Oleh: Supriyanto Liwa | 18 Juni 2017

Ramadhan di negeri sakura part 1

Tahun ini alhamdulillah mengalami suasana ramadhan di negeri sakura. Tepatnya saya berada di daerah Tsukuba, Ibaraki yang berjarak sekitar 60 km dari kota Tokyo. Tsukuba menjadi tempat bagi ratusan lembaga penelitian terkemuka di Jepang. Berdiri juga sebuah universitas negeri University of Tsukuba tempat saya menimba ilmu. Tagline dari universitas ini adalah Imagine the Future.

18835660_10213377442779203_6597639936762586259_n

Baiklah, kembali ke masalah romadhon. Malam pertama ramadhan kebetulan saya masih tinggal di asrama single karena keluarga belum datang. Suasana ramadhan disini terasa semarak saat kita berkumpul dengan komunitas muslim yang berkumpul di Tsukuba masjid. Asosiasi muslim tsukuba yang resmi bernama TIA (Tsukuba Islamic Association). Saat ramadhan tiba, shalat tarawih dan buka bersama (ifthar pun digelar).

Yang menarik dari suasana ramadhan di awal-awal saya disini adalah: Waktu saur yang dilaksanakan sekitar pukul 01.30 dan subuh 02.30 dan berbuka sekitar pukul 19.00 menjadi tantangan tersendiri. Tentu jam segitu kita masih pulas-pulasnya tidur. Saurpun terasa berat, tapi demi melaksanakan dan sempurnanya puasa ramadhan kamipun bangun.

Selanjutnya shalat subuh dan melaksanakan aktivitas seperti biasa. Saat melaksanakan aktivitas di kampus maupun diluaran tentu yang berpuasa hanya kita (minoritas) warga muslim. Kita masih menjumpai banyak rumah makan dan teman-teman kita warga mayoritas yang tidak berpuasa. Apakah kemudian puasa kita jadi terganggu, ternyata tidak. Malah kita bisa merasakan ibadah puasa yang khidmat tanpa hiruk pikuk adanya penutupan paksa atau memaksa umat islam berpuasa. Sungguh kesadaran iman lah yang menguatkan warga muslim untuk terus beribadah.

Pada 12 Juni 2017, ramadhan 2017 menjadi moment bahagia bagi saya dan keluarga. Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk membawa keluarga ke Jepang. Hari itu adalah hari ramadhan. Cerita mengenai perjalanan kami sudah saya posting di postingan sebelumnya.

https://supriliwa.wordpress.com/2017/06/14/perjalanan-bersama-keluarga-ke-jepang-part-1/

18700040_10213377442819204_7361915671886058616_n

Selanjutnya, pada Minggu 19 Juni 2017 komunitas Indonesia dan Malaysia diberi kesempatan untuk menjamu jamaah. Kali ini menu andalan yang dikeluarkan adalah; Telor balado, rendang, chicken karage, tahu ini, dan salad. Warga yang datangpun cukup banyak baik dari komunitas Indonesia maupun komunitas muslim lain. Menu yang disediakan hingga 400 packpun telah dinikmati oleh jamaah.

19366525_797148033777663_2670447724250929542_n

Untuk menyediakan menu tersebut, komunitas Indonesia membagi tim masak menjadi beberapa tim, mulai dari tim untuk memasak nasi, tim untuk memasak rendang, tim untuk memasak makanan lain, tim transportasi, tim belanja, tim pengepakan makanan sampai tim yang bertugas untuk membagi makanan. Tidak lupa tim penata parkir mobil yang memang sangat dibutuhkan dalam kegiatan ini. Semua bekerja untuk mendapatkan ridho Allah. Tnapa adanya paksaan dari pihak manapun.

19225711_797148060444327_8465018103478760108_n.jpg

Alhamdulillah acara lancar, buka bersama sekitar pukul 19.00 telah dilaksanakan dengan baik. Semoga Allah menyampaikan kita ke ramadhan selanjutnya. Tidak lupa juga semoga Allah menerima amal ibadah kita selama bulan ramadhan 2017 ini. Semoga kita diberikan kemudahan untuk bertaqwa dimanapun kita berada. Baik sedang di negeri sendiri maupun di negeri Jepang. Sukses selalu untuk kita semua.

19247584_797148077110992_7740344050089280244_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: