Oleh: Supriyanto Liwa | 24 Januari 2017

Cerpen – Mutiara dari Pekon Barus

Aku tinggal disebuah desa yang cukup cukup terpencil, jarak dari ibukota provinsi sekitar 229 km. Daerahku ini tidak terjangkau listrik, walaupun kini mayoritas daerah di Indonesia sudah ada listrik. Kampung sukamaju, begitulah orang menyebut daerah yang saya tinggali ini. Mereka memberi nama itu, karena mereka ingin dikemudian hari daerah mereka adalah daerah yang maju. Masyarakat disini umumnya menggantungkan hidup mereka dari pertanian.

Pagi itu, adalah hari pertama sekolah sekolah setelah bagi rapor. Saya duduk di kelas 4 SD dan hari ini saya begitu senang dan bersemangat menuju sekolah. Suasana kampungku sangat cerah, subuh itu seperti biasa terdengar suara adzan yang merdu terdengar dari surau di tengah kampungku. Pagi ini seperti biasa Pak Asep, seorang kakek tua yang adzan, suaranya merdu dan sangat dirindukan oleh masyarakat. Satu persatu warga, termasuk saya keluar dari rumah untuk menunaikan ibadah solat subuh. Ya, dengan menggunakan obor saya berjalan keluar rumah dan bergegas menuju sumur yang ada di belakang rumahku. Lokasi tempat mengambil wudhu berada di bagian luar rumah kami. Rumah kami terbuat dari kayu dan di bagian belakang ada sebuah sumur yang biasa kami gunakan untuk keperluan sehari-hari. Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 13 Januari 2017

Food Security Debate, University of Tsukuba

Baiklah kali ini saya akan membuat artikel dalam bahasa Inggris. Silahkan tanya via pesan singkat jika anda ingin mendapat penjelasan atau komentar terkait topik ini.

Global Food Security

Today is the final presentation of our Ph.D. debate course in Global Food Security partnership program, University of Tsukuba.This special course held for Monbukagakusho student funding by MEXT scholarship in Global Food Security partnership program. The professor in this course is Prof. Makoto Watanabe.  Before the final presentation, we get the course in ten times with another professor in University Tsukuba and outside.

This is the schedule of our class:

  1. 10/6. Prof. Kazue Watanabe, University of Tsukuba.
    Overview of human food and eco securities
  2. 10/13. Dr. Chia Chen, Univ of Tokyo.
    Global Agenda and implementation on sustainable development
  3. 10/20. Prof. Masato Yoshida, Univ of Tsukuba.
    World heritage and conservation.
  4. 10/27. Prof. Hanako Suzuki, University of Tsukuba.
    Transcultural recognition and human interaction.
  5. 11/10. Prof. Yoshihoro Shiraiwa/ Wilson, University of Tsukuba.
    Global Environmental Change and Human Activity.
  6. 11/17. Izumi Egami, Global manner springs.
    Introduction to Japanese Omodetenashi and common manner.
  7. 11/14. Prof Makoto Nakai, Mansanto Japan.
    Technology pipeline and sustaineable solution for agricultural challenges.
  8. 12/08. Prof. Kristie Collins, University of Tsukuba.
    Gender equality related issues.
  9. 12/15. Prof. Motoo Utsumi, University of Tsukuba.
    Water Security related issues
  10. 12/22. Appointed ones will lead the discussion and determine the Individual presentation presentation.
  11. 01/12. Individual presentation: 10 minute presentation and 5 minute Question and Answer.
    End of class.

img_69591

This course gives us (Ph.D. student) more perspective about Sustainable Development Goals (SDGS) and global perspective about food security and related issues in the world. This makes me learn more motivated me to improve my capability to solve many kinds of problem-related to life and environmental science included agriculture. There are many issues related to food security.

Food security: when all people at all times have physical and economic access to sufficient food to meet their dietary needs for a productive and healthy life.

Food security has three dimensions:

  1. AVAILABILITY of sufficient quantities of food of appropriate quality, supplied through domestic production or imports;
  2. ACCESS by households and individuals to adequate resources to acquire appropriate foods for a nutritious diet; and
  3. UTILIZATION of food through adequate diet, water, sanitation, and health care. (United States Department of Agriculture, 1996, p. 2)

Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 5 Januari 2017

Perpustakaan Institut Pertanian Bogor

Nah, kalau kemarin saya bercerita mengenai pengalaman memanfaatkan fasilitas perpustakaan University of Tsukuba di postingan sebelumnya. Saya ingin bercerita pengalaman memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Institut Pertanian Bogor (IPB). Perpustakaan IPB terdiri dari perpustakaan pusat atau yang dikenal dengan nama Layanan Sumberdaya Informasi (LSI). Jika ingin berkunjung ke perpustakaan mahasiswa umumnya mengatakan akan ke LSI.

167816_1807280030438_3020695_n-1

Layaknya perpustakaan di tempat lain layanan yang ada di perpustakaan IPB ini diantaranya adalah :

Katalog Buku atau On-line Public Access Catalog (OPC)

Katalog buku ini disediakan baik secara online maupun dengan akses katalog yang ada di dalam perpustakaan. Pengunjung yang ingin mencari koleksi buku, terlebih dahulu mencari nomer panggil dari buku yang ingin dibaca. Selanjutnya pengunjung mencatat nomor panggil itu dan bisa langsung menuju ke koleksi dan meminjamnya. Untuk penelusuran ini disediakan komputer di lantai 1 dan lantai 2 perpustakan.

Koleksi Buku Perpustakaan

Pepustakaan IPB memiliki 45884 judul buku, 1995 disertasi, 9138 Tesis, 45115 skripsi, 1538 laporan penelitian, dan 1661 artikel[28], belum termasuk koleksi di perpustakaan fakultas dan perpustakaan jurusan. Untuk di perpustakaan pusat IPB, anda bisa mencari koleksi buku di lantai 1 dan koleksi skripsi, tesis, atau disertasi di lantai 2.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 3 Januari 2017

Pusat Perbelanjaan IAAS Tsukuba

Bagi masyarakat Tsukuba IAAS merupakan tempat yang sangat terkenal. Ini merupakan mall yang cukup besar di Tsukuba. Lokasinya sendiri ada di Kenkyu Gakuen dekat dengan City Hall dan stasiun Kenkyu Gakuen. Stasiun Kenkyu Gakuen merupakan stasiun pada Jalur Tsukuba Express no.19. Sementara, stasiun Tsukuba sendiri adalah stasiun nomer 20. Artinya jalur Tsukuba Express dari Akhihabara sampai Tsukuba akan melewati 20 stasiun termasuk stasiun paling ujung Tsukuba dan Akhihabara. Berikut adalah tampilan dari Stasiun Kenkyu Gakuen.

img_0003

Nah, kalau anda menggunakan kendaraan umum paling mudah adalah naik Kereta baik dari stasiun Tsukuba atau stasiun lainnya dan turun di Kekyu Gakuen. Setelah sampai di stasiun ini anda tinggal berjalan sekitar 200 meter.

station_rosenzu Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 25 Desember 2016

Ueno Park – 上野公園, Ueno Kōen

Ueno park (上野公園, Ueno Kōen) merupakan taman publik di kawasan Tokyo, Jepang. Memang hal yang paling menarik di Jepang adalah, tersedianya taman-taman publik yang dapat menjadi tujuan wisata bagi banyak orang. Ya, kali ini saya dan teman-teman dari Tsukuba akan mengunjungi Ueno Park. Ueono park kami pilih sebagia destinasi ngebolang bulan ini.Seperti biasa kami berangkat dari Tsukuba dengan Tsukuba Express, turun di Minami Senju dan lanjut ke Stasiun Ueno.

Ueno park awalnya adalah kuil Kan’ei-ji yang merupakan kuil terbesar keluarga Tokugawa. Sejak restorasi meiji, lokasi ini dikonversi menjadi salah satu taman dengan bergaya arsitek Jepang yang diberi nama Ueno Park. Ueno park sendiri dibuka pada tahun 1876 M dan tahun 1882 M dibangun kebun binatang Ueno dan Museum Nasional Tokyo. Sejak tahun 1924M, Ueno park secara resmi diserahkan kepada pemerintah kota Tokyo oleh bagian rumah tangga kekaisaran dan diberi nama Ueno Koen Onshi, yang berarti “Taman Ueno Pemberian Kaisar”.

Nah, gambar dibawah ini memberikan gambaran posisi dari ueno park. Untuk lebih jelasnya kita bisa menelusur dengan google maps di link berikut [klik disini]. Anda dapat berjalan-jalan dengan menggunakan google street.

map

Nah, tempat pertama yang kami kunjungi adalah greenpark. Pada lokasi ini terdapat pemandangan yang indah berupa taman. Ya, bagi kita oran Indonesia tentulah taman di tengah kota yang terjaga seperti ini sangat jarang di jumpai. Ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Pada lokasi ini anda dapat duduk-duduk atau sekedar jalan-jalan santai.

IMG_5244.JPG

Apa saja yang kami kunjungi disini:

Kuil of Kaneji. 

Temple ini didirikan pada tahun 1625 oleh seorang biksu dengan nama Tenkai Sojo yang bekerja pada Tokugawa clan. Lokasi ini sangat menarik bagi anda semua, karena terdapat nuansa yang tenang dan sangat religius pagi umat budha.

Taito-ku Shitamachi Museum 

Museum ini memberikan informasi mengenai kehidupan masyarakat perkotaan Jepang pada masa lalu. Terlihat terdapat miniatur pertokoan ala Jepang pada masa lalu, permainan-permainan adak-anak dan menggambarkan situasi perkotaan pada masa lalu. Seiring perkembangan zaman, moderenisasi Tokyo tak bisa dibendung lagi, sehingga kita amat sulit melihat sisi tradisional bangunan ataupun arsitektur Jepang di Tokyo.

Museum ini buka setiap hari pada pukul 9.30 s.d. 16.30 dengan cukup membayar 300 yen bagi pengunjung dewasa. Lokasi nya berada di 2-1 Ueno Koen, Taito-ku, Tokyo 110-0007.

National Museum of Western Art

Museuum ini menampilkan seni barat, terutama seniman dari Eropa. Sejak masuk sampai keluar anda akan disuguhi pameran lukisan yang dilukis oleh seniman barat. Tentu anda harus pelan-pelan dan menikmati satu persatu karya itu.

 

Oleh: Supriyanto Liwa | 20 Desember 2016

Uang Rupiah Cetakan Baru

Wah, menarik di akhir tahun 2016 ini muncul uang Rupiah cetakan baru. Ya, sejatinya uang adalah nilai tukar yang diciptakan oleh suatu negara. Dahulunya, alat tukar yang sah yang digunakan adalah barang tukar barang (barter) atau tukar dengan satuan emas dan perak. Nah, dengan perkembangan dunia moderen saat ini muncullah uang kertas dan uang logam. Seperti yang sekarang sedang ramai di bicarakan adalah desain yang pecahan yang baru.

15578557_1697559500555114_8253804134716738595_n

Uang desain baru yang diluncurkan pada hari ini terdiri dari tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam. Uang desain baru tersebut menampilkan gambar 12 pahlawan nasional yang ditetapkan sesuai dengan keputusan presiden.

Untuk uang rupiah kertas, mulai dari pecahan Rp 100.000 (gambar utama Ir Soekarno dan Moh. Hatta), Rp 50.000 (gambar utama Ir. H. Djuanda Kartawidjaya), Rp 20.000 (gambar utama Dr. G.S.S.J Ratulangi), Rp 10.000 (gambar utama Frans Kaisiepo), Rp 5.000 (gambar utama K.H Idham Chalid), Rp 2.000 (gambar utama Mohammad Hoesni Thamrin) dan  Rp 1.000 (gambar utama Tjut Meutia).

Sedangkan untuk pecahan logam, mulai dari Rp 1.000 (gambar utama I Gusti Ketut Pudja), Rp 500 (gambar utama Letjend TNI T.B Simatupang), Rp 200 (gambar utama Tjiptomangunkusumo) dan Rp 100 (gambar utama Herman Johannes).

Nominal uang yang tertulis sejatinya menggambarkan seberapa mampu yang itu untuk membayar sesuatu (ditukar dengan barang) atau yang sering dikenal dengan membeli. Membeli sesuatu dengan uang kertas itu.

Oleh: Supriyanto Liwa | 5 Desember 2016

Urban farming

Urban farming akhir-akhir ini ngetop di daerah Jabodetabek. Apa sih urban farming? Urban agriculture, urban farming or urban gardeningis the practice of cultivating, processing, and distributing food in or around a village, town, or city. Urban agriculture can also involve animal husbandry, aquaculture, agroforestry, urban beekeeping, and horticulture. 

He he .. ya, intinya sih bertani di daerah perkotaan. Tentu, yang namanya daerah perkotaan lahannya sempit dan tentu juga tidaklah ideal untuk kegiatan pertanian yang biasa. Kemudian bagaimana teknik yang bisa dilakukan untuk bertani di perkotaan. Tentulah akan berbeda dengan cara bertani yang umum dilakukan di sentra-sentra pertanian seperti tampak pada gambar berikut:

12715462_10208913202095976_6585602461701973927_n

Hidroponik 

Teknik hidroponik ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Hidroponik intinya adalah menanam tanaman (terutama sayuran) dengan menggunakan media air. Nah apakah air putih saja? tentulah tidak. Anda perlu menggunakan larutan nutrisi makro (N, P, K) dan mikro (Mg Cl dll). Kebutuhan unsur hara makro dibutuhkan sangat banyak, sementara unsur hara mikro sangat sedikti dibutuhkan, namun penting.

Jpeg

Jpeg

Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 4 Desember 2016

Mout Tsukuba, aku datang dengan sepeda

Yeaaa.. Alhamdulillah kemarin (Sabtu, 3 Desember 2016) saya berkesempatan mengunjungi mount tsukuba dengan menggunakan sepeda. Ya, perjalanan kami mulai seperti biasaya dari Ichinoya Dormitory. Kali ini tujuan utama perjalanannya adalah jalan-jalan ke daerah kampung sekitar Tsukuba. Tadinya hanya ingin lihat view Mount Tsukuba dari jarak jauh. Kamipun mengayuh sepeda menuju jalan utama menuju mount tsukuba. Perjalanan kami bagi dua: pertama dengan sepeda sampai Tsukubasan Shrine, kemudian dengan Cable Car dari Tsukuba san ke puncak Tsukuba.

untitled

Perjalanan dari Ichinoya menuju Tsukubasan Shrine ditempuh sejauh 12 km. Namun setelah sampai di kaki gunung Tsukuba, perjalanan menanjak. Akhirnya karena kami tidak kuat mengayuh sepeda, kamipun menuntut sepeda kami.

img_4362 Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: