Smart City adalah pengembangan visi perkotaan yang terintegrasi dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Internet of Thing (IoT). TIK di klaim sebagi inti dari smart city (Graham & Marvin, 2001) dalam pengelolaan asset perkotaan secara terintegrasi. Smart city perperan dalam peningkatan taraf hidup masyarakat perkotaan (Ben Letaifa, 2015) apabila layanan berbasis ICT dilakukan dengan kualitas tinggi, termasuk privasi akan diterima dengan baik oleh masyarakat (Yeh, 2017).

Smart-Cities-All-you-need-to-know

Kota-kota di Indonesia banyak yang telah memanfaatkan teknologi smart city ini diantaranya adalah Bandung (Gambar 1), Surabaya dan DKI Jakarta. Kota-kota ini mengklaim telah sukses memanfaatkan TIK dalam pengelolaan aset daerah dan layanan public. Sebagai contoh, transportasi dapat di monitor secara terintegrasi dengan menggunakan CCTV, namun tentu aksi pengelolaan lalu lintasnya masih dilakukan secara manual oleh petugas lapangan. Selain itu, deteksi genangan dan sistem parkir.

Menurut saya jika ditarik kesimpulan Smart City adalah manajemen pengelolaan aset perkotaan secara cerdas. Cerdas disini yang dimaksud adalah pengelolaan secara baik dan bijaksana. Tentu di era digital seperti ini pengelolaan aset ini tidak lepas dari pemanfaatan TIK. Untuk memberikan gambaran yang sederhana mengenai peran TIK pada smart city, tulisan ini akan membahas mulai dari analisis terhadap aspek layanan smart city, Jenis-jenis TIK pada smart city, dan strategi penerapannya. Pada akhir bab akan diberikan contoh-contoh ide pengembangan smart city yang dapat dijadikan ide pembuatan tugas akhir, bisnis mapun latihan bagi anda.

Lebih lengkap dapat anda download disini :

Supriyanto. 2017. Penerapan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi pada Smart City. Unpublished article. Mechanical and Biosystem Engineering, Bogor Agricultural Unversity.

Iklan
Oleh: Supriyanto Liwa | 18 Juni 2017

Ramadhan di negeri sakura part 1

Tahun ini alhamdulillah mengalami suasana ramadhan di negeri sakura. Tepatnya saya berada di daerah Tsukuba, Ibaraki yang berjarak sekitar 60 km dari kota Tokyo. Tsukuba menjadi tempat bagi ratusan lembaga penelitian terkemuka di Jepang. Berdiri juga sebuah universitas negeri University of Tsukuba tempat saya menimba ilmu. Tagline dari universitas ini adalah Imagine the Future.

18835660_10213377442779203_6597639936762586259_n

Baiklah, kembali ke masalah romadhon. Malam pertama ramadhan kebetulan saya masih tinggal di asrama single karena keluarga belum datang. Suasana ramadhan disini terasa semarak saat kita berkumpul dengan komunitas muslim yang berkumpul di Tsukuba masjid. Asosiasi muslim tsukuba yang resmi bernama TIA (Tsukuba Islamic Association). Saat ramadhan tiba, shalat tarawih dan buka bersama (ifthar pun digelar).

Yang menarik dari suasana ramadhan di awal-awal saya disini adalah: Waktu saur yang dilaksanakan sekitar pukul 01.30 dan subuh 02.30 dan berbuka sekitar pukul 19.00 menjadi tantangan tersendiri. Tentu jam segitu kita masih pulas-pulasnya tidur. Saurpun terasa berat, tapi demi melaksanakan dan sempurnanya puasa ramadhan kamipun bangun.

Selanjutnya shalat subuh dan melaksanakan aktivitas seperti biasa. Saat melaksanakan aktivitas di kampus maupun diluaran tentu yang berpuasa hanya kita (minoritas) warga muslim. Kita masih menjumpai banyak rumah makan dan teman-teman kita warga mayoritas yang tidak berpuasa. Apakah kemudian puasa kita jadi terganggu, ternyata tidak. Malah kita bisa merasakan ibadah puasa yang khidmat tanpa hiruk pikuk adanya penutupan paksa atau memaksa umat islam berpuasa. Sungguh kesadaran iman lah yang menguatkan warga muslim untuk terus beribadah.

Pada 12 Juni 2017, ramadhan 2017 menjadi moment bahagia bagi saya dan keluarga. Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk membawa keluarga ke Jepang. Hari itu adalah hari ramadhan. Cerita mengenai perjalanan kami sudah saya posting di postingan sebelumnya.

https://supriliwa.wordpress.com/2017/06/14/perjalanan-bersama-keluarga-ke-jepang-part-1/

18700040_10213377442819204_7361915671886058616_n

Selanjutnya, pada Minggu 19 Juni 2017 komunitas Indonesia dan Malaysia diberi kesempatan untuk menjamu jamaah. Kali ini menu andalan yang dikeluarkan adalah; Telor balado, rendang, chicken karage, tahu ini, dan salad. Warga yang datangpun cukup banyak baik dari komunitas Indonesia maupun komunitas muslim lain. Menu yang disediakan hingga 400 packpun telah dinikmati oleh jamaah.

19366525_797148033777663_2670447724250929542_n

Untuk menyediakan menu tersebut, komunitas Indonesia membagi tim masak menjadi beberapa tim, mulai dari tim untuk memasak nasi, tim untuk memasak rendang, tim untuk memasak makanan lain, tim transportasi, tim belanja, tim pengepakan makanan sampai tim yang bertugas untuk membagi makanan. Tidak lupa tim penata parkir mobil yang memang sangat dibutuhkan dalam kegiatan ini. Semua bekerja untuk mendapatkan ridho Allah. Tnapa adanya paksaan dari pihak manapun.

19225711_797148060444327_8465018103478760108_n.jpg

Alhamdulillah acara lancar, buka bersama sekitar pukul 19.00 telah dilaksanakan dengan baik. Semoga Allah menyampaikan kita ke ramadhan selanjutnya. Tidak lupa juga semoga Allah menerima amal ibadah kita selama bulan ramadhan 2017 ini. Semoga kita diberikan kemudahan untuk bertaqwa dimanapun kita berada. Baik sedang di negeri sendiri maupun di negeri Jepang. Sukses selalu untuk kita semua.

19247584_797148077110992_7740344050089280244_n

Oleh: Supriyanto Liwa | 16 Juni 2017

Jurnal terbitan Indonesia yang terindeks scopus

Siapa sih scopus itu? scopus adalah lembaga indeksasi jurnal yang cukup terkenal akhir-akhir ini. Kalangan dosen dan peneliti Indonesia akhir-akhir ini sangat akrab karena kata-kata terindeks scopus masuk dalam salah satu list publikasi yang direkomendasikan untuk mendapat nilai baik oleh Tim Penilai Karya Ilmiah (TPKI).

scientific-publications1

Basis data yang di index oleh Scopus perusahaan milik Elsevier menuruta saya tidak ubahnya seperti sebuah database yang memuat judul-judul karya ilmiah yang diterbitkan oleh banyak jurnal. Untuk bisa di index atau masuk ke dalam basis data scopus maka publisher harus mendaftarkan ke lembaga indeksasi ini (scopus). Selanjutnya secara otomatis indeksasi ini juga memudahkan dalam menemukan artikel kita di tumpukan artikel yang cukup banyak. Sebut saja ada jutaan penerbit jurnal dan puluhan juta artikel, tentu kalau dicari satu persatu akan membutuhkan waktu yang cukup lama, dengan adanya indeksasi ini memudahkan saja dalam hal itu. Sederhananya sih gitu, tentu definisi lebih kompleks anda bisa cari sendiri melalui media daring.

Selain memuat judul, abstrak, informasi penulis, literatur indeksasi juga biasanya memuat faktor dampak (impact factor) dari sebuah jurnal. Impact factor dihitung dengan menggunakan rumus tertentu yang intinya adalah mengharapkan sebanyak-banyaknya orang membaca dan mensitasi jurnal kita.

Scopus-1

Ada kemudian yang menanyakan apakah indeksasi juga menentukan kualitas dari penerbitan jurnal? menurut saya relatif. Kualitas penerbitan jurnal yang paling berpengaruh adalah editorial board dan reviewer yang menjamin jurnal yang dipublikasikan telah mengikuti proses peer review yang baik. Tentu kita semua percaya bahwa hasil yang baik diperoleh dari proses yang baik. Namun demikian, untuk bisa di indeks oleh Scopus suatu jurnal ilmiah juga perlu melakukan perbaikan-perbaikan manajemen sehingga dapat kita simpulkan yang terindeks sudah mengikuti standar dari lembaga indeksasi itu sendiri. Terlepas ada satu atau beberapa jurnal yang melanggar.

Nah, tentu teman-teman bertanya jurnal apa saja yang terindeks scopus. berikut adalah beberapa jurnal di Indonesia yang akhir-akhir ini telah terindeks scopus yang saya ketahui:

  1. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology 
  2. Biotropia
  3. Acta medica Indonesiana
  4. Agrivita
  5. Al-Jami’ah
  6. Biodiversitas
  7. Buletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis
  8. Critical Care and Shock
  9. Gajah Mada International Journal of Bussiness
  10. Indonesian Journal of Applied Linguistics
  11. Indonesian Journal of Chemistry
  12. Indonesian Journal of Geography
  13. International Journal of Electrical and Computer Engineering
  14. International Journal of Power Electronic and Drive System
  15. International Journal of Technology
  16. International Journal of Advanced Science, Engineering and Information Technoloty
  17. International Journal on Electrical Engineering and Informatics
  18. ITB Journal of Engineering Sciences
  19. ITB Journal of Information and Communication Technology
  20. ITB Journal of Science
  21. Journal of Engineering and Technologial Sciences
  22. Journal of ICT Research and Application
  23. Journal of Indonesian Islam
  24. Journal of Mathematical and Fundamental Sciences
  25. Media peternakan
  26. Medical Journal of Indonesia
  27. Studi Islmika
  28. Telkomnika
Oleh: Supriyanto Liwa | 14 Juni 2017

Perjalanan bersama Keluarga ke Jepang part 1

Kali ini Allah memberikan rejeki yang luar biasa di suasana ramadhan 2017. Saya, istri dan anak berkesempatan untuk berkumpul kembali. Menapaki perjalanan bersama kembali di satu kota. Ya, akhirnya setelah 8 bulan tinggal di Tsukuba, Jepang Allah mengabulkan doa untuk bisa membawa keluarga. Sensei juga sangat mendukung rencana kami untuk membawa keluarga.

19030172_10213502874274912_3655824484292012606_n

Kali ini saya beri judul perjalanan bersama keluarga ke Jepang Part 1, karena ini adalah perjalanan panjang kami melalui jalur udara. Istriku memang baru kedua kalinya naik pesawat, pertama saat kami pengantin baru tahun 2013 dan kini 2017 diberikan kesempatan kembali bersama dengan buah hati kami, gadis kecil yang berusia 3 tahun.

Untuk bisa pindah ke Jepang, apa saja yang perlu dipersiapkan:

  1. Mengurus Certificate of Eligibility (COE)
  2. Mengurus Paspor
  3. Mengurus VISA di Kedutaan Jepang
  4. Membeli Tiket
  5. Packing dan keberangkatan

Mengurus COE untuk kami yang berada di Ibaraki prefecture dapat mengurus di MITO. Syarat-syaratnya dapat dilihat disini.  Setelah semua syarat lengkap maka kami antar langsung ke MITO. Untuk bisa mendapatkan pelayanan hari itu, kami berangkat pagi bus pertama dari Tsukuba Center, sampai pukul 09.00 dan kami langsung bisa dilayani oleh petugas imigrasi. Waktu itu karena masa padat, maka COE saya baru terbit 1,5 bulan setelah disubmit, setelah ada beberapa kesalahan yang perlu saya perbaiki dan kirim kembali.

Sebelum COE diurus tentu, perlu dibuat terlebih dahulu paspor. Untuk pembuatan paspor biasa (hijau) maka anda apat melihat persyaratan di website Imigrasi Indonesia (silahkan klik disini). Setelah COE jadi, maka COE harus dikirimkan ke Indonesia. Untuk mengurus COE tidak diperlukan paspor asli, cukup gunakan fotocopynya saja. Setelah COE sampai Indonesia segera diurus VISA untuk keberangkatan ke Jepang. Masa berlaku COE adalah 3 bulan setelah diterbitkan, jadi usahakan berangkat sebelum itu ke Jepang.

Syarat-syarat visa kedutaan Jepang adalah sebagai berikut (klik disini). Karena istri akan mengurus VISA dependent dengan masa tinggal 3 tahun maka perlu mempersiapkan:

  1. Fotocopy KTP
  2. Fotokopy KK
  3. Paspor Asli
  4. COE
  5. Uang

Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 16 Mei 2017

Hitachi sea-side park

Hitachi seaside park berada di pantai yang mengarah ke Samudera Pasifik dan memiliki kondisi lingkungan yang unik. Total luas lahan seaside park adalah 350 hektar dengan 200 hektarnya langsung menghadap ke pasifik. Taman ini memiliki banyak koleksi bunga warna warni yang akan berganti pada 4 musim yang berbeda. Selain itu, lokasi ini juga dilengkapi dengan cycling track, hutan jogging, BBq di alam, dan banyak terdapat cafe dan restoran.

34512364175_34ee085b30_z

Bagaimana cara kesini:
Bagi anda yang akan dari Tokyo, dapat menggunakan JR line menuju Ajigaura Station. Karena kami dari Tsukuba, maka kami naik Bus terlebih dahulu ke stasiun Tsuciura dan melanjutkan perjalanan ke Ajigaura Station. Stasiun ini adalah satu stasiun setelah Mito station (ibukota Ibaraki).

34351566062_07b14aa63d_z.jpg

 

Selanjutnya anda akan diarahkan untuk naik Shuttle bus menuju ke pintu gerbang Hitachi seaside park. Kami kesini kemarin pada akhir musim dingin.

34322281032_14f590e7a1_z

Saat kami kesana kami disambut dengan pemandangan bunga Nemophila Harmony. Bunga ini warnanya biru dan tampak indah untuk dipandang. Lahan di bukit yang begitu luas memang didedikasikan untuk menanam bunga tersebut pada musim ini.

33669934394_9e4506a253_z

Saya akan share informasi mengenai foto-foto kami disana dan referensi yang mungkin teman-teman bisa gunakan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

  1. https://flic.kr/s/aHskZfjddv
  2. http://en.hitachikaihin.jp/information/flowering-2017.html
Oleh: Supriyanto Liwa | 13 April 2017

Hanami : Sakura blossom

Musim sakura telah tiba bersamaan dengan meningkatnya suhu lingkungan di sekitaran Jepang. Bunga sakura hanya berumur 2 minggu dari mulai mekar sampai gugur kembali. Bunga sakura ini sangat disukai oleh banyak orang. Bagi orang Jepang, bunga sakura menandai adanya perubahan waktu. Acara yang biasanya digelar adalah Hanami. Bentuk acaranya adalah duduk-duduk bertukar cerita dengan keluarga atau teman di bawah bunga sakura. Zaman sekarang tradisi ini juga masih dilestarikan oleh masyarakat Jepang. Menikmati mekarnya bunga sakura bersama dengan keluarga besar.

Bagi saya, sebagai mahasiswa di University of Tsukuba: saya memanfaatkan weeked di musim bunga sakura ini dengan ikut kegiatan bersama teman-teman Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPI) Ibaraki, Jepang.

Bunga sakura memang begitu indah kawan. Mari kita nikmati bagaimana indahnya bunga sakura melaui gambar-gambar yang saya tayangkan berikut.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Supriyanto Liwa | 21 Maret 2017

Tsukuba rin-rin road つくばりんりんロード

Assalamualaikum, sahabat blog Supriliwa. Kali ini saya akan sharing mengenai Rinrin road tsukuba (つくばりんりんロード). Nah apa sih rinrin road itu? Rinrin road adalah jalur khusus sepeda yang disediakan cukup baik berjarak 40,1 km antara Tsuchiura sampai kaki Gunung Tsukuba.

IMG_1458

Nah kali ini saya bersama dengan mas Iqbal dan mas Nandang menelurusi jalur ini. Pertama-tama kami dari Ichinoya comunity center melalui jalan Kurihara untuk menuju ke rinrin road ini. Jarak yang harus kami tempuh untuk sampai ke jalur khusus sepeda ini sekitar 4 km.

IMG_1438

Selanjutnya kami mengambil arah Tsukuba mountain dan menelusuri jalanan ini. Suasana dan pemandangan di kiri dan kanan jalur ini adalah lahan pertanian. Karena kami berangkat di musim semi, maka tampak ada beberapa bunga ume yang sudah mulai bermekaran. Kami bersepeda sampai km 20. Cukup panjang dan menggembirakan. Teman-teman Indonesia yang kebetulan kuliah di Tsukuba harus mencoba jalur ini.

Jika musimnya pas seperti sekarang (spring) maka anda bisa menikmati keindahan bunga sakura di jalur ini. Sebelum sakura muncul ada muncul prunus mume (ume) di beberapa spot yang bisa anda temui.

SPR_9231

Oleh: Supriyanto Liwa | 20 Februari 2017

Ume – Japanese Flower

Ume adalah salah satu bunga yang cukup terkenal di daerah jepang. Ume biasanya mekar di bulan Februari. Bunganya kecil, namun cukup indah untuk diabadikan menjadi sebuah obyek fotografi. Nama ilmiah dari Ume adalah Prunus mume atau dalam bahasa inggris sering disebut plum.

ume-30ume-51

Bunga ume atau prunus mume ini berupa pohon dan akan mulai mekar pada pertengan winter (februari). Tanaman ini dapat tumbuh antara 4-10 meter. Namun bunganya cukup kecil dengan diameter sekitar 2-2.5 cm. Sehingga perlu lensa zoom untuk mendapatkan gambar terbaik bunga ini.

ume-77 Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: