Oleh: Supriyanto Liwa | 21 September 2018

Gerakan Pramuka di Era Industri 4.0

Gerakan pramuka adalah gerakan mulia. Mari kita hayati lagi, isi dari tri satya dan dasa darma. Jangan hanya kagum dengan isi dan dalamnya makna yang terkandung disitu. Coba bayangkan sosok-sosok para pendiri Pramuka, bagaimana mereka berfikir saat itu? Cakrawala mereka jauh ke masa yang akan datang. Masa datang itu adalah kini (era milenial), saat hati kita mengatakan bahwa nilai pemikiran itu sangat luhur tapi kita sulit sekali mengamalkannya. Kita tetap fasih dan hafal nilai-nilai itu, tapi kita dalam hati kita bergulat fikiran bahwa ini adalah nilai yang tak mungkin bisa diamalkan, setidaknya dalam kondisi saat ini.

2229534885_806e522336_z

Namun demikian, kita sudah memilih Gerakan Pramuka sebagai organisasi di IPB. Maka jalan panjang menjadi anggota organisasi yang sudah tua di era milenial ini harus kita jalani. Biasanya ekspektasi mahasiswa baru saat masuk organisasi kampus adalah apa yang bisa saya terima dari organisasi ini. Ternyata saat anda memasuki organisasi semua 360 derajat kondisinya. Alih-alih ingin mendapat pelayanan malah kita diminta untuk memikirkan organisasi agar jalan, menyambut estafet kepemimpinan organisasi, mensinergikan sumberdaya manusia dan waktu, mengelola konflik, serta memikirkan visi dan misi pengembangan organisasi kedepan.

Itulah sedikit gambaran kondisi saat kalian memilih organisasi mahasiswa termasuk Gerakan Pramuka di Kampus. Tentu kita sebagai anggota gerakan pramuka harus siap untuk bersungguh-sungguh:

  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila
  • Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
  • Menepati Dasa dharma.

Terlebih saat ini kita berada di era Industri 4.0 menuju Smart Society 5.0 seperti sekarang ini, tentu kita akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Namun, saya yang pernah merasakan ditempa di gerakan pramuka sampai di IPB merasakan banyak manfaat dari apa yang saya hadapi. Apa yang kita hadapi di organisasi secara singkat seperti yang saya jelaskan di atas.

Lalu, apa saran saya untuk adik-adik menjalankan organisasi di era ini?

Pertama, Jadi Organisasi 4.0

Lihatlah keluar, banyak organisasi yang berubah dari organisasi konvensional menjadi organisasi yang berbasis ICT. Saat ini ada media youtube, facebook, instagram dan berbagai media lain. Manfaatkan media itu dengan kontent-kontent yang menarik dan bagus. Biasanya orang berfikir kalau kita harus orang IT atau ilmu komputer baru bisa memanfaatkan ini. Anda salah, justru content creator itu biasanya hadir dari bidang-bidang keilmuan yang berbeda. Tentu sinergi antar anggota di organisasi juga diperlukan.

Kedua, Turun Lapang

Setelah konten anda bangun, masuklah ke lapangan. Perkenalkan konten anda kepada khalayak ramai. Tentu segmen gerakan pramuka sangat luas bisa di segmentasi berdasarkan usia: penggalang, penegak dan pandega. Selain menyasar audiens pramuka, coba sasar juga audien masyarakat. Kombinasikan juga dengan poin satu untuk memperkaya konten kalian tadi.

Ketiga, Kerjasama

Era industri 4.0 menuntut kita menjadi Smart Society 5.0. Sederhanya kita harus menjadi masyarakat yang cerdas yang mampu bersinergi dengan orang-orang disekitar kita. Tidak hanya individu, tapi juga organisasi.

Sebagai contoh pengalaman, saat saya diminta menjadi penanggung jawab pameran kontingen IPB untuk pameran di Jambore Nasional. Waktu itu Pramuka IPB tidak punya slot dana ataupun akses untuk bisa ikut pameran. Pertama, tim menelepon atau menghubungi panitia untuk bisa memberikan stand gratis atau diskon kepada Pramuka IPB. Areanya, area komersial tidak masalah tapi setelah di survey ternyata tidak bagus.

Akhirnya kami cari akal, dana tak ada slot tidak ada. Akhirnya saya datangi ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kab. Bogor, waktu itu masih kak Engkus Sutisna. Saya tawarkan kepada beliau bahwa Pramuka IPB siap menjadi PJ pameran dari Kwarcab dengan membawa konsep yang sudah kami tata. Intinya 50 % isinya promosi Kwarcab dan 50% IPB. Walaupun, kontent yang kwarcab juga beririsan dengan scope IPB. Jadilah beliau memberikan dana segar sebesar Rp, 6.000.000 waktu itu. Dana itu bisa digunakan untuk menyewa truk dan modal awal. Untuk mengisi stand, tentu akan sulit dengan dana kami sendiri. Akhirnya tim berkeliling untuk menawarkan kerjasama, dengan dibayar dibelakang. Beberapa barang kami beli sendiri agar bisa mendapatkan profit. Pamerannya pun sukses dan kami bisa mengambil pengalaman dari situ.

Keempat, Tetap Rendah Hati

Walaupun kita memiliki banyak pengalaman mengorganisasi kegiatan atau prestasi tidak perlu sombong. Sikap ini diperlukan di era sekarang, dimana semua dinamis. Kita harus siap berubah dalam kondisi apapun dan tetap survive.

Penutup

Kesimpulannya, jadilah kreatif dan jangan batasi pemikiran kalian hanya pada kondisi saat ini saja. Tapi cobalah berfikir investasi melalui aktif di kegiatan kepramukaan ini, adalah investasi masa depan bagi anda. Tentu, nilai manfaat yang bisa diperoleh saat ini juga tak kalah penting walaupun sifatnya biasanya non materiil. Tetap semangat dan meminta pertolongan Allah SWT untuk setiap agenda kegiatan yang ada. Jangan hanya fokus pada berapa dana yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya? Tapi fokus pada apa manfaat dari suatu kegiatan kalau perlu tanpa mengeluarkan dana dengan mealakukan sinergi dan kerjasama dengan banyak pihak. Industri 4.0 dan smart society 5.0 memaksa kita untuk bisa lebih terbuka dan terus smart dalam kolaborasi.

Tsukuba, 21 September 2018
Supriyanto, S.Tp, M.Kom
Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem IPB
Mahasiswa Doktor Life and Environmental Sciences, University of Tsukuba
Pembina Pramuka IPB

Iklan
Oleh: Supriyanto Liwa | 9 September 2018

Menjadi Akademia Produktif

Hari ini melalui PPI Ibaraki saya dan teman-teman di Tsukuba mendapatkan pengalaman yang cukup berharga dari Prof. Muhammad Aziz yang merupakan Associate Profesor di Advanced Energy System for Sustainability Center, Tokyo Institute of Technology.

Beliau banyak bercerita pengalaman menjadi akademia di Jepang. Sebelum jadi seorang dosen beliau juga pernah bekerja di perusahaan swasta. Selanjutnya, beliau banyak bercerita kisah menjadi akademia. Akademia sendiri adalah istilah umum untuk semua elemen dalam pendidikan tinggi dan penelitian akademik. Akademia sendiri bisa Dosen, Postdoctoral, Peneliti ataupun mahasiswa Doktor dan master.

41316520_10217388214685994_5974288590929133568_n

Kita perlu bersepakat dulu mengenai ukuran keberhasilan dari seorang akademia? Saya kira secara internasional sepakat bahwa kontribusi seseorang terhadap ilmu pengetahuan. Alat ukurnya biasanya dilihat dari seberapa produktif seseorang dalam publikasi internasional. Prof Aziz yang menjadi pemateri kali ini sangatlah produktif menulis publikasi ilmiah menurut saya karena sampai saat ini sudah mempublikasikan 80 paper, 30 paper diantaranya sebagai penulis utama. Paling tidak dari ukuran profesor di Indonesia.

Publikasi sendiri setidaknya dapat dikategorikan menjadi beberapa kategori:

  1. Full/original article
    Jenis paper ini biasanya adalah hasil penelitian yang memiliki nilai originalitas tinggi. Tidak hanya hasil experiment, tapi si penulis harus mampu menunjukkan originalitas dari paper yang dibuat.
  2. Letter (Short communication)
    – Isinya adalah hasil cepat dan komunikasi awal kepada masyarakat.
    – Biasanya lebih singkat dari full paper (4 sampai 6 halaman)
  3. Review Paper 
    – Summarize recent developments
    – Not the place introduces new information
    – Often invited
  4. Technical note
    – Experiment dengan novelty yang agak rendah.
    – Technical method
  5. Conference Paper 
    – Biasanya untuk disseminasi

Bagi seorang dosen, tentu kinerjanya selain dari banyaknya paper juga ditentukan oleh seberapa banyak sumberdaya manusia yang berhasil dididik. Tentu, tidak hanya bidang penelitian tapi juga mempersiapkan si-mahasiswa agar diterima di bidang profesional.

Saya yang saat ini sebagai mahasiswa Ph.D tentu bisa mengambil banyak pelajaran dari apa yang disampaikan beliau. Mulai dari bagaimana kita harus terus bergerak untuk menghasilkan karya ilmiah dan juga mempertahankan ritme kita sebagai akademia. Tentu ritme ini berkaitan dengan stamina, jangan sampai stamina kita turun di tengah-tengah sehingga membuat kita tidak produktif.

Selain itu, setelah kembali ke Indonesia jaringlah kerjasama dengan pihak-pihak luar yang selama ini sudah anda kenal. Hal ini juga bagian dari menjaga semangat sebagai akademia. Secara jujur Indonesia masih jauh tertinggal dari bangsa lain. Namun, ini justru menjadikan kita harus terus bersemangat dan bekerja keras untuk mengejarnya.

Salam,
Supriyanto
Tsukuba 09 September 2018

 

 

Kira-kira terbayang atau tidak petani menggunakan internet beberapa tahun lalu? Tentu tidak ada yang membayangkan internet akan digunakan sedemikian massive di Indonesia. Platform yang sering dipakai oleh masyarakat Indonesia adalah media sosial atau social media. Sosial media yang populer diantaranya: facebook, twitter, dan instagram.

Facebook sendiri diluncurkan 4 Februari 2004 oleh penemunya Mark Zukerberg. Sederhananya, facebook itu seperti papan tulis (bulletin board) dimana setiap orang bebas memposting tulisan, gambar bahkan sampai ke video. Seiring perkembangannya, banyak kemudian masyarakat Indonesia menjadi pengguna aktif facebook. Ibaratnya nih ya, kalau gak buka facebook satu hari rasanya ada yang kurang.

Sistem kerja facebook adalah kita memiliki akun yang kemudian akan mendapatkan satu halaman yang disebut timeline. Jadi postingan kita akan disusun sesuai urutan waktu. Dari postingan paling akhir sampai postingan terlama. Kemudian, ada istilah pertemanan (friend). Layaknya di dunia nyata, pertemanan dilakukan dengan berkenalan (add friend), kemudian orang tersebut akan menerima pertemanan kita. Nah, kalau sudah berteman kita bisa melihat postingan dari teman kita itu.

Namun demikian, facebook tidak jarang menimbulkan pro dan kontra. Kenapa demikian, mari kita simak hal-hal positif dari facebook:

  1. Setiap kita bisa menjadi kantor berita. Kita bisa membagikan informasi kepada teman-teman kita hanya dengan memposting narasi dan gambar atau bahkan video.
  2. Berita akan cepat beredar. Karena setiap orang bisa membuat akun dan memposting apa saja, maka berita apa saja juga akan mudah beredar. Dengan fitur tag (tandai) teman maka kita bisa menayangkan berita dari teman.
  3. Tempat menyimpan memory. Tidak jarang, kita akan disuguhi tampilan postingan kita pada hari yang sama (history) dari sejak kita pertama kali membuat akun facebook.
  4. Mempromosikan diri atau produk. Mudahnya berkomunikasi dan memasang iklan secara pribadi di timeline kita, membuat facebook menjadi lapak untuk mempromosikan diri kita dan produk.
  5. Mudah digunakan. Bahkan orang yang baru pertama kali bisa menggunakan internet pun akan langsung bisa menggunakan facebok. Tidak jarang, ada orang yang tidak bisa mengoperasikan komputer PC bisa mengakses dan mengelola facebook ini. Cukup dengan menggunakan perangkat mobile (HP) yang dimilikinya.
  6. Tentu masih banyak dampak positif yang bisa diperoleh dari penggunaan facebook sebagai sosial media.

Tentu saja dampak positif itu perlu kita syukuri dan kita manfaatkan sebaik-baiknya. Bagi anda yang sedang studi tentu akan lebih mudah berbagi informasi mengenai pelajaran, dan penelitian melalui media ini. Bagi anda pedagang, lebih mudah berpromosi melalui media ini.

Tentu, setiap teknologi yang hadir juga muncul dampak-dampak negatif dari pemanfaatan facebook ini. Dampak negatif yang biasanya muncul diantaranya:

  1. Kecanduan. Nah ini dialami oleh banyak orang, mungkin termasuk saya. Rasanya ada yang kurang kalau tidak membuka facebook. Bahkan kalau internet sedang tidak konek atau paket internet habis maka kita akan kelabakan. Tentu kalau kita tidak bisa memanage hal ini, akan sangat buruk dampaknya.
  2. Tidak ada privacy. Kalau setiap orang memposting kegiatan yang dilakukannya, maka nyaris tidak ada privacy lagi. Bagi sebagian orang, tidak ada masalah tapi bagi sebagian orang ini akan menjadi masalah. Hal ini yang membuat Jepang misalnya, tidak memperkenankan kita memposting foto atau kegiatan melalui sosmed tanpa izin. Terlebih kalau foto anak-anak kita harus memblur kalau tidak ingin kena masalah dengan pihak berwajib.
  3. Fitnah. Karena mudahnya membuat berita sendiri. Maka banyak akun-akun palsu yang membagikan berita fitnah. Ini sering sekali menimpa politikus yang sedang beradu dalam pemilihan daerah sampai pemilihan presiden. Orang akan menyebarkan fitnah itu, bahkan terkadang sampai tidak tau sumber postingan yang sebenarnya.
  4. Penipuan. Tidak jarang orang menipu, dengan menggunakan akun palsu yang mirip dengan orang yang dipalsukannya. Orang yang menjadi teman sering kali menjadi korban penipuan. Penipuannya juga berbagai macam, mulai dari kirim pulsa sampai kirim uang puluhan juta rupiah.
  5. Tentulah banyak lagi dampak negatif sosial media yang bisa menimpa siapa saja.

Kesimpulannya, melalui media apapun baik itu sosial media facebook ataupun yang lainnya kita bisa mengoptimalkan kreativitas dan manfaat positifnya. Namun, tidak jarang ditemui juga masalah-masalah yang punya dampak negatif dari pemanfaatan facebook ini tadi. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijak, agar semua menjadi manfaat positif bagi kita.

Ingatlah, bahwa apa yang kita posting terekam di server dan akan sangat mudah ditampilkan. Bagi kita warga muslim tentu, menambah keyakinan kalau facebook saja dapat dengan mudah menampilkan informasi kita, apalagi Allah yang maha kuasa. Tentulah Allah punya teknologi yang lebih canggih dari semua ini.

Semoga Bermanfaat,
Tsukuba, 24 Agustus 2018
Supriyanto
email ; debasupriyanto@apps.ipb.ac.id
facebook.com/supriyanto7

Oleh: Supriyanto Liwa | 24 April 2018

Nomor Induk Dosen Nasional

Nomor Induk dosen nasional (NIDN) adalah nomor induk yang diberikan kepada dosen tetap di Indonesia. Dosen tetap disini bisa saja status kepegawaiannya:

  1. Dosen PNS Perguruan Tinggi Negeri
  2. Dosen Tetap Non PNS di Perguruan Tinggi Negeri
  3. Dosen PNS Kopertis
  4. Dosen Tetap Yayasan

 

Oleh: Supriyanto Liwa | 22 April 2018

Dunia Dosen

Beberapa tahun terakhir saya terlibat di dunia belajar mengajar pada strata 1, permasalahan yang sering dihadapi program studi di Universitas Swasta dan beberapa Universitas negeri adalah kurangnya sumberdaya bergelar Master. Kemudian muncul peraturan DIKTI yang mensyaratkan dosen harus bergelar S2.

Maka banyak dosen yang berbondong-bondong melanjutkan ke Jenjang S2. Sampai saat ini baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menerima formasi S2. Selanjutnya menjadi tugas dosen ybs untuk mencari beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang S3. Namun tentu karena kompetisi sangat ketat, tidak semua dosen memiliki kesempatan mendapatan beasiswa S3.

Di lain pihak, melalui program LPDP, beasiswa unggulan, dan PMDSU pemerintah menggenjot jumlah WNI yang bergelar Master ataupun Doktor. Belum lagi teman-teman di berbagai negara yang sekolah dengan beasiswa negara tujuan. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kapasitas riset dan kemampuan riset untuk menelurkan output yang baik untuk kemudian kembali ke Indonesia untuk mengembangkan riset.

Sekolah itu ibarat ngambil SIM kendaraan, setelah SIM didapat, selanjutnya mulai mengendari kendaraan. Walaupun skill mengendari mercedes benz type terbaru tapi adanya mobil angkot, akhirnya walaupun terpaksa. Begitulah analogi orang Indonesia yang sekolah S3 dan melakukan riset di advance laboratory dan kembali ke Indonesia dengan fasilitas yang sangat minim. Biasa nyupir mercedez benz terus nyupir angkot, pasti ajrug-ajrugan. he he …

Ini bukan kisah saya, tapi kisah teman2 yang riset di advance sciences.

Beberapa hari kemudian semua netizen kaget saat viral berita tentang DIKTI yang akan impor dosen asing:
https://news.okezone.com/…/mengajar-di-indonesia-dosen-asin…
http://www.republika.co.id/…/p7h34l282-dosen-asing-dan-nasi…
http://republika.co.id/…/p7fa1c428-kemenristekdikti-anggark…

Pemerintah memberikan anggaran yang cukup besar untuk mendatangkan dosen asing itu. Ada beberapa hal yang saya tidak setuju:

  1. Ketidakadilan menilai dosen Indonesia. Output yang selama ini tidak baik disebabkan karena peralatan laboratorium yang banyak usang dan tidak bersaing. Walaupun ada juga dosen yang tidak berkualitas, tapi tidak bisa dipukul rata.
  2. Gaji yang diberikan juga ada gap sangat tinggi, ini membuat kita sebagai orang Indonesia menjadi terus merasa dibawah. Andai nanti datang dosen dari luar dibayar lebih besar dari Profesor yang bereputasi di Indonesia (adil kah?).
  3. Belum dioptimalkannya alumni-alumni dari program beasiswa yang dikeluarkan pemerintah untuk menjadi dosen.

Sehingga sebelum ada impor dosen asing maka ada hal mendesak yang perlu dilakukan:

  1. Perbaikan sarana laboratorium agar bisa mengeluarkan output berstandar Internasional.
  2. Optimalisasi alumni-alumni beasiswa dari pemerintah.
  3. Upgrading kesejahteraan dosen Indonesia agar nantinya bisa mendorong produktivitas.
  4. Membangun advance Laboratory di Universitas-Universitas yang diberi mandat khusus pengembangan keilmuan yang advance dan lintas disiplin. Disini para dosen dan peneliti bertugas membuat output yang baik lintas disiplin. Kita belajar saja dari negara-negara lain seperti apa advance laboratory itu dibangun dan dijalankan untuk mendapatkan output yang mumpuni.

Semoga pengambil kebijakan melihat kembali permasalahan yang ada dan mengambil keputusan yang baik. Kami anak-anak muda yang sedang sekolah di Luar negeri mengharapkan keberpihakan kepada peneliti-peneliti muda untuk kembali berbakti kepada negeri.

Semoga berita ini juga masih dalam bentuk rencana ataupun pemikiran yang masih bisa dirubah dan diarahkan ke arah yang lebih baik dan berkeadilan.

Salam,
Supriyanto
(Mahasiswa PhD University of Tsukba)

Oleh: Supriyanto Liwa | 11 April 2018

First-day School Yochien, Syafira

Hari ini adalah hari yang istimewa bagi kami, putri pertama kami berkesempatan masuk sekolah untuk pertama kalinya. Setelah menanti beberapa bulan akhirnya masuk sekolah juga. Sekolah syafira adalah sekolah Yochien (Kidegarten / TK Kecil) Azuma, atau kami biasa menyebutnya Azuma Yochien. Lokasinya berada dekat dengan Tsukuba Center.

2

Sebenarnya untuk siswa baru yang akan masuk sekolah ini dapat dikategorikan menjadi dua jenis: masuk dari awal atau masuk dari tengah-tengah. Untuk yang masuk dari tengah (tidak diawal tahun) karena pindah sekolah dari Indonesia ke Jepang maka proses pendaftarannya:

  1. Datang ke sekolah
  2. Mengisi formulir dan orientasi (ditemani oleh penerjemah atau teman yang bisa bahasa Jepang)
  3. Persiapan sekolah
  4. Langsung Masuk Sekolah

Sementara kami, karena memang masuk pada tahun ajaran baru maka proses yang kami lalui adalah sebagai berikut:

Konsultasi ke City Hall 

Karena kami tidak tahu sekolah mana dan bagaimana prosedur mendaftara TK (Yochien) maka kami ke City Office Tsukuba (Kantor Walikota) terlebih dahulu. Kita diminta datang ke bagian School Affair, intinya yang mengurusi sekolah-sekolah di kota Tsukuba. Tanya aja receptionist, mereka akan mengarahkan.

Nah, sampai di sini kita akan ditanya tinggal dimana? Usia anaknya berapa? Karena sekolah disini disesuaikan dengan umur anak. Mulai dari 0 tahun juga ada sekolah yang menerima. Kami sendiri masuk di Yochien (usia 4 tahun) dan sekolah mulai pukul 08.40 sampai 13.00. Jenis sekolah ini tidak cocok bagi orangtua yang sekolah (suami dan istri) atau salah satu sekolah dan yang lain bekerja. Kalau anda bekerja maka Hokuen (sekolah full day) yang mirip-mirip daycare yang cocok untuk anda. Silahkan baca-baca panduan yang diberikan di city hall ini untuk memahami secara detail.

Setelah dijelaskan oleh staff di City Office, kami diarahkan untuk datang ke Yochien. Pihak City Office mula-mula menelepon pihak sekolah untuk menanyakan kapan mulai pendaftaran anak. Untuk proses pendaftaran sendiri dilakukan disekolahan.

Mendaftar Tahap 1. 

Setelah mendapatkan keterngan yang lengkap dari City office Tsukuba maka kami mendatangi sekolah yang dimaksud pada tanggal yang sudah ditentukan. Pada saat datang pertama intinya kami memperkenalkan diri akan memasukkan anak kami disekolah. Kemudian pihak guru memberikan formulir pendaftaran dan syarat-syarat apa saja yang diperlukan. Saya tidak ingat semua syarat, tapi beberapa syarat utama diantaranya:

  1. Residence card (KTP) Jepang
  2. My Number dari City Hall
  3. Mengisi Formulir

Untuk bisa berkomunikasi saya mengajak om Janu untuk menerjemahkan. Setelah formulir kami dapat, mereka memberi waktu beberapa hari untuk mengisi dan mengirimkan kembali. Setelah itu mereka memberi pengumuman untuk tahapan verifikasi Lanjutan dan perkenalan sekolah.

Mendaftar Tahap 2. 

Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, kami datang lagi untuk mendapatkan penjelasan mengenai program apa saja yang diselenggarakan di sekolah ini. Pada tahapan ini kita dijelaskan proses pembelajaran, diberi kesempatan melihat ruang kelas. Anak-anak juga sudah mencoba menjadi murid dan berkenalan dengan suasana kelas. Tentulah semua anak tampak gembira dan orang tua juga demikian.

Mendaftar Tahap 3. 

Tahapan selanjutnya adalah kita diundang lagi oleh sekolah untuk diperkenalkan kembali keadaan sekolah. Selain itu, pada tahapan ini kami mulai membeli peralatan, mengisi formulir dan menyelesaikan admistrasi (pembayaran) untuk sekolah. Saya lupa berapa biayanya. Tapi kemarin saya coba total kira-kira 20 ribuan yen termasuk membeli perlengkapan sekolah anak.

Masuk Sekolah 

Setelah perjalanan panjang pendaftaran itu, hari ini 11 April 2018 Allah berikan kesempatan anak kami untuk mencicipi sekolah hari pertamanya. Sehari sebelum sekolahpun semua sudah senang dan tampak antusias mempersiapkan keperluan anak. Maklum saja, sekolah di Yochien ini peralatan yang diperlukan banyak sekali diantaranya:

  1. Topi (ada dua jenis topi)
  2. Tas
  3. Baju Ganti
  4. Tempat Minum
  5. Sepatu Dalam
  6. Sepatu Luar
  7. Kaos Kaki
  8. Alat bersih-bersih
  9. Sikat gigi
  10. Alat makan
  11. Buku Gambar
  12. dan perintilan lain yang saya juga lupa he he

Semua peralatan itu diberi nama dengan menggunakan huruf Katakana dan dibawa kesekolah dalam bentuk gembolan.

1

Pergi kesekolah, dengan menggunakan Bus C10 dari Asrama Ichinoya menuju Tsukuba Center kemudian berjalan sedikit ke Yochien. Pagi ini kami memang datang agak pagi supaya tidak terlambat. Saat pintu dibuka oleh para guru sontak mereka mengatakan Ohaiyo Gozaimasu (selamat pagi)…

3

Selanjutnya 09.30 semua siswa dan orangtua murid diminta masuk ke dalam ruangan untuk meletakkan semua peralatan tadi di tempat yang sudah disediakan. Karena disekolah ini ada dua grade maka Syafira dapat grade TK kecil dan memiliki ruang kelas sendiri. Kemudian, karena akan diadakan welcoming ceremony maka anak-anak diminta untuk buang air kecil terlebih dahulu di toilet sekolah.

Setelah itu, semua anak diajak ke Hall untuk mengikuti welcoming ceremony. Suasana khidmad dan sederhana saya tangkap dari welcoming ceremony kali ini. Berikut kira-kira susunan acara welcoming ceremony:

  1. Pembukaan
  2. Sambutan dari Kepala Sekolah
  3. Sambutan dari Dinas Pendidikan
  4. Sambutan dari Parent and Teacher Association (PTA)
  5. Simulasi kelas
  6. Penutup
  7. Foto Bersama

Pada sambutan dari kepala sekolah, dinas dan perwakilan PTA sangat padat dan singkat. Saya sangat terkesan walaupun tidak bisa saya tangkap semua karena keterbasan bahasa. Intinya beliau mengucapkan selamat “Omodetou Gozaimasu” dan pesan-pesan untuk siswa dan wali murid.

Selanjutnya, pada sesi simulai kelas dua orang guru membawa papan peraga dan memperagakan simulai mengajar. Alat peraga sederhana sebenarnya, yaitu gambar yang dilengkapi magnet sehingga bisa menempel di papan tulis diikuti dengan piano dan bernyanyi. Murid-murid pun langsung mengikuti dan bernyanyi dengan para guru. Wah, saya jadi membayangkan betapa bahagianya kalau di Indonesia pada sekolah negeri juga seperti ini.

Setelah acara selesai, anak-anak dan orangtua kembali diajak ke ruang kelas anak-anak. Kemudian dijelaskan berbagai program kegiatan. Kami beruntung karena kebetulan guru TK kecil ada yang bisa berbahasa Inggris walaupun sedikit. Ya karena bahasa Inggris kami sama-sama tidak lancar jadilah komunikasinya jadi rileks dan santai.

Kelas hari inipun diakhiri dan meninggalkan kesan yang tak bisa dituliskan hanya dalam beberapa kalimat di Blog saya. Kamipun pulang kembali dan sempat makan di kampus di Kantin Marhaban bertiga. Saya, Istri dan anak tampak bahagia. Sekolah hari pertama yang menyenangkan. Semoga jadi awal yang baik bagi putri kami untuk menjadi generasi Sholehah dan Berpendidikan tinggi pada akhirnya nanti.

Akhirnya kepada Allah kami bersyukur dan kepada teman-teman yang membantu proses pendaftaran dan persiapan sekolah anak kami saya mengucapkan terima kasih. Khusus untuk om Janu, tante Rahmi Simamora, pakde Dhani Satria, dan Bude Oriza Sativa yang banyak membantu kami.

Tsukuba, 11 April 2018
Supriyanto
Email : debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 9 April 2018

Musim Semi, Kisah Hanamasha, Doho Park yang Mempesona

Semilir angin masih terasa dingin pagi kemarin walaupun sudah mulai masuk musim semi. Tadinya kami berencana ikut kegiatan di Masjid Tsukuba. Namun, akhirnya membatalkan kegiatan tersebut.

DEB_6859

Siang itu saya dan pak Rangga akhirnya mengunjungi Hanamasha dan Doho Park. Kali ini saya bergoncengan dengan putri saya (Syafira Tifania Azizah). Sepeda yang kami miliki adalah sepeda dilengkapi dengan goncengan anak di bagian depan dan belakang. Cukup aman, karena terkadang saat perjalanan agak jauh anak saya tidur di sepeda.

Rute perjalanan kali ini adalah: Asrama Ichinoya, menembus kampus Tsukuba, Amakubo, Tsukuba Center, Doho Park dan sampai di Hanamasha. Cukup jauh, sekitar 30 menitan menggunakan sepeda untuk sampai pada lokasi ini.

Hanamasha ini terhitung agak jauh dari Kampus University of Tsukuba. Toko ini menjual daging sapi segar yang halal. Tidak hanya daging, toko ini juga menyediakan buah-buahan, aneka produk ikan, dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya.

Pulangnya, kami menyempatkan diri mampir ke Doho park dengan niatan ingin sholat asar di taman. Doho Park adalah sebuah taman yang ada di sebelah selatan Tsukuba Center. Lokasi taman ini sendiri ada di dekat JAXA (Japan Aeroscape Agencies, Tsukuba). Berjajar pula lembaga-lembaga penelitian disekitar taman ini.

Saat kami datang, alhamdulillah disambut dengan mekarnya beberapa bunga yang di tanam. Selain itu ada puluhan bebek yang menghuni danau di taman ini menambah pesona. Ikan-ikan besar warna-warni juga tampak berenang cantik di dalam danau. Suasana pepohonan yang rindang juga menambah pesona taman ini. Mainan anak berupa prosotan, tempat bermain bola, dan berbagai wahana ramah anak juga tersedia di taman ini. Tempat minum dan toilet juga tersedia gratis dan cukup bersih.

Sekeliling danau dilengkapi dengan jogging track dengan panjang sekitar 1 km lebih. Jadi kalau kamu yang ingin menjaga kebugaran bisa lari berkeliling. Hal yang menarik, saat hari libur tiba mulai dari muda-mudi, orangtua, manula, anak-anak bisa menikmati taman ini gratis. Untuk muda-mudi tentu tempat ini cukuplah romantis, terdapat cafe menghadap ke taman yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai.

Tidak lupa menyempatkan untuk hunting foto bersama pak Rangga. Karena sudah menjelang magrib akhirnya kami pulang ke Asrama Ichinoya. Menyusuri sisi jalan raya (Higashi Odori) yang dilengkapi dengan jalur sepeda kami pun pulang. JAXA-Takezono-Tsukuba Center – Amakubo – Kampus Tsukuba – Ichinoya.

Demikian perjalanan kami kemarin (8 April 2019). Semoga memberikan kesan bagi para pembaca pengalaman sederhana ini. Jangan lupa kunjungi terus dan baca artikel-artikel lain yang menarik. Doakan saya agar terus bisa berbagi pengalaman mengenai banyak hal yang saya temui. Tentu, saya menunggu teman-teman untuk berbagi pengalaman pula.

Tsukuba, 09 April 2019
Supriyanto
email : debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

 

Oleh: Supriyanto Liwa | 5 April 2018

Sakura yang Mempesona

Musim semi banyak dinanti oleh para wisatawan ataupun warga Jepang sendiri. Pesona yang sangat dinanti adalah Bunga sakura. Menarik karena bunga ini akan mekar dan memberikan pemandangan putih ataupun pink hanya dalam dua minggu saja. Banyak warga yang menikmati dengan duduk di bawah pohon untuk sekedar makan siang bersama atau yang dikenal dengan istilah hamani. Gambar berikut menunjukkan keceriaan kami menikmati hamani di Ueno Park. Saya dan keluarga menyempatkan untuk berlibur sehari kesana.

Bunga sakura sendiri juga dapat dinikmati di sekitaran kampus University of Tsukuba. Lokasinya juga ada di beberapa sudut yang ada disini. Beberapa pemandangan berikut adalah contoh bunga sakura yang ada diseputaran kampus.

Hari ini, 05 April 2018 saat tulisan ini dibuat bunga sakura sudah mulai berguguran. Sampai jumpa di musim sakura tahun depan, semoga Allah masih memberikan kesempatan kepada kami untuk menikmati indahnya pemandangan bunga sakura ini.

Salam,
Supriyanto
email : debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: