rek sebambangan ino adat kham lampung,.,.
pepadun rek sai bathin neram keluarga.,.
mari kita pecah kan bersama sejarah kita,saling memberi tau dn menerima pmberitahuan,dengan trjun langsung berdiskusi di lapangan dari skala berak atau pun siwo mego dan dmana pun di lmpung ini..,brru stelah kita mrangkum nya dn kita cerna dngan logika dan sejarah nya memang hrus ad modal dn kberanian UNTUK TAHU.,.ini punya kita dan warisan untuk kita sejarah,budaya dn adat istiadat kita.,.,payou kham ngicik sai betik,saling shere dn tukar pikiran.,.,
SAI BATHIN KHEK PEPADUN MEJONG DI SAI LAMBAN.,.,.tabik pai pun kiwek salah cawa
SALAM sanak rantau lampung katok
asslmlikum
Oleh: HERRY on 30 April 2012
at 7:11 am
Salam gawoh ghuwai radek sekellek jem0w lampung
bakung say
Oleh: Ogioktori on 8 Maret 2012
at 5:58 am
payu khano pai cekhita hinno.kidang wat munih versi lain,kalau dapok timuat munih.
Oleh: Made Chun on 10 April 2012
at 9:40 pm
oke di tunggu yu??????????????
Oleh: iekha on 18 April 2012
at 7:07 pm
Tabik pun…Sekendua haga Cawwa…Sebagai generasi muda kami mempunyai saran dan Usul : a.Layaknya di buat kajian yg mendalam tentang Sejrah Suku Lampung dan di dapat dari sumber2 yg bener-bener dpt di buktikan kebenarannya,di Patenkan di buatkan Daftar pustaka nya dan di sosialisasikan kepada generasi yg akandatang,atau di wajibkan untuk belajar dari tingkat sekolah dasar..b. SEJARAH sanggat penting bagi siapapun dan dgn adanya Otonomi daerah maka pemekaran kabupaten kota akan terus berjalan,Sepantas nya Sejarah2 Suku-suku lampung yg ada di lampung dapat membuat kajian bersama-sama dgn melibatkan semua komponen yg ada,usulan bila perlu sdh sepantasnya di anggarkan di APBD PROVINSI dan APBD KABUPATEN KOTA,mhn maaf apalagi sekarang wilayah kabupaten rata2 di pimpin oleh putra daerah.c. Dengan demikian siapapun yg ber pendapat atau yg ingin mengetahui asal usul nenek moyang mereka Suku lampung dapat dgn mudah mereka dapatkan… d. Dgn adanya dana dari APBD semua yg akan di butuhkan dapat ter atasi dan DENGAN DEMIKIAN SEJARAH SUKU LAMPUNG DAPAT TER SINGKRONISASI DGN BETULDAN DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN. kami sebagai generasi muda pun dapat bangga bercerita pada teman di daerah lain bhw kami mempunyai nenek moyang yang MEMBANGGAKAN.SEMOGA dan Merdeka.
Oleh: Daliusyusuf.SE on 24 Februari 2012
at 3:29 am
mahhap ijo jamo mettei rguppek di keddo jugo lamun wat sai pandai temmen sejarah lappung tulung pai nyerito mangei kajjo sai sanak sanak ijo dapek pandai sejarah atau pun asal usul jimo lappung sai setemen no khusus no lappung abung buway nunyai
Oleh: ocangpraja on 30 Januari 2012
at 3:47 am
Keturunan 4 Ratu di sekala bekha dan keturunan-keturunannya:
- Ratu di puncak (Abung dan tulang bawang sebagian buay tegamoan-bulan)
- Ratu di pugung (pesisir pugung /krui dan pubian 2 suku)
- Ratu di Balau (Pesisir teluk, pubian dan tulang bawang buay tagamoan)
- Ratu di pemanggilan (Pesisir pemanggilan, waykanan, komering, pubian buku jadi, tulang bawang buay bulan), dll..
Sedangkan 4 umpu pagar ruyung menurunkan pesisir liwa, pesisir semaka dan abung buay nyerupa dll..
Oleh: Burhan on 20 Januari 2012
at 11:52 pm
ilove you full lampung qu…salam angkon anjak sikam kedondong pesawaran….kipak jauh puliak adat budaya tetop dhati……
Oleh: erwin on 12 Januari 2012
at 2:47 am
Ikam kghang pandai munih, anying lamun wat sai salah tlong d wawai ke…
Oleh: fedrik on 11 Januari 2012
at 8:29 pm
Lampung gersang dan sepi
Oleh: ndak penting on 14 November 2011
at 6:58 pm
lampung gersang
Oleh: ndak penting on 14 November 2011
at 6:57 pm
Maaf berbahsa indonesia,, agar semua orang tahu maksudnya…
Saya setuju dengan tulisan anda,, tetapi harus dipertegas kembali,, bahwa itu adalah SEJARAH ASAL USUL LAMPUNG SAIBATIN,,, BUKAN LAMPUNG PEPADUN….. Kenapa?? karena sebelum 4 paksi umpu dr paguruyung datang,, sudah ada 4 paksi umpu Ratu Sekerumong dari Buay Tumi yg berdiam di Sekala Brak.. yaitu :
1. Ratu Dipuncak
2. Ratu Di Balik Bukit
3. Ratu Pugung
4. Ratu Pemanggilan
Keempat Umpu tersebut adalah umpu dari LAMPUNG PEPADUN… yang memerintah KERAJAAN SEKALA BRAK HINDU..
Dan umpu dari pagaruyung meruntuhkan KERAJAAN SKALA BRAK HINDU dan mendirikan KEPAKSIAN PAK SKALA BRAK yang notabene CIKAL BAKAL kerajaan Islam Lampung,,BUKAN sekali lagi BUKAN cikal bakal ORANG LAMPUNG… 2 kerajaan yang berbeda tapi menempati tempat yang sama…. .
Ada beberapa blog yang menjelaskan tentang sejarah lampung, tp tidak sesuai dengan apa yang kami (Pepadun) harapkan… antara lain mengatakan bahwa cikal bakal orang lampung dari Pagaruyung,,dan Pepadun juga keturunan dr umpu pagaruyung,,
dan tidak ada penjelasan juga di tulisan anda maupun tulisan lainnya sebab kenapa umpu pagaruyung datang dan kenapa umpu Pagaruyung mengusir umpu Buay Tumi…
Itulah kenapa slogan Lampung,, Sai Bumi Khua Jukhai…
Tolong anda perbaiki teman” anda..karena kita sudah jadi satu…karena kita sudah bersaudara…
Tidak ada maksud untuk membuka luka lama,, tapi kenyataan tetap harus dijelaskan,, Jangan buang “orang tua” kami dari sejarah tanah lampung..
Kami (Pepadun) adalah KETURUNAN BUAY TUMI.. Bukan KETURUNAN PAGARUYUNG……….
Salam Hormat
Keturunan Ratu Dipuncak
Buay Nunyai
Abung Siwo Mego
Oleh: Buay Nunyai on 1 November 2011
at 10:06 pm
maaf, jelas saja sejarah lampungnya salah karna yang menceritakan bukan anak asli lampung.
Oleh: aryan on 14 Desember 2011
at 12:35 pm
Sudah saatnya, keturunan Ratu dipuncak yang konon sebagai yang tertua, secara resmi membuat block spot untuk memduduk kan yang sebenarnya !
Oleh: Bur on 25 Januari 2013
at 9:02 pm
informasi sai helaw,,,,nyak haga jelma lampung pandai riwayatna…LAMPUNG SAI!
Oleh: Putera Lampung on 21 September 2011
at 1:51 pm
http://umpubelunguh.blogspot.com/
sebagai tambahan refrensi pak
Oleh: IKHWAN SIRAJ BELUNGUH on 7 September 2011
at 7:00 am
salam jama kaunyinna….kekelau adat lampung tetap bisa terpelihara dan tidak termakan zaman
Oleh: yudi sa kekhang on 23 Juni 2011
at 10:51 pm
yudi hippa ajo ? by eks kota besi 1 posisi sebatik kalimantan timur.
Oleh: Made Chun on 14 April 2012
at 5:04 am
bangkitlah lampungku…untuk diketahui bahwa lampung dahulunya adalah suatu bangsa yang besar terbukti dengan adanya tulisan lampung dan bahasa lampung tersendiri, bangsa yang dikenal karena adanya bahasa dan tulisan antara lain bangsa arab, bangsa yunani, bangsa cina, sedangkan untuk daerah nusantara bahasa mereka ada tapi tulisan dari mungkin dari lainnya; contoh suku jawa mereka punya bahasa jawa cuma tulisan sansekerta (india)
Oleh: ifan on 5 Mei 2009
at 4:43 am
sory buoz kalo tidak mnegrti soal bangsa jawa jangan koment yang tidak2 maksudku bangsa jawa juga punya bahasa jawa dan juga aksara jawa aseli yang beda dari huruf sansekerta!!
Oleh: revobasi on 10 Mei 2012
at 6:27 am
salam kenal jama sunyinni, terutama jama Hetti Pahzi, nyak juga alumni sma negeri rawas tahun 1991, kintu haga berkenan kirim ko email mik darmabila@telkom.net, kintu neram dapok betungga, nyakku juga tinggal di bekasi, kutungu kabarmu
Darmawan
Oleh: darmawan on 8 Maret 2009
at 12:58 pm
Salam kenal mas Supri. Lampung Barat memang tempat yang indah dan penuh dengan sejarah yang menarik. Blogger yang ada di Lampung Barat mari kita bersatu memajukan daerah Lampung Barat. Blog Gratis ini moga moga bisa menyatukan Blogger Lampung Barat. Bikin blogmu dengan subdomain lampungbarat.com.
Oleh: Blog Gratis on 9 Februari 2009
at 4:21 pm
sejarah inji penting nyin sekam dang lupa pekon tenggalan
Oleh: r4tum4nt0p on 21 Januari 2009
at 4:57 pm
Slm kenal ke antum kuluhum
ane ank lampung, tp br skrng aq tau sejarah lampung, sukron wa jazakallahu khoiron.
Tki arab
Oleh: Tki timur tengh on 7 Januari 2009
at 5:43 pm
pi kbr sunyini…. nyak tikham ji ma lampung…. adu njuk khepa y lampung tano??? mani adu saka becong nyak mak mit lampung, menurutku sih pantai2 dilampung harus dilestarikon ngin awek terkikis wai lawok. soalni ki panaine helau khik indah ku rasa lamon wisatawan say tertarik ma pantai neram.
Oleh: sri wahyu nengsih on 31 Desember 2008
at 10:10 am
salam jak bandar lampung….
Oleh: adien_satria on 6 Desember 2008
at 6:28 am
Minak muakhi seunyinni,payu kham pujajama menjunjung tinggi adat kham lampung,salam ngalawan bang supriyanto,,,Acak gelakh ne goggoh jamma jawa ,he he he he
Oleh: hasiri on 6 Desember 2008
at 1:59 am
lalawa… kiarom… luar biasa !!!
sikam sai di pulau jawa
massa ilmu sai sangat bermanfaat
jak tulisan hinno…
mudah-mudahan
karya karya atin supriyanto
terus tercipta…..
salam jak sikam turunan
pekon awi batu brak
Oleh: sahrul akbar on 25 November 2008
at 1:12 am
Aslmkm, minak muari sunyin ni si wat di Krui atau si di rantau tulung pai kintu wat si dacok nyaniko silsilah marga ulu Krui jak keturunan moyang sekam si bugelar Indrapati cakra negara/Ahmad Fikulun atau garis keturunan Dalom Nasriazi Kamp.Baru ulu krui. Wslm
Oleh: Hetti Pahzi (Datoex's) on 19 November 2008
at 6:05 am
Salam jak bekasi,nyak jelma krui tggl di bekasi alumni sma rawas 1991 salam kenal
Oleh: Hetti on 18 November 2008
at 6:42 pm
alhamdulillah wat jemou sai agou ngegalei budayow.tapei alangkah baiknow lamen sejarah asal usul jemow lappung dikajei kopok dan di lengkapi ulah asalgham mak sai……
Oleh: catur sofian on 13 November 2008
at 7:46 am
Q mulai tertarik ma Lampung baru- baru ini aja. Subhanallah … ternyata lampung begitu berwarna, indah dan bikin orang penasaran ingin ‘menyapanya’…
Moga suatu saat Q diksh kesempatan u nikmatin Lampung nan menawan.
Lam kenal n thx infonya …
Oleh: azka fathrah on 30 Oktober 2008
at 10:12 am
LAMPUNG?????
K’lo yang jadinya gubernur nya SYAHRUDIN.ZP baru lampung pasti keren. yah,sekarang sich masih biasa aja,belum banyak yang aneh-aneh.
Yah kami berdua pingin,LAMPUNG punya wisata alam yang lebih maju n’ nambah keren lagi dengan memperbanyak wisata alam………
Oleh: etha dan icha on 24 Oktober 2008
at 7:03 am
kheno kudo pun…!
ayo beri masukan ke pemda kita, daerah lain saja mampu memunculkan kembali sejarah yang telah tenggelam, mengapa lampung barat tidak mampu sedangkan sejarah kita masih berjalan sampai sekarang. Bangkitkan lagi budaya kita kepaksian sekala brak. kita tidak butuh miniatur seperti yang lain tapi yang terpenting apa yang masih ada itu yang dimajukan. ayo terus bangkit, nyerupa, bejalan diway, pernong, belunguh. mati hanjak ni hati………….!
Oleh: saliwanvan on 22 Oktober 2008
at 6:43 pm
ada beberapa orang keturunan pagaruyung yang masih hidup di tanah lampung tepatnya di Negeri Olok Gading Teluk Betung, Bandar Lampung. saya tidak dapat menjabarkan silsilah mereka karena dikawatirkan terjadi kesalahan penyebutan nama
Oleh: dedy on 8 Oktober 2008
at 11:09 am
luar biasa..!, bang, bukti2 sejarah lampung itu masih hidup sampai saat ini, paksi pak skala brak, itulah kerajaan yang masih berdiri sampai saat ini. dan kebetulan daerah pusatnya sekarang memiliki adok lampung barat. ayo mari kita wisata kembali pemikiran kita mengenai sejarah lampung, khususnya sejarah kepaksian sekala brak.
” paksi pak skala brak
dibah cukut pesagi
dang lupa kham puliak
sejarah sa kham sai nyancanni”
Oleh: saliwa, IKPM LAM-BAR Jogja on 8 Oktober 2008
at 6:34 am
mantap……
Oleh: rafik_surya on 20 September 2008
at 3:21 pm
ok pri yu nambahin daftar orang yang berhasil ekspose lampung barat, gila sudah empat ribu lebih pengunjung. saluuuuut buat yu punya kreatifitas. sukses ya pri. biar orang liwa yang di luar sana mikir; bangun dong yu punya lampung barat, jangan ditinggalin.
Oleh: MUSANG on 22 Agustus 2008
at 3:35 pm
hai tika nyak terkesan jama artikel sai disampaikon kipak niku lain jelma lampung niku ngabila lampung terima kasih yu. salam jak abang melyadi
Oleh: melyadi akmal on 16 Agustus 2008
at 4:07 am
good………………………….!!!!!!!!! bgt.pengen banget bisa lebih tau tentang budaya lampung.
Oleh: amelia _ ari on 3 Agustus 2008
at 8:24 am
saya sbgai org lmpng sangat bangga dgn hasil karya mu……….
Oleh: adjhie on 2 Agustus 2008
at 3:53 am
waaah.. ni blog berguna sekali… ^_^
Oleh: INDAH REPHI on 30 Juli 2008
at 8:42 am
hmm… payu do neram jejama nge ekspose tanah lampung barat tercinta.
“Bumi beguai jejama”
Oleh: ArrizzA on 29 Juli 2008
at 1:38 am
Assalamu Alaikum…
Lampung sae Wawai…
Salam Khikham anjak Ikam….
Oleh: Radin Salih on 3 Juli 2008
at 8:09 am
Sejarah lampung sangat penting bagi masayarakat pribumi /pendatang.semoga lampung lebih maju dan berkembang.by david.sungkai
Oleh: David on 30 Juni 2008
at 7:04 am
Supri, Aku alumni SMA 1 Liwa tahun 2000. Aku minta tolong kirimin E mail Endang Guntoro, SH, MH. Beliau kakak kelasku di SMPN Batu Brak.
Trimakasih mong!
Oleh: Zarkoni, SH on 30 Juni 2008
at 2:11 am
ikam ulun kutobumi lampung abung,,ago ngucapin terimo kasih sai nayah2 no jamo sekam ulah pengetahuan ikam jadei bertambah,,,
ago ulun lampung kedo..??
sai petting lampung sai..!!
sang bumi ruwa jurai…
Oleh: ifthoro on 27 Juni 2008
at 7:38 pm
assalamu’alaikum Wr.Wb
Subhanalllah……..^_^
Bagus bagt blognya semoga bermanfaat bukan hanya buat sanak lampung,
Semanggaaaaaadz ya…..
Semoga suksez… Qt lulus bareng kan….? Lulus pada waktu yang tepat… ^_^
Wassalam
Oleh: delfy on 24 Juni 2008
at 9:31 am
Tulisan dan pembahasan yang luar biasa dahsyat
Salam kemuakhian
http://hairulef.110mb.com
Oleh: hairul on 6 Juni 2008
at 6:04 am
lampung tungulah aku.aku datang dengan hasrat ingin ku lumat keindahan dan pesona mu!!!!
Oleh: sopanudin on 31 Mei 2008
at 3:18 pm
salam kenal “lagit malam tak mampu melukiskan keindahan dan kesuburan tratah bumi lampung”
Oleh: sopanudin on 31 Mei 2008
at 3:16 pm
lampung ku sayang lampung ku malang…..bener gak nich???????
nyak sanak lampung lohhhhhhh…….
Oleh: zida on 21 Mei 2008
at 5:59 am
mahhap warei temen ino layen sejarah lappung abung ino sejarah lappung pesisir lamun abung khusus no abung nunyai makko sejarah gehino ulah appew tuyuk kajjo iyalah minak peduko begeduh sai nganak ke puyang minak trio diso anjak canguk
Oleh: ocangpraja on 29 Januari 2012
at 7:27 pm