Oleh: Supriyanto Liwa | 16 Mei 2017

Hitachi sea-side park

Hitachi seaside park berada di pantai yang mengarah ke Samudera Pasifik dan memiliki kondisi lingkungan yang unik. Total luas lahan seaside park adalah 350 hektar dengan 200 hektarnya langsung menghadap ke pasifik. Taman ini memiliki banyak koleksi bunga warna warni yang akan berganti pada 4 musim yang berbeda. Selain itu, lokasi ini juga dilengkapi dengan cycling track, hutan jogging, BBq di alam, dan banyak terdapat cafe dan restoran.

34512364175_34ee085b30_z

Bagaimana cara kesini:
Bagi anda yang akan dari Tokyo, dapat menggunakan JR line menuju Ajigaura Station. Karena kami dari Tsukuba, maka kami naik Bus terlebih dahulu ke stasiun Tsuciura dan melanjutkan perjalanan ke Ajigaura Station. Stasiun ini adalah satu stasiun setelah Mito station (ibukota Ibaraki).

34351566062_07b14aa63d_z.jpg

 

Selanjutnya anda akan diarahkan untuk naik Shuttle bus menuju ke pintu gerbang Hitachi seaside park. Kami kesini kemarin pada akhir musim dingin.

34322281032_14f590e7a1_z

Saat kami kesana kami disambut dengan pemandangan bunga Nemophila Harmony. Bunga ini warnanya biru dan tampak indah untuk dipandang. Lahan di bukit yang begitu luas memang didedikasikan untuk menanam bunga tersebut pada musim ini.

33669934394_9e4506a253_z

Saya akan share informasi mengenai foto-foto kami disana dan referensi yang mungkin teman-teman bisa gunakan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

  1. https://flic.kr/s/aHskZfjddv
  2. http://en.hitachikaihin.jp/information/flowering-2017.html
Oleh: Supriyanto Liwa | 13 April 2017

Hanami : Sakura blossom

Musim sakura telah tiba bersamaan dengan meningkatnya suhu lingkungan di sekitaran Jepang. Bunga sakura hanya berumur 2 minggu dari mulai mekar sampai gugur kembali. Bunga sakura ini sangat disukai oleh banyak orang. Bagi orang Jepang, bunga sakura menandai adanya perubahan waktu. Acara yang biasanya digelar adalah Hanami. Bentuk acaranya adalah duduk-duduk bertukar cerita dengan keluarga atau teman di bawah bunga sakura. Zaman sekarang tradisi ini juga masih dilestarikan oleh masyarakat Jepang. Menikmati mekarnya bunga sakura bersama dengan keluarga besar.

Bagi saya, sebagai mahasiswa di University of Tsukuba: saya memanfaatkan weeked di musim bunga sakura ini dengan ikut kegiatan bersama teman-teman Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPI) Ibaraki, Jepang.

Bunga sakura memang begitu indah kawan. Mari kita nikmati bagaimana indahnya bunga sakura melaui gambar-gambar yang saya tayangkan berikut.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 21 Maret 2017

Tsukuba rin-rin road つくばりんりんロード

Assalamualaikum, sahabat blog Supriliwa. Kali ini saya akan sharing mengenai Rinrin road tsukuba (つくばりんりんロード). Nah apa sih rinrin road itu? Rinrin road adalah jalur khusus sepeda yang disediakan cukup baik berjarak 40,1 km antara Tsuchiura sampai kaki Gunung Tsukuba.

IMG_1458

Nah kali ini saya bersama dengan mas Iqbal dan mas Nandang menelurusi jalur ini. Pertama-tama kami dari Ichinoya comunity center melalui jalan Kurihara untuk menuju ke rinrin road ini. Jarak yang harus kami tempuh untuk sampai ke jalur khusus sepeda ini sekitar 4 km.

IMG_1438

Selanjutnya kami mengambil arah Tsukuba mountain dan menelusuri jalanan ini. Suasana dan pemandangan di kiri dan kanan jalur ini adalah lahan pertanian. Karena kami berangkat di musim semi, maka tampak ada beberapa bunga ume yang sudah mulai bermekaran. Kami bersepeda sampai km 20. Cukup panjang dan menggembirakan. Teman-teman Indonesia yang kebetulan kuliah di Tsukuba harus mencoba jalur ini.

Jika musimnya pas seperti sekarang (spring) maka anda bisa menikmati keindahan bunga sakura di jalur ini. Sebelum sakura muncul ada muncul prunus mume (ume) di beberapa spot yang bisa anda temui.

SPR_9231

Oleh: Supriyanto Liwa | 20 Februari 2017

Ume – Japanese Flower

Ume adalah salah satu bunga yang cukup terkenal di daerah jepang. Ume biasanya mekar di bulan Februari. Bunganya kecil, namun cukup indah untuk diabadikan menjadi sebuah obyek fotografi. Nama ilmiah dari Ume adalah Prunus mume atau dalam bahasa inggris sering disebut plum.

ume-30ume-51

Bunga ume atau prunus mume ini berupa pohon dan akan mulai mekar pada pertengan winter (februari). Tanaman ini dapat tumbuh antara 4-10 meter. Namun bunganya cukup kecil dengan diameter sekitar 2-2.5 cm. Sehingga perlu lensa zoom untuk mendapatkan gambar terbaik bunga ini.

ume-77 Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 30 Januari 2017

Cerpen Fiksi: Jalan Cinta Mendaki Gunung Seminung

Teman-teman perkenalkan namaku Deba, aku dilahirkan di Liwa Lampung Barat. Saat ini aku duduk di Kelas 2 SMA Negeri 1 Liwa. Ya, hari itu tampak cerah saat kami rombongan Pramuka SMA Negeri 1 Liwa, Lampung Barat menuju ke Kotabatu. Kotabatu adalah daerah yang berada di OKU Selatan yang berbatasan dengan Lampung Barat. Gunung Seminung adalah gunung yang terletak di antara Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, dan Kecamatan Ranau Provinsi Sumatera Selatan. Sama seperti Gunung Merapi, gunung ini merupakan “gunung antar-provinsi”. Gunung ini berada di sebelah barat laut dari Kota Liwa dengan jarak sekitar 25 km. Kaki gunung ini berada di sebuah danau, yaitu Danau Ranau, yang juga merupakan sebuah “danau antar propinsi”. Gunung Seminung ini dipercaya oleh keturunan lampung dan komering (serta suku daya dan sebagian bengkulu selatan) merupakan asal daerah nenek moyang mereka berasal.

Seperti biasa sebagai anak Pramuka kamipun menaiki mobil L300 yang kami sewa. Kebetulan seoarang teman kami Wulan memiliki saudara yang punya kendaraan ini. Kami pun berkumpul di pelataran SMA 1 Liwa. Siang itu dibuka oleh Ibu Kepala Sekolah kami, melepas keberangkatan kami ke untuk menjelajah dan mendaki gunung seminung. Pak Jakfar yang merupakan pembina pramuka dan Bu Yani akan ikut mendampingi kami mendaki. Sebagai anggota pramuka kami biasa memanggil guru kami Kak Jakfar dan Kak Yani.

Ya, Bu kepala sekolah melepas Kak Jakfar dan Kak Yani. Pada sambutannya ibu Kepala sekolah menyampaikan amanat agar anggota pramuka mengamalkan dasadarma terutama cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Melalui pendakian ini, anggota pramuka diharapkan dapat mempelajari keanegaragaman hayati sembari saling menolong mengingat pendakian gunung membutuhkan kekompakan. Kami pun berdoa dan kemudian bersiap menaiki mobil bak terbuka. Suasana tampak ceria, semua peserta begitu senang mengikuti kegiatan pramuka kali ini. Kak Jakfar dan Kak Yani ikut juga menaiki mobil bersama kami. Seperti tak ada jarak antara kami dan Kakak pembina pramuka. Ya, inilah yang membuat kegiatan pramuka di SMA kami adalah ekstrakurikuler yang sangat digemari oleh siswa.

Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali … tampak nyanyian kami diperjalanan .. Kak Auzi dan Kak Dewi yang merupakan ketua pramuka putera kami sembari perjalanan tak henti-hentinya memimimpin kami bernyanyi. Sesekali kak Auzi bercerita hal-hal lucu saat pertama kali dia ikut kegiatan pramuka di SMA. Waktu pelantikan menjadi penegak Laksana pernah mendapat tantangan dari senior. Waktu itu malam, kak Auzi dan teman-teman mendapat pendidikan akhir untuk menjadi Penegak Laksana. Untuk menjadi penegak laksana syaratnya adalah memiliki binaan di pangkalan penggalang atau siaga. Kak Auzi waktu itu mebina SD Negeri 1 Liwa, dan Kak Dewi membina di SD Negeri 1 Way Mengaku bersama dengan teman-teman lainnya. Ya itulah yang harus dilakukan oleh calon penegak Laksana. Saya sendiri membina SD Padang Cahya bersama dengan Kak Gum. Kak Auzie bercerita dengan gayanya yang bersemangat kepada kami. Sesekali kamipun tertawa karena kak Auzi lucu sekali dalam bercerita dengan logat Bataknya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 24 Januari 2017

Cerpen – Mutiara dari Pekon Barus

Aku tinggal disebuah desa yang cukup cukup terpencil, jarak dari ibukota provinsi sekitar 229 km. Daerahku ini tidak terjangkau listrik, walaupun kini mayoritas daerah di Indonesia sudah ada listrik. Kampung sukamaju, begitulah orang menyebut daerah yang saya tinggali ini. Mereka memberi nama itu, karena mereka ingin dikemudian hari daerah mereka adalah daerah yang maju. Masyarakat disini umumnya menggantungkan hidup mereka dari pertanian.

Pagi itu, adalah hari pertama sekolah sekolah setelah bagi rapor. Saya duduk di kelas 4 SD dan hari ini saya begitu senang dan bersemangat menuju sekolah. Suasana kampungku sangat cerah, subuh itu seperti biasa terdengar suara adzan yang merdu terdengar dari surau di tengah kampungku. Pagi ini seperti biasa Pak Asep, seorang kakek tua yang adzan, suaranya merdu dan sangat dirindukan oleh masyarakat. Satu persatu warga, termasuk saya keluar dari rumah untuk menunaikan ibadah solat subuh. Ya, dengan menggunakan obor saya berjalan keluar rumah dan bergegas menuju sumur yang ada di belakang rumahku. Lokasi tempat mengambil wudhu berada di bagian luar rumah kami. Rumah kami terbuat dari kayu dan di bagian belakang ada sebuah sumur yang biasa kami gunakan untuk keperluan sehari-hari. Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 13 Januari 2017

Food Security Debate, University of Tsukuba

Baiklah kali ini saya akan membuat artikel dalam bahasa Inggris. Silahkan tanya via pesan singkat jika anda ingin mendapat penjelasan atau komentar terkait topik ini.

Global Food Security

Today is the final presentation of our Ph.D. debate course in Global Food Security partnership program, University of Tsukuba.This special course held for Monbukagakusho student funding by MEXT scholarship in Global Food Security partnership program. The professor in this course is Prof. Makoto Watanabe.  Before the final presentation, we get the course in ten times with another professor in University Tsukuba and outside.

This is the schedule of our class:

  1. 10/6. Prof. Kazue Watanabe, University of Tsukuba.
    Overview of human food and eco securities
  2. 10/13. Dr. Chia Chen, Univ of Tokyo.
    Global Agenda and implementation on sustainable development
  3. 10/20. Prof. Masato Yoshida, Univ of Tsukuba.
    World heritage and conservation.
  4. 10/27. Prof. Hanako Suzuki, University of Tsukuba.
    Transcultural recognition and human interaction.
  5. 11/10. Prof. Yoshihoro Shiraiwa/ Wilson, University of Tsukuba.
    Global Environmental Change and Human Activity.
  6. 11/17. Izumi Egami, Global manner springs.
    Introduction to Japanese Omodetenashi and common manner.
  7. 11/14. Prof Makoto Nakai, Mansanto Japan.
    Technology pipeline and sustaineable solution for agricultural challenges.
  8. 12/08. Prof. Kristie Collins, University of Tsukuba.
    Gender equality related issues.
  9. 12/15. Prof. Motoo Utsumi, University of Tsukuba.
    Water Security related issues
  10. 12/22. Appointed ones will lead the discussion and determine the Individual presentation presentation.
  11. 01/12. Individual presentation: 10 minute presentation and 5 minute Question and Answer.
    End of class.

img_69591

This course gives us (Ph.D. student) more perspective about Sustainable Development Goals (SDGS) and global perspective about food security and related issues in the world. This makes me learn more motivated me to improve my capability to solve many kinds of problem-related to life and environmental science included agriculture. There are many issues related to food security.

Food security: when all people at all times have physical and economic access to sufficient food to meet their dietary needs for a productive and healthy life.

Food security has three dimensions:

  1. AVAILABILITY of sufficient quantities of food of appropriate quality, supplied through domestic production or imports;
  2. ACCESS by households and individuals to adequate resources to acquire appropriate foods for a nutritious diet; and
  3. UTILIZATION of food through adequate diet, water, sanitation, and health care. (United States Department of Agriculture, 1996, p. 2)

Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 5 Januari 2017

Perpustakaan Institut Pertanian Bogor

Nah, kalau kemarin saya bercerita mengenai pengalaman memanfaatkan fasilitas perpustakaan University of Tsukuba di postingan sebelumnya. Saya ingin bercerita pengalaman memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Institut Pertanian Bogor (IPB). Perpustakaan IPB terdiri dari perpustakaan pusat atau yang dikenal dengan nama Layanan Sumberdaya Informasi (LSI). Jika ingin berkunjung ke perpustakaan mahasiswa umumnya mengatakan akan ke LSI.

167816_1807280030438_3020695_n-1

Layaknya perpustakaan di tempat lain layanan yang ada di perpustakaan IPB ini diantaranya adalah :

Katalog Buku atau On-line Public Access Catalog (OPC)

Katalog buku ini disediakan baik secara online maupun dengan akses katalog yang ada di dalam perpustakaan. Pengunjung yang ingin mencari koleksi buku, terlebih dahulu mencari nomer panggil dari buku yang ingin dibaca. Selanjutnya pengunjung mencatat nomor panggil itu dan bisa langsung menuju ke koleksi dan meminjamnya. Untuk penelusuran ini disediakan komputer di lantai 1 dan lantai 2 perpustakan.

Koleksi Buku Perpustakaan

Pepustakaan IPB memiliki 45884 judul buku, 1995 disertasi, 9138 Tesis, 45115 skripsi, 1538 laporan penelitian, dan 1661 artikel[28], belum termasuk koleksi di perpustakaan fakultas dan perpustakaan jurusan. Untuk di perpustakaan pusat IPB, anda bisa mencari koleksi buku di lantai 1 dan koleksi skripsi, tesis, atau disertasi di lantai 2.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: