Liputan Tentang Rumah Kembara

Beberapa waktu lalu diakhir Desember 2011 saya sempat berdiksusi dengan teman – teman Mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang tergabung dalam Rumah Kembara. Rumah Kemabara (RK) adalah sebuah perkumpulan mahasiswa IPB yang cinta lingkungan dan mempunyai visi yang baik terhadap pengelolaan lingkungan baik di internal kampus maupun diluar kampus. Rumah kembara ini diinisiasi oleh seorang mahasiswa dari Fakultas Kehutanan IPB yang saat ini menjabat sebagai menteri Lingkungan Hidup IPB. Dia adalah Jun Harbi, seorang mahasiswa yang berasal dari Kota pempek palembang. Anggota yang terlibat di dalam rumah kembara diantaranya adalah Andi Kurniawan, Wihdatul AS, Ardilla Heartaqi, Bayu, Antoni Dafri, Doni, dan Tiara Eka.

Berikut adalah kutipan pemikiran yang dikembangkan oleh Rumah Kembara :
Pengelolaan Lingkungan (Environment Management) merupakah hal yang sangat penting saat ini. Permasalahan lingkungan yang kian hari semakin mengancam bumi menjadi perhatian berbagai pihak. Lingkungan kampus sebagai aset kapital bangsa juga perlu menerapkan sebuah manajemen pengelolaan lingkungan yang baik.
Institut Pertanian Bogor sebagai international class university tentu harus sadar lebih awal, bahwa perkembangan kampus IPB akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan yang ada. Kita ambil contoh pembangunan gedung-gedung baru untuk menampung mahasiswa dalam kegiatan akademik yang mengorbankan pohon-pohon yang ada di kampus IPB. Padahal semua orang tahu bahwa pohon-pohon besar disekitar kampus IPB inilah yang menjadikan IPB tampak nyaman dan sejuk.

Melihat kondisi tersebut maka perlu sebuah kajian mengenai pola pengelolaan lingkungan dilingkungan kampus IPB. Tidak hanya kita menyalahkan satu pihak saja, namun kajian ini diperlukan untuk melihat kondisi eksisting dan rencana kedepan pengelolaan lingkungan yang lebih terpadu di Institut Pertanian Bogor. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, tidak ada kata menyerah untuk berjuang. Hal itulah yang membuat Rumah Kembara (RK) untuk ikut dalam memperjuangkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di IPB.
Kajian yang akan dilakukan meliputi :
1. Kajian pengelolaan sampah di Institut Pertanian Bogor
2. Kajian ketersediaan sarana dan prasarana kebersihan di Institut Pertanian Bogor
3. Kajian Penutupan Lahan dan Reboisasi Kampus IPB
4. Kajian kondisi Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan Institut Pertanian Bogor
5. Kajian emisi gas Buang di Lingkungan Kampus IPB
6. Kajian peluang penerapan Bang Sampah di Desa-Desa di Indoensia
7. Kajian Pengembangan Konsep Pengelolaan Sampah Terpadu (Garbage Management System) di lingkungan Kampus IPB.

Kajian tersebut akan menjadi bahan dalam penyusunan :
1. Usulan Rencana Strategis Pengelolaan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB)
2. Rencana Aksi Pengelolaan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB)
3. Panduan Pengelolaan sampah keluarga terpadu
4. Pengelolaan Sampah Berbasis Bank di wilayah Perkotaan Indonesia
5. Dokumen Pengelolaan Lingkungan Terpadu.

Stake holder yang akan dilibatkan dalam kajian tersebut adalah :
1. Pimpinan Institut Pertanian Bogor
2. Dosen
3. Mahasiswa
4. Staff
5. Masyarakat Peduli Lingkungan
6. Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Lingkungan
7. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)
8. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)
9. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas)

Demikian rencana singkat kajian yang dapat dilakukan oleh Kelompok Kajian Lingkungan Rumah Kembara. Kajian tersebut sebenarnya sangatlah sederhana tapi akan berdampak besar bagi Pengelolaan Lingkungan di Kampus Kita tercinta.

Categories: liwa | Tags: , , , ,

1 Januari 2011 – Harapan Baru

Malam ini 1 januari 2011 telah dilalui, berbagai macam kegiatan telah dilaksanakan di tahun sebelumnya 2011. Banyak hal yang telah didapat ditahun 2011. Ada hal yang cukup berharga bagi saya di tahun 2011 ini, gelar M.Kom resmi disematkan oleh Institut Pertanian Bogor. Ini menjadi pertanda sendiri bahwa Allah SWT masih memberikan kemudahan bagi saya untuk menempuh jalur akademis di IPB.

Hal tersebut tentu menginspirasi untuk terus berkarya, karena kini status mahasiswa telah dilepas. Gelar yang diperoleh menjadi pertanda bahwa kita harus terus berkarya, terus bergerak, terus belajar dan tentu mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan.

Malam tahun baru ini banyak orang bersuka cita dengan hadirnya 2012, tidak berlebihan memang. Tapi suka cita itu layaknya direnungi secara positif. Terlewatinya 2011 membuat kita patut bersyukur, tapi juga patut untuk instrospeksi diri. Banyak yang membakar kembang api, ini menjadi pertanda sendiri bahwa kita perlu membakar kembali semangat yang pernah kita miliki di tahun 2011 untuk menghadapi 2012.

Harapan saya di-Tahun 2012 adalah :

  • Merampungkan pekerjaan rumah di tahun 2011, menjadi calon Bapak.
  • Memiliki rumah sendiri
  • 2 harapan tersebut yang menjadi harapan besar saya, selain cita-cita yang lain yang tidak bisa disebutkan disini.

    Categories: liwa | Tags: , ,

    Belajar Memotret atau Belajar Fotografi

    Kalau berbicara fotografi saat ini tentu anda membayangkan memiliki sebuah kamera DSLR dengan harga yang cukup fantastis. Ini saya alami ketika saya ingin belajar fotografi, saya akhirnya kepincut untuk membeli NIKON D3100 dan memulai memotret. Sebelum kita bercerita lebih jauh ada baiknya kita memahami dulu apa itu fotografi. Saya mengambil penjelasan dari wikipedia. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

    Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “Fos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

    Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

    Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

    Nah kalau dilihat ada segitiga utama dalam fotografi yaitu ISO Speed, Aperture dan Speed. Ketiga hal inilah yang harus difahami dan dimainkan dalam fotografi. Terkadang kita putus asa karena tidak dapat mengambil foto yang baik.

    Namun demikian ada tips mungkin bagi anda yang tidak terlalu ingin repot dalam fotografi, diantaranya tips sederhana yang dapat anda lakukan adalah :
    1. Sebelum memotret pastikan apa yang akan anda potret adalah hal yang menarik, ini akan menentukan sekali apakah foto anda akan dinikmati oleh orang lain atau tidak.
    2. Pastikan posisi (angle) pengambilan gambar tepat, coba lihat karya-karya orang lain. Mungkin ini akan membantu anda untuk menemukan angle yang pas untuk karya anda.
    3. Jangan takut memotret, potret saja hal-hal yang menarik menurut kita. Karena terkadang gambar yang menarik adalah gambar yang kita potret tidak sengaja, atau momen yang hanya datang sekali dalam hidup kita.
    4. Belajar dan terus belajar, mungkin inilah yang kemudian akan membawa anda menjadi fotografer profesional.

    Categories: liwa | Tags: ,

    Blog pada WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.