Oleh: Supriyanto Liwa | 5 Desember 2017

Mobile Suit Gundam Unicorn 1:1 Odaiba

Kalau anda berkunjung ke Jepang dan menyukai gundam tentu anda akan sangat senang mencari miniatur gundam. Selain itu, tentu anda juga sangat tertarik untuk berkunjung ke Odaiba untuk melihat gundam 1:1. Tahun 2017 ini Gundam Unicorn sudah dipasang sebagai pengganti gundam yang lama di land mark Odaiba.

Gundam Unicorn

Gundam Unicorn

Untuk sampai ke lokasi ini, anda bisa naik Yamanote Line turun Shimbashi Station (新橋駅, Shinbashi-eki), kemudian keluar. Kalau dari arah Tokyo station anda keluar ke-sebelah kiri kemudian pindah ke Yurikamone line. New Transit Yurikamome (新交通ゆりかもめ Shinkōtsū Yurikamome) atau juga dikenal sebagai Tokyo Waterfront New Transit Waterfront Line (東京臨海新交通臨海線 Tōkyō Rinkai Shinkōtsū Rinkai-sen). Line ini melayani 16 station. Saya sarankan anda pilih turun di stasiun Daiba (no 7) atau bisa juga di Odaiba-kaihinkōen (no 6). Lokasi Gundam ada di belakang Tokyo Diver City Building.

IMG_2857

Yang menarik dari Yurikamone line ini adalah, pemandangan yang disuguhkan begitu menarik. Jalur ini berada di atas setara dengan lantai 5 atau 6 gedung bertingkat (tergantung lokasi). Selain itu, kereta ini tidak ada masinisnya semua otomatis. Jadi saya sarankan anda naik di bagian paling depan atau paling belakang untuk mendapatkan view terbaik. Jangan takut, menunggu kereta selanjutnya untuk mendapatkan posisi paling baik ini.

IMG_2824

Berikut penampakan wahana Gundam di Odaiba. Mari sempatkan berkunjung ke Odaiba jika anda sedang mengunjungi Jepang.

Tsukuba, 04 Desember 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Iklan
Oleh: Supriyanto Liwa | 22 November 2017

Matlab Live Editor

Edisi menarik Matlab Live Editor 

Ada yang menarik dari MATLAB versi 2016b keatas, yaitu hadirnya MATLAB live editor. Tools ini mirip dengan notebook di python. Kalau dulu kita menuliskan program dalam bentuk ekstensi .m, maka ini ekstensinya .mlx. Pada live editor ini, kita bisa mengeksekusi program langsung di halaman tempat kita menuliskan program. Bahkan kita bisa melayout sesuai keinginan sendiri program MATLAB yang kita buat. Gambar berikut adalah contoh tampilan dari MATLAB live editor.

MATLAB yang saya pakai adalah versi 2017b, yang lisensinya dibeli oleh sensei saya dengan beberapa toolbox didalamnya. Tadinya saya hanya tertarik menggunakan neural network toolbox, tapi setelah membaca-baca ternyata ada live editor yang cukup menarik. Apalagi backround saya yang biasa programming di PHP dan notepad.

Matlab R2016a fig1

Dengan menggunakan live script ini kita dapat menampilkan program bersama dengan text, images dan hyperlinks dan equation dalam halaman interaktif. Untuk contoh-contoh menggunakan live editor MATLAB ini bisa anda buka di Documentation yang disediakan oleh Matworks.

Saya akan berikan contoh-contohnya nanti setelah saya coba satu persatu tools yang tersedia. Semoga nanti bermanfaat untuk kita semua.

Tsukuba, 24 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 22 November 2017

Ikut Ormawa atau Buat Kegiatan Inovatif sendiri ?

Ikut Ormawa atau Buat Kegiatan Inovatif sendiri ?

Tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan yang baru saja muncul dari adik perempuan saya yang saat ini sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Pertanyaannya sederhana? Kenapa kok pada saat saya ikut kegiatan kemahasiswaan kurang nyaman? Adakah yang salah diri saya atau kegiatan kemahasiswaannya?

Saya akan jawab dengan penjelasan yang sedikit lengkap menurut pengalaman pribadi saya. Jawaban inipun berlaku sama bagi mahasiswa yang sedang galau mau ikut kegiatan kemahasiswaan seperti apa?

Foto ilustrasi Kegiatan kemahasiswaan

Foto ilustrasi Kegiatan kemahasiswaan, Ini adalah salah satu kegiatan PPI Ibaraki di Tsukuba.

Kegiatan Akademik dan Kegiatan Kemahasiswaan

Saya akan jawab dari filosofi pertama, sebenarnya apa sih kegiatan kemahasiswaan itu. Kampus menyediakan dua terminologi yaitu kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan akademik adalah kegiatan yang sudah dikemas dalam kurikulum yang disusun sesuai standar, salah satu standarnya adalah standar Akreditasi yang dikeluarkan oleh BAN PT. Kegiatan kemahasiswaan menurut saya lebih kepada pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Minat dan bakat, bisa dibalik menjadi bakat dan minat. Saat kita merasa berbakat pada suatu bidang maka kita akan memiliki minat untuk mendalami bakat kita dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Bisa juga, karena kita minat ikut kegiatan organisasi maka bakat kita yang tadinya terpendam jadi terlihat dan berkembang di kegiatan yang kita ikuti.

Sukses di Kegiatan Kemahasiswaan

Bagaimana memilih kegiatan kemahasiswaan? Kegiatan kemahasiswaan itu bisa berupa organisasi kemahasiswaan resmi, kelompok-kelompok kreatif, dan kelompok inovasi. Sebelum menentukan pilihan coba kita ulas satu persatu:

Organisasi Kemahasiswaan 

Apa itu organisasi, organisasi adalah kelompok orang yang berhimpun untuk memperoleh tujuan bersama. Kampus juga memiliki organiasi kemahasiswaan yang kita akan sebut sebagai Ormawa. Nah, di kampus sendiri Ormawa biasanya dikategorikan menjadi beberapa kategori diantaranya:

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pusat dan fakultas
  2. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) pusat dan fakultas
  3. Unit Kegiatan kemahasiswaan, dibagi lagi menjadi sub-bidang misalnya: keagamaan, seni budaya, olah raga, bela diri, bidang khusus (pramuka, korps PMI, resimen mahasiswa, dan Pecinta Alam), ukm bidang keilmuan, ukm bidang jurnalistik dan lain-lain.
  4. Himpunan Profesi (ini ada di program studi atau jurusan atau departemen)

Nah, sebagai mahasiswa baru atau mahasiswa semester ataspun yang baru akan ikut organisasi kemahasiswaan ini umumnya bingung. Mau pilih yang mana, banyak sekali ORMAWA di kampus. Kalau yang di sekolah SMA nya sudah ikut OSIS tentu dia akan memilih BEM, kalau yang dulunya pramuka akan lanjut ikut pramuka, kalau dulunya ikut ROHIS maka akan ikut keagamaan, dan lain-lain sesuai dengan minat bakat.

Apakah ORMAWA pilihan Cocok

Apakah lingkungan organisasi cocok dengan cita-cita atau minat atau bakat kita. Misal kalau kita senang dalam fotografi, apakah kita akan ikut UKM Fotografi atau kita hanya ikut dalam club fotografi nonformal, kemudian mendalami kursus fotografi, dan kemudian membuat karya-karya fotografi kita sendiri. Dalam hal ini organisasi berupa club dan kursus hanya jadi media untuk mencapai tujuan kita untuk jago fotografi.

Kasus lain, kalau anda mahasiswa di bidang Pertanian. Alih-alih ingin pandai bertani dan dapat membuat inovasi anda masuk ke Himpunan profesi jurusan. Setelah masuk ternyata malah disibukkan dengan rapat, diklat, dan berbagai kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan anda.

Biasanya mahasiswa ikut kegiatan organisasi dimulai dari melihat prestasi organisasi, mentereng, disegani dan bisa banyak pengalaman dari organisasi tersebut. Ini sebenarnya cara lama, atau bisa dibilang tradisional. Karena kita akhirnya masuk pada organisasi karena keren padahal minat dan bakat kita tidak disitu. Terlebih organisasi tradisional dimana saat masuk harus ikut diklatsar (pendidikan dan latihan dasar) yang tidak menyenangkan, ada senior yang tidak ramah, dan berbagai dinamika organisasi lain yang akan dihadapi.

Maka segera keluar, dan buatlah kelompok kecil penyuka pertanian misalnya, atau kelompok-kelompok produktif lainnya.

Keluar dari Organisasi dan Buat Inovasi Baru 

Kenapa keluar organisasi, melanjutkan penjelasan diatas.

Setelah keluar, cari literatur-literatur mengenai kegiatan pertanian di Internet. Kemudian buatlah karya anda sendiri, misalnya anda membuat hidroponik untuk kamar anda sendiri, coba tanam beberapa bunga di pekarangan anda, dan lakukan riset-riset ilmiah kecil. Kemudian tuliskan hasilnya dalam blog, kemudian lanjutkan dengan berjualan produk tanaman hias misalnya. Setelah anda punya banyak karya, coba ajak satu atau dua teman. Atau gabungkan dengan hobi lain anda, misal blogging (menulis blog khusus pertanian), dan fotografi untuk mendukung kegiatan anda.

Setelah sukses, coba ajukan dalam PKM (Program Kreativitas mahasiswa). Setelah lolos kerjakan dengan tekun, apa yang anda impikan. Kalaupun anda ditinggalkan teman anda tidak masalah. Cari teman yang lain, atau anda tetap jalan sendiri dengan kemampuan anda.

 

Tidak lama, kalau anda mulai dari semester 3, tentu di semester 5 anda akan dapat hasilnya. Yang tadinya anda keluar dari Himpro, anda akan beralih diundang oleh Himpunan Profesi anda untuk berbicara jadi pembicara.

Jadi, kita bisa langsung masuk dan berkontribusi bagi HIMPRO tanpa harus ikut diklatsar ini itu tadi. Fotografi dan blog tadi sudah bisa dituangkan dalam bentuk Buku, atau karya apapun. Semester 7 anda sudah dikenal banyak oleh teman-taman anda.

Bagaimana Menciptakan Inovasi 

Banyak mahasiswa, takut membuat kelompok inovasi baru karena bingung mau buat inovasi apa. Sebenarnya inovasi itu mudah, gunakan rumus TTM, TTM itu bukan teman tapi mesra lho, tapi Lihat, Tiru, Modifikasi (TTM). he he … Lihat apa yang sudah dibuat orang lain, kalau saya lanjutkan tadi tentang pertanian. Berikut saya beri satu contoh inovasi:

Tanaman Hias Cantik dan Menarik dengan Irigasi Infus

Konsep menanam bunga di perkotaan sudah umum. Lokasi daerah kampus anda panas misalnya, pilihlah tanaman yang tahan panas. Kemudian coba buat inovasi pot yang dilengkapi irigasi otomatis, memberikan air dengan drip irigasi. Caranya bagaimana? cari di internet ada banyak tips drip irigasi dengan botol aqua bekas disambung dengan selang infus misalnya.

ide 1

Kenapa harus infus, seperti layaknya orang sakit tentu makan tidak bisa. Maka masukkan larutan nutrisi bersama dengan air ke infus tadi, kemudian tentukan berapa kecepatan aliran airnya. Caranya gampang, coba ukur pakai stopwatch berbagai bukaan untuk mendapatkan 10 ml air. Nah disitu akan keluar hasil misalnya 10 ml/menit. Sehingga dalam satu jam anda butuh air nutrisi 60ml, dan sehari 60×12 jam (siang hari saja) untuk mendukung fotosintesis.

Nah coba lakukan ujicoba untuk satu jenis tanaman dengan berbagai dosis dan konsentrasi, amati pertumbuhannya setiap hari. Gunakan pernggaris dan kamera untuk mendokumentasikan. Hasilnya, anda jadi tahu untuk satu jenis tanaman dosisnya yang paling cocok berapa, dan bagaimana ketahanannya.

Terus pilih tanamannya bagaimana?, gampang: coba deh kamu keliling di sekitar kampus tempat kamu tinggal. Kira-kira tanaman apa yang hidup dan kelihatan bagus. Foto tanamannya, cari di google dan mulai budidayakan.

Buat Tanaman Hias dengan LED 

Nah, setelah sukses tahap satu tadi. Coba kembangkan lagi dan kemas dengan pot yang lebih cantik. Jangan ragu mulai hunting pot-pot cantik dari bahan gerabah, atau barang-barang bekas disekitar anda tapi dihias dulu ya. Kemudian ajaklah anak elektro atau anak yang faham listrik untuk memasang LED pada tanaman anda. LED (light dependent resistor) ini bisa kamu beli di pasaran dengan harga murah.

Setelah ketemu desainnya, dilanjutkan lagi dengan mencoba tanaman tadi yang sudah pakai infus tadi dengan metode ini. Catat lagi deh, dan buatlah laporan sederhana dari hasil anda tadi.

Kembangkan Konsep Urban Farming 

Nah, kalau sudah sukses coba buat konsep-konsep hangat dari karya anda. Misal sekarang sedang booming urban farming. Coba ikuti dan tiru saja, tapi tetap dengan kreativitas yang anda sudah buat tadi. Jadi anda bisa membuat urban farming menjadi lebih menarik. Urban farming itu kayak apa sih. Coba kunjungi tulisan saya sebelumnya mengenai urban farming:

Urban farming https://supriliwa.wordpress.com/2016/12/05/urban-farming/

Setelah Sukses Percobaan 

Setelah sukses percobaan tadi apa yang perlu anda lakukan:

  1. Mengirimkan karya anda ke lomba-lomba kemahasiswaan
  2. Mengirimkan proposal Program Kreativitas mahasiswa
    – PKM Penelitian, ide ini saja sudah bisa jadi PKM-P, studi pengaruh nutrisi kotoran sapi dibandingkan dengan Kotoran Kambing dengan metode drip irigrasi Infus misalnya.
    – PKM Teknologi, ide LED dan infus tadi bisa dipakai
    – PKM Pengabdian masyarakat, setelah sukses anda bisa buat pelatihan ke masyarakat dalam bentuk PKM-M
    – PKM Karya Ilmiah, wah ini paling gampang lagi. Hasil laporanmu ini langsung dikemas dalam bentuk PKM Ilmiah juga langsung jadi
    – PKM KC, ini juga gampang ide saja dikemas dilengkapi gambar dan alasan kenapa ide itu diungkapkan
  3. Ikut program pelatihan kewirausahaan
  4. Buat Blog dan website, promosikan apa yang sudah anda buat tadi melalui media. Kalau perlu kirimkan tulisan atau pekerjaan kamu supaya dimuat dalam surat kabar.
  5. Ikut pameran, pamerkan karyamu tadi di stand-stand pameran kampus.
    Pertama buatlah buku dan cetaklah di tempat fotokopi di kampus anda. Buat covernya yang menarik, saat ada pameran kampus mintalah ke panitia untuk diberi stand gratis, mulailah jual buku dan tanamannya.Beli buku bonus tanaman atau beli tanaman bonus buku. Itu sih terserah kamu. he he … Sampai sini pasti anda senyum-senyum sendiri karena kesuksesan anda.

Kesimpulan

Itu tadi tips, bulang ngilangin galau kamu sebagai mahasiswa. Gampang kan, saya yakin ini sangat mudah dilakukan oleh mahasiswa. Tips ini berlaku bagi mahasiswa dari semester 1 sampai S3. he he … lebay deh …

Tapi, penjelasan ini tidak berarti anda tidak boleh ikut ORMAWA. Karena organisasi kemahasiswaan juga merupakan lembaga yang bagus untuk membuka diri dan wawasan anda.

Dilain sisi, bagi anda pengurus atau pengelola ORMAWA jenis apapun. Cobalah fokus buat kegiatan yang bagus, tidak lagi pakai cara-cara lama seperti membully, senioritas dan hal-hal negatif lain yang membuat citra ORMAWA anda akan semakin buruk. Jadilah pengelola yang profesional. Waktu yang anda miliki sebagai mahasiswa sangatlah sempit ditengah banjirnya tugas-tugas kuliah. Jadi ormawa hendaknya fokus pada tujuan didirikannya ormawa itu sendiri.

Misal, kalau himpunan profesi maka diklat dasarnya adalah mengenai keprofesian. Ajaklah adik kelas mengenal profesi yang anda geluti. Ajak mereka ikut fieldtrip, belajar atau sharing dengan senior mengenai keprofesian, bukan malah buat kegiatan yang kontra produktif seperti ospek yang belebihan, mengerjai adik kelas, dan lain-lain. Ingat ini jaman moderen, dimana sosial media itu kuat sekali. Tulisan ini saya buat dari Jepang, pembacanya dari seluruh Indonesia. Ini adalah bukti bahwa berita baik atau buruk anda akan cepat tersebar ke seluruh dunia alias viral kalau bahasa anak sekarangnya.

Oke, itu kira-kira jawaban untuk menjawab kegalauan kamu tadi. Silahkan bagikan ke teman-teman anda yang mungkin sedang galau juga.

Eits, tapi jangan senang dulu kalau kamu cuman baca tulisan ini ya gak akan bisa, cepat lakukan dan terapkan idenya.

Tsukuba, 22 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 17 November 2017

Pemilihan Rektor IPB 2017

Institut Pertanian didirikan tahun 1963 yang sebelumnya merupakan fakultas pertanian Universitas Indonesia (UI). Kampus IPB tersebar di beberapa lokasi diantaranya Baranangsiang, gunung gede, Dramaga dan beberapa lokasi. Tiba, di tahun 2017 perhelatan pemilihan rektorpun dilakukan. Dinamika mulai dari pencalonan sampai dipilihnya rektor begitu hangat. Sampai pada akhirnya yang menggantikan Prof. Herry Suhardiyanto yang telah menjabat selama 2 periode (10 tahun) adalah Dr. Arif Satiya.

IPB1-e1464007773216

Tahap akhir pemilihan rektor dengan musyawarah mufakat oleh Majelis Wali Amanat (MWA) yang anggotanya sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 162/MPN.A4/KP/2014 tanggal 3 Juli 2014 yang terdiri dari:

1. Menristek Dikti;
2. Rektor Institut Pertanian Bogor.
3. Prof. Dr. Ir. Muhamad Achmad Chozin, M.Agr.
4. Dr. (Hc) Chairul Tanjung, MBA.
5. Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc.
6. Prof. Dr. Drh. Fachriyan H. Pasaribu.
7. Prof. Dr. Ir. Tun Tedja Irawadi, MS.
8. Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS.
9. Prof. Dr. Ir. Rizal Sjarief Sjaiful Nazli, DESS.
10. Prof. Dr.Ir. Erika B. Laconi.
11. Prof. Dr. Ir. Roedhy Poerwanto, M.Sc..
12. Dr. Ir. Ahmad Mukhlis Yusuf.
13. Dr. Sugiharto, SE, MBA.
14. Erick Thohir, MBA.
15. Dr. Cahyono Tri Wibowo.
16. Dr Ir. Bambang Hendroyono, MM.
17. Ketua BEM IPB.

Proses pemilihan musyawarah mufakat ini menghasilkan rektor terpilih yaitu Dr. Arif Satria sebagai rektor dan akan dilantik pada 16 Desember 2017. Dr. Arif Satria lahir 17 September 1971 lalu di Pekalongan dan menyelesaikan pendidikan S1 di Sosial Ekomoni Fakultas Pertanian IPB, S2 Sosiologi Pedesaan IPB, dan S3 Marine Policy Kagoshima University, Jepang. Sebelumnya beliau adalah Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) sejak 2010 sampai sekarang.

Semoga Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi semakin berkembang dengan terpilihnya pemimpin baru. Tentu, bagi saya sebagai sivitas IPB siapapun yang menjadi rektor kontribusi dari seluruh stakeholder akan sangat menentukan suksesnya lembaga ini kedepan. SDM dengan kualitas berstandar internasional perlu didukung dengan fasilitas yang baik serta diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk terus berkembang.

Tantangan IPB kedepan menurut saya adalah bagaimana menjadi lembaga pendidikan berbasis riset dan juga menciptakan enterpreneur berbasis science and technology. IPB harus mampu mendidik calon-calon profesional yang didik sebagai mahasiswa Diploma, S1 sampai program Doktor (S3).

Semoga IPB semakin maju. Sukses dan jayalah IPB kita.

Tsukuba, 17 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 14 November 2017

Sajak Musim Gugur

_SPR5720

Menyadari bawa kita akan kembali

hujan menabur kesunyian malam
daun-daun bergururan di temaram
sajak-sajak ditulis menepis rindu 
rasa apa kabarmu

pagi tiba
suara burung berkicau indah
warna-warni daun momiji menemani
memberi kesegaran pada jiwa

si anak kampus pun bergegas menuju pelataran ilmu
mengejar harapan, cita dan cinta
melawan getirnya belajar
hanya agar sadar diri

ilmu akan dibawa mati
menerangi seperti lentera di malam hari
walau saatnya tiba nanti
hanya ridho yang kuasa yang di nanti

tak lah lagi ilmu dan gelar akan berarti
selain amal dengan ilmu yang dimiliki
amal yang sejati
hanya karena ilahi

tak sadar, semakin hari
rambut dikepala mulai memutih
tiba saatnya menyadari
bahwa diri ini akan kembali

semoga Tuhan memberkahi
perjalanan kita sampai mati
selamat di kubur nanti
syurga dan kebahagiaan menanti

Tsukuba 14 November 2016
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

 

Oleh: Supriyanto Liwa | 10 November 2017

Panorama Kampus University of Tsukuba di musim Gugur

Kalau kemarin saya bercerita mengenai kehangatan bersama keluarga. Kali ini saya akan menampilkan beberapa gambar hasil memotret di seputaran kampus University of Tsukuba di musim gugur 2017 ini. Semoga gambar-gambar ini menjadi hiburan buat anda. Mari terus berkarya, dimanapun anda berada.

Musim gugur, dikenal dengan istilah Momiji dalam bahasa Jepang, sering teman-teman mengajak momijian. Istilah sederhana untuk menikmati musim gugur. Musim ini banyak yang mengabadikan suasana dengan foto-foto bersama. Pemandangan Jepang di musim ini termasuk yang paling bagus menurut saya. Jadi jangan lewatkan suasana momiji ini ya teman-teman.

Salam
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 10 November 2017

IPK saya rendah? Apa bisa sukses?

Banyak diantara kita yang sedang melanjutkan studi baik di S1, S2 dan S3 saat perjalanan studi merasa ilmunya semakin bertambah. Pemahaman keilmuan yang digelutipun semakin mumpuni. Sehingga banyak diantara kita yang pada akhirnya merasa sangat PD karena kemampuan kita dalam memahami pelajaran yang diberikan. Terlebih, IPK yang diperoleh juga tidak bisa dibilang kecil. Singkatnya, mungkin sebagian ada yang mendapat predikat mahasiswa terbaik, aktor ini kita sebut si Pintar. Namun juga tidak sedikit yang kemudian merasa gagal, karena capaian IPK yang tidak diinginkan alias kecil kemudian kita sebut si Pejuang.

Lalu, apakah mencapai IPK yang tinggi itu penting? Tentu jawaban normatifnya itu penting doong ya. Coba lihat lowongan-lowongan pekerjaan banyak mensyaratkan IPK tinggi. Saya mendapat beberapa tips dari buku-buku yang pernah saya baca untuk mendapatkan IPK tinggi:

  1. Kuasai mata pelajaran yang tidak disukai teman
    Menguasai pelajaran yang tidak disukai teman, akan menjadi nilai lebih bagi anda. Biasanya mata kuliah ini jarang yang mendapat nilai A (sangat baik), cobalah secara keras untuk memahami mata kuliah ini. Logikanya, teman anda tidak akan suka mata kuliah ini sehingga anda akan lebih unggul dari teman anda.
  2. Kurangi tidur
    Ya, ini bukan mitos. Saat saya mengambil S2 di Ilmu komputer, karena asyik mengerjakan tugas maka kami rata-rata tidur hanya 3 sampai 4 jam sehari. Belajar dengan tipe ini tentu sangat melelahkan, tapi percayalah hasil yang didapat akan sangat baik
  3. Bermain di Perpustakaan
    Bermain diperpustakaan memberikan energi positif bagi kita untuk terus membaca dan mendalami pelajaran yang kita terima. Tangkap kata-kata kunci yang diberikan dosen di kelas, pasti penjelasan yang diberikan juga tidak begitu lengkap atau bahkan loncat. Perpustakaan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita yang sebelumnya belum terjawab.
  4. Bertanya kepada teman yang lebih bisa
    Bertanya kepada teman yang punya prestasi lebih baik dari suatu masalah yang kita tidak menguasai merupakan hal yang wajib. Karena, dengan bertanya kemampuan kita akan bertambah. Pemahaman kita yang tadinya tidak baik akan menjadi baik, sehingga kita jadi lebih mudah menguasai.

Namun, kalau sampai usaha itu dilaksanakan tapi anda belum baik juga tentu itu harus diterima. Tipsnya adalah anda punya skill unggulan yang orang lain tidak punya, tapi skill itu sangat dibutuhkan. Jadi anda bisa menjual diri anda dengan skill yang anda dapatkan. Intinya kalau IPK tinggi tidak perlu sombong, terus belajar dan kalau IPK rendah jangan rendah diri serta terus tingkatkan kemampuan diri melalui berbagai cara.

Nah akan berbeda lagi kalau sudah sampai pada tugas akhir (skripsi). Si pintar dan si pejuang tadi akan memiliki permasalahan yang sama, yaitu menentukan topik – membuat proposal penelitian – melaksanakan penelitian – melaporkan hasil penelitian dalam bentuk skripsi. Terkadang si Pintar jadi tertinggal akibat sudah merasa bisa dan kurang bisa fokus pada topik yang ingin digali.

Ternyata, berdasarkan pengalaman saya tidak ada hubungannya antara si Pintar dan si Pejuang tadi terhadap pemahaman tugas akhir atau penelitian. Semua tergantung pada bagaimana si Pintar dan si Pejuang tadi tetap memiliki rasa ingin tahu, haus terhadap informasi, tetap rendah hati dalam belajar, tekun dan terus belajar. si Pintar dan si Pejuang sama-sama punya kesempatan sukses dan gagal yang sama, tinggal bagaimana keduanya bisa keluar dari ujian ini dengan baik.

Maka, jangan pernah meremehkan diri anda sendiri dengan apa yang sudah anda capai ataupun terlalu bangga dengan apa yang kita pernah capai. Proporsional saja, sehingga kita akan benar-benar menjadi orang selalu siap menghadapi segala tantangan yang ada. Sikap ini sikap dasar agar kita menjadi pembelajar yang baik. Banyak diantara si Pejuang kadang merasa minder dengan kemampuan yang dimiliki mereka. Padahal si Pejuang ini juga punya pelung sukses yang sama dengan si Pintar.

Tsukuba, 14 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 6 November 2017

Musim gugur pertama bersama keluarga

Konon katanya musim gugur merupakan waktu dimana pemandangan sangat indah, walaupun suhu udara semakin dingin. Bisa dibayangkan siang hari walaupun cahaya matahari menyinari tapi tetap terasa dingin, jangan coba-coba tidak pakai jaket. November 2018 ini adalah tahun kedua saya di Tsukuba, dan merupakan musim pertama bagi putri dan istri yang ikut mendampingi menuntut ilmu di Jepang. Gugurnya daun merupakan mekanisme biologi yang merupakan respon dari dinginnya lingkungan.

Musim gugur juga dapat dinikmati disetiap kota di Jepang, sehingga sebenarnya tidak perlu jauh-jauh untuk menikmatinya jika anda sedang tinggal disini. Kamipun hanya keluar asrama dan coba mendokumentasikan apa yang kami lihat. Suasana ini mengingatkan kembali kepada kami untuk senantiasa bersyukur atas apa yang kami rasakan disini. Bukan berarti anda yang tidak sempat kesini tidak boleh bersyukur, justru kami bersyukur menjadi Indonesia. Indonesia merupakan surganya tempat indah di dunia, karena setiap sudutnya indah.

Apa yang kudu dipersiapkan di musim dingin ini:

  1. Heat tech, pakaian dalam dengan teknologi menahan panas tubuh. Ini diperlukan untuk memberikan rasa hangat bagi tubuh kita. Jika anda beli di UNIQ-LO harganya sekitar 1000 yen atau sekitar 100 ribuan.
  2. Jaket, lapisan selanjutnya adalah baju dan jaket. Jaket ini merupakan perangkat penting yang harus dimiliki pada musim dingin ini. Jaket yang digunakan-pun punya bahan yang berbeda dengan di Indonesia. Saya coba pakai jaket Eiger masih berasa dingin dan tembus, seperti ditusuk-tusuk.
  3. Pemanas ruangan, terkadang kita juga memerlukan pemanas ruangan yang diperlukan untuk memanaskan ruangan. Pemanas ini memang menghabiskan energi listrik, tapi apa boleh buat jika anda tidak tahan dingin sebaiknya menggunakan heater ini.
  4. Karpet atau selimut listrik, peralatan ini diperlukan saat tidur, jadi anda tetap merasa hangat.
  5. Makanan, karena suasana dingin tidak ada salahnya menyiapkan makanan. Kalau anda suka gorengan, maka gorengan ubi menjadi pilihan menarik. Musim dingin ini banyak ubi dijual dengan harga yang relatif murah dan anda bisa goreng sendiri.

Namun, bukan berarti dimusim dingin ini kita harus dirumah saja atau bermalas-malas. Ingat, pekerjaan kita masih menanti di depan mata. Semoga musim dingin ini membawa hasil yang memuaskan.

Selamat menikmati musim dingin, semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan dan kebahagian untuk anda sekeluarga. Semoga juga bagi anda yang ingin ke Jepang diberikan kemudahan untuk bisa mengunjungi negeri sakura. Saya sangat yakin akan banyak pengalaman yang bisa dibawa kembali ke Indonesia, untuk kembali berjibaku membangun bangsa Indonesia. Yuk mari…

Tsukuba, 05 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: