Oleh: Supriyanto Liwa | 1 Januari 2018

Memotivasi atau dimotivasi?

Motivasi itu apa sih?

a reason or reasons for acting or behaving in a particular way. Sederhananya motivasi itu adalah alasan kita melakukan sesuatu. Sehingga, motivasi itu sebenarnya adalah energi untuk aksi sehingga yang tampak diluar adalah aksi itu sendiri. Misalnya saat kita punya keinginan dalam diri kita untuk membuat tulisan, maka ada keinginan dalam diri kita yang muncul yaitu ingin membuat tulisan. Keinginan itu kemudian dituangkan dalam aksi nyata yaitu menulis. Tentu untuk itu perlu ada energi berupa keinginan yaitu motivasi. Sederhananya motivasi itu seperti itu, kita lupakan dulu definisi yang lain.

Membangun Motivasi untuk Belajar

Masa Kanak-Kanak

Belajar sendiri bagi siswa sejak SD sampai perguruan tinggi (S1, S2 dan S3) itu juga harus di dahului dengan motivasi. Apa motivasi anda untuk kuliah? Apakah sekedar untuk mendapatkan ijazah, memenuhi kehendak orangtua atau yang lainnya. Tentu motivasi seorang pembelajar adalah ilmunya itu sendiri. Kepuasan batin saat kita mengetahui sebuah ilmu itulah yang menjadi tolok ukur.

Sehingga, misalnya saat di SD seorang siswa yang punya motivasi yang kuat dia akan terus mengerjakan soal matematika sampai bisa. Atau menghafal beberapa materi berulang-ulang, karena motivasinya adalah ingin bisa dan menguasai ilmu itu. Tentu kalau diikuti dengan semangat yang tinggi, tidak merasa tertekan dengan target. Si anak akan belajar secara terus menerus tanpa menunggu perintah dari orangtuanya atau gurunya.

Nah, pertanyaannya bagaimana menumbuhkan semangat belajar di kalangan anak-anak. Tentu, semangat belajar ini harus dibangun dari lingkungan. Sebut saja kalau kita memerintahkan anak kita untuk membaca buku, maka si orangtua adalah orang pertama yang seharusnya paling rajin membaca buku. Atau paling tidak menyediakan fasilitas membaca buku yang baik. Si anak tentunya juga akan bosan membaca buku saja, maka sesekali ajaklah keluar ketaman untuk bermain dan disambi dengan belajar itu sendiri. Dalam hal ini motivasi anak cenderung ditentukan oleh usaha orangtua untuk menciptakan suasana yang menarik bagi anak.

SD dan SMP yang menyenangkan

Saat sudah mulai masuk sekolah terutama SD, terkadang anak menjadi sangat lelah dan tidak termotivasi. Ada kalanya orangtua saking takut anaknya tidak bisa menerima pelajaran dengan baik disekolah kemudian mengirimkannya ke bimbingan belajar. Tentu tidaklah salah orangtua mengirim anaknya ke Bimbingan Belajar. Tapi lihat dulu apakah si anak senang dengan hal itu, jangan-jangan mereka malah tertekan dan sulit menumbuhkan kreativitas dan motivasinya. Sehingga mereka sekedar mengikuti les atau bimbel untuk mengejar nilai mata pelajaran tanpa merasakan esensi dari bimbel itu sendiri. Alih-alih ingin agar anak menjadi pintar malah hanya sekedar menghancurkan si anak.

Sekolah yang menyenangkan, ini adalah hal yang penting. Saat ini terdapat banyak konsep sekolah yang mencoba memompa motivasi siswa itu sendiri. Namun, bukan berarti sistem yang selama ini ada tidak baik. Saya lebih menyoroti pada bagaimana memompa motivasi siswa dalam kegiatan pembelajarannya.

Iklan
Oleh: Supriyanto Liwa | 31 Desember 2017

Tantangan 20 Kedepan

Ketika kita ditanya, apa sih mimpi kita untuk 20 tahun kedepan? Akan ada dua jawaban normatif, mimpi saya ini dan itu tapi juga ada yang menjawab kita lihat saja nanti. Nah, bagi saya ada dua dimensi mimpi (planning) yang pertama adalah dimensi usaha kita sendiri dan ketetapan takdir dari Allah SWT.

Nah, saya punya harapan paling tidak saya akan bagi fase hidup dalam beberapa

Fase 1: Pra Sekolah – 0-6 tahun (1986-1992)

Adalah masa kanak-kanak kita. Jadi masa ini kita akan banyak dipengaruhi oleh lingkungan kita. Kita akan sangat bergantung kepada orangtua kita di rumah dalam segala hal. Mimpi juga masih dipengaruhi oleh pengetahuan orangtua kita. Ada satu nasehat secara eksplisit yang bisa saya dapatkan dari fase ini, yaitu saat kita punya cita-cita maka kita harus kejar itu dengan sangat gigih.

Saat itu, saya lahir di Boyolali 07 Des 1986 tepatnya di Dukuh Sumurwaru, Kelurahan Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Kondisi ekonomi kemudian yang memaksa kedua orangtua merantau ke Sumsel (Lahat) dan kemudian berpindah ke Liwa. Sehingga bisa dibilang, fase pertama ini saya banyak habiskan di perantauan berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Masa kecil itu memberikan banyak pengalaman bagi saya, kami tinggal di gubuk kecil di tengah kebun. Untuk pergi ke pasar kami harus berjalan 2 km ke jalan raya dan jalanan waktu itu becek (berlumpur) pada musim hujan. Tentu belum mengenal listrik, jadi yang saya kenal adalah ke kebun bersama dengan orangtua. Sekeliling kamipun tetangga berjauhan, sehingga untuk main ke tempat tetangga juga sangat sulit.

Fase 2: Sekolah Dasar – Usia 6-12 tahun (1992-1998)

MIN 3 Watas, Liwa (1992-1994)

Sampai pada 1992 saya berkesempatan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Watas. Kami berjalan kaki 2km bersama teman-teman ke sekolah. Tentu, kalau waktu itu ada facebook atau kamera betapa perjalanan kami ke sekolah itu begitu udik alias ndeso.

Pelajaran yang saya bisa petik waktu itu adalah, kami merasa sangat mandiri dan bersyukur. Orangtua juga tak merasa sebagai orang miskin, karena kami punya cita-cita. Tampak sekali betapa orangtua terutama Alm Bapak punya optimisme yang tinggi dan harapan anak-anaknya punya pendidikan yang tinggi. Karena ternyata kemiskinan itu adalah ketika kita miskin motivasi. Karena setiap manusia lahir sudah ada catatan rezekinya masing-masing tinggal kita mau bersyukur dan memanfaatkan dengan maksimal atau tidak.

SDN Keyongan 1, Boyolali (1994-1996)

1994, saat Liwa diguncang oleh gempa membuat rumah dan sekolah kami rusak. Sehingga orangtua mengirim saya ke Boyolali untuk sekolah disana. Keadaan keluarga di Boyolalipun hampir sama dengan keadaan kami di Liwa, kondisi kami yang sangat sederhana itu juga memberikan banyak pelajaran. Saya hanya bertahan antara kelas 2 sampai awal kelas 4 (sekitar tahun 1996) dan pindah lai ke Liwa.

Saat itu saya masih kecil dan merantau meninggalkan jauh dari orangtua merasa sangat tertekan. Kalau mau minta jajan, tentu paman dan bibi yang saya akan minta. Tapi tentu itu tidaklah menyenangkan bagi mereka. Tapi semua itu jadi kenangan indah bagi saya dan tak kan terlupakan bagi saya. Sayapun tak sempat mengingat nama teman-teman sekolah saya di SD Keyongan. Jadi apa mereka sekarang, dan dimana saya juga tidak mengikuti.

SD Negeri 1 Sebarus (1996 – 1998)

 

 

Masuk ke SD sebarus sebagai siswa baru dengan bahasa pergaulan dengan bahasa daerah Lampung membuat saya juga harus berjibaku untuk beradaptasi. Ada seorang teman yang juga orang Umbulioh bernama Misno, banyak menolong saya dalam pergaulan. SD Sebarus ini unik menurut saya, karena sekolah ini pada akhirnya berisi siswa multikultural yaitu warga asli Lampung dan pendatang dari berbagai daerah seperti saya.

Sampai sekarang, kami sesama alumni SD Sebarus masih bersahabat bahkan salah satunya sekarang jadi istri saya. He he …

Fase 3: Sekolah Menengah – Usia 12-18 tahun (1998-2004)

SMP Negeri 1 Liwa (1998 – 2001)

Fase ini juga cukup menarik dalam hidup saya, walaupun saya tidak bisa mengisahkan satu persatu cerita yang saya alami di sekolah ini. Saat lulus SD berbekal NEM dengan urutan kedua di SD Sebarus saya masuk dikelas unggulan (I/6). Kelas kami di pojok dan saya kira tidak ada bedanya dengan kelas lainnya.

Saat yang menarik adalah saya bertemu dengan teman-teman yang cukup pintar dari kawasan Liwa, Lampung Barat. SMP 1 Liwa siswanya berasal dari seputaran Liwa yang siswanya cukup beragam. Karena kami berada di Ibukota Kabupaten maka banyak juga anak-anak pejabat daerah yang sekolah disini. Sampai disekolah ini saya hanya bisa mempertahankan prestasi di urutan kedua atau ketiga umum. Waktu itu ada seoarang teman yang sangat jenius Desabri Eka Putra sebagai saingan terberat kami.

Kondisi di SMP juga masih dalam keadaan yang terbatas, saya harus berjalan kaki ataupun naik sepeda untuk sampai disekolah. Ada hal menarik, karena kebetulan saya menyenangi perpustakaan. Pak Purwana waktu itu adalah ketua perpustakaan sehingga kami diminta untuk menstempel buku yang baru datang. Saking semangatnya stempelnya sampai patah dan pak Purwana pun tidak marah yang kemudian mengganti stempel yang baru.

Cerita lain, akan saya coba ingat-ingat apa saja yang menarik saat SMP di Liwa.

SMA Negeri 1 Liwa (2001-2004)

Fiuh, SMA Negeri 1 Liwa adalah sekolah yang tidak saya inginkan pada awalnya. Saya ingin mengikuti jejak teman seperjuangan Desabri untuk mendaftar ke Bandar Lampung. Saat itu saya sudah mengurus surat pindah rayon, namun Alm Bapak berkonsultasi dengan banyak orang dan menyarankan untuk tetap sekolah di Liwa saja. Mengingat waktu itu banyak sekali kasus kenakalan remaja, narkoba dan berbagai masalah-masalah sosial anak muda. Al hasil sayapun mendaftar di SMA 1 Liwa.

Saat pengumuman saya mencari nama saya, aduuuh saking lugunya saya mencari dari urutan paling bawah wal hasil nama saya tidak ditemukan. Kemudian saya tersenyum karena nama itu ada di posisi paling atas, dengan nilai NEM tertinggi saat masuk sekolah.

Namun, karena bukan sekolah yang saya inginkan tentu di SMA prestasi saya tidaklah terbaik. Walaupun masuk dengan NEM terbaik tidak menjadikan saya kemudian jadi siswa terbaik. Terlebih, kekecawaan saya juga sangat dalam saat saya dimasukkan ke kelas I/6. Tahukah teman-teman kelas I/6 itu ada di pojokan dan guru juga sering tidak masuk ke kelas kami terutama di jam-jam terakhir. Kemudian, dibelakang kelas kami ada lubang kecil tempat anak-anak membolos.

Ha ha… apa saya ikut membolos lewat belakang. Tentu tidak, saya menggunakan akal saya kalau ingin membolos saya suruh teman-teman pulang duluan karena saya ketua kelas dan tau kalau guru di jam terakhir tidak ada. Saat semua tugas sudah kami kerjakan, sayapun membawa tugas itu ke ruang guru dan melenggang pulang melalui pintu depan. Nakal banget ya, kamu bisa bayangin betapa tidak disiplinnya saya waktu itu.

Namun, saat Alm Drs Suyitno menjabat sebagai kepala sekolah semua berubah. Sudah sangat jarang ditemui kelas yang tidak ada gurunya. Saat itupun saya sudah naik ke kelas dua dan masuk kelas unggulan. Haduuh legaa rasanya, he he .. kenapa lega karena kita bisa mengukur kemampuan lawan kita. Saat itu ada seorang teman yang on fire alias sangat menonjol dan rajin yaitu Agus Riawan. Sehingga dialah musuh yang berat buat saya. Presatasi sayapun tidaklah menonjol saat SMA. Saya sering datang ke kosan Agus hanya untuk sekedar melihat apa yang dia pelajari, karena tipe belajar saya adalah tipe belajar dikelas. Sangat jarang saya mengulang pelajaran dirumah. Bandel banget ya? he he …

Saat kelas 3 saya mengambil IPA, dan takdir Allah saya bisa mengikuti program PMKA ke Institut Pertanian Bogor. Pilihan pertama saya Ilmu Komputer dan Kedua adalah Teknik Pertanian. Kenapa pilih itu, ya supaya keliatan keren aja karena saya juga tidak tau isinya teknik pertanian itu apa dan sayapun masuk di Departemen (jurusan) ini.

Fase 4: Perguruan Tinggi

Fase ini adalah fase yang paling signifikan dalam merubah hidup kita. Pada tahapan ini, saya melalui proses lulus dari S1 dan kemudian melanjutkan ke program S2 di Ilmu Komputer IPB. Selanjutnya perjalanan menjadi dosen di Universitas Pakuan, Bogor dan Menjadi dosen di Teknik Mesin dan Biosistem atau Teknik Pertanian dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor. Pada fase ini pula saya menemukan teman hidup saya (Iin Fadhilah) sebagai istri dan lahir anak kami (Syafira Tifania Azizah) sebagai putri pertama kami. Menginjak tahun 2016, saat usia saya mendekati 30 tahun aya diberikan kesempatan belajar di University of Tsukuba, Japan. .

Fase 4: 30-40 tahun (2016-2026) Planning.

Fase ini akan saya habiskan dalam dua tahapan utama, yang pertama adalah menyelesaikan studi sampai dengan tahun 2019.

Selanjutnya tahun 2019, akan saya mulai dengan sinergi bersama dengan teman-teman dalam mengembangkan riset multidisiplin:
Information Technology Application (ICT) on Food, Energy, and Bioresources

Kenapa food dan energy? Karena dua hal ini sangat diperlukan sampai dunia ini berakhir. Kita akan membutuhkan pangan seiring dengan perkembangan populasi manusia dan membutuhkan energi untuk mendukung berbagai kehidupan. ICT merujuk pada pemanfaatan komputer, sistem informasi, dan berbagai resources IT yang kemajuannya tidak bisa dielakkan saat ini. Nah, dengan mengawinkan antara perkembangan teknologi ICT dengan perkembangan teknologi penyediaan pangan dan energi tentu kita akan menjadi semakin kuat.

Oleh: Supriyanto Liwa | 27 Desember 2017

Origami

Origami adalah seni melipat kertas yang tentu sudah sanga kita kenal sejak kecil. Saya dan istri sempat terpingkal karena mengingat masa lalu, untuk membuat origami kami melepas buku bagian tengah. Kalau bagian tengah ini masih kosong maka akan tipis dengan cepat sampai batas tulisan terakhir karena membuat origami. Wajar saja karena 20 tahunan yang lalu tentu harga buku terbilang mahal dibandingkan dengan penghasilan yang diperoleh.

origami

Malam ini Syafira mengajak saya bermain dan membuat origami kami. Tampak antusias, walaupun saya sendiri sudah agak lupa. Berikut adalah karya-karya kami:

origami 2

Bahan yang kami gunakan adalah majalan bekas yang nyasar di kotak surat kami. Ayo teman-teman kita ramaikan lagi origami dan seni melipat kertas dan kita ajarkan ke anak-anak untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget. Ayoo yang ingin ikut seni origami.

Salam,
Supriyanto
email: debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 5 Desember 2017

Mobile Suit Gundam Unicorn 1:1 Odaiba

Kalau anda berkunjung ke Jepang dan menyukai gundam tentu anda akan sangat senang mencari miniatur gundam. Selain itu, tentu anda juga sangat tertarik untuk berkunjung ke Odaiba untuk melihat gundam 1:1. Tahun 2017 ini Gundam Unicorn sudah dipasang sebagai pengganti gundam yang lama di land mark Odaiba.

Gundam Unicorn

Gundam Unicorn

Untuk sampai ke lokasi ini, anda bisa naik Yamanote Line turun Shimbashi Station (新橋駅, Shinbashi-eki), kemudian keluar. Kalau dari arah Tokyo station anda keluar ke-sebelah kiri kemudian pindah ke Yurikamone line. New Transit Yurikamome (新交通ゆりかもめ Shinkōtsū Yurikamome) atau juga dikenal sebagai Tokyo Waterfront New Transit Waterfront Line (東京臨海新交通臨海線 Tōkyō Rinkai Shinkōtsū Rinkai-sen). Line ini melayani 16 station. Saya sarankan anda pilih turun di stasiun Daiba (no 7) atau bisa juga di Odaiba-kaihinkōen (no 6). Lokasi Gundam ada di belakang Tokyo Diver City Building.

IMG_2857

Yang menarik dari Yurikamone line ini adalah, pemandangan yang disuguhkan begitu menarik. Jalur ini berada di atas setara dengan lantai 5 atau 6 gedung bertingkat (tergantung lokasi). Selain itu, kereta ini tidak ada masinisnya semua otomatis. Jadi saya sarankan anda naik di bagian paling depan atau paling belakang untuk mendapatkan view terbaik. Jangan takut, menunggu kereta selanjutnya untuk mendapatkan posisi paling baik ini.

IMG_2824

Berikut penampakan wahana Gundam di Odaiba. Mari sempatkan berkunjung ke Odaiba jika anda sedang mengunjungi Jepang.

Tsukuba, 04 Desember 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 22 November 2017

Matlab Live Editor

Edisi menarik Matlab Live Editor 

Ada yang menarik dari MATLAB versi 2016b keatas, yaitu hadirnya MATLAB live editor. Tools ini mirip dengan notebook di python. Kalau dulu kita menuliskan program dalam bentuk ekstensi .m, maka ini ekstensinya .mlx. Pada live editor ini, kita bisa mengeksekusi program langsung di halaman tempat kita menuliskan program. Bahkan kita bisa melayout sesuai keinginan sendiri program MATLAB yang kita buat. Gambar berikut adalah contoh tampilan dari MATLAB live editor.

MATLAB yang saya pakai adalah versi 2017b, yang lisensinya dibeli oleh sensei saya dengan beberapa toolbox didalamnya. Tadinya saya hanya tertarik menggunakan neural network toolbox, tapi setelah membaca-baca ternyata ada live editor yang cukup menarik. Apalagi backround saya yang biasa programming di PHP dan notepad.

Matlab R2016a fig1

Dengan menggunakan live script ini kita dapat menampilkan program bersama dengan text, images dan hyperlinks dan equation dalam halaman interaktif. Untuk contoh-contoh menggunakan live editor MATLAB ini bisa anda buka di Documentation yang disediakan oleh Matworks.

Saya akan berikan contoh-contohnya nanti setelah saya coba satu persatu tools yang tersedia. Semoga nanti bermanfaat untuk kita semua.

Tsukuba, 24 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 22 November 2017

Ikut Ormawa atau Buat Kegiatan Inovatif sendiri ?

Ikut Ormawa atau Buat Kegiatan Inovatif sendiri ?

Tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan yang baru saja muncul dari adik perempuan saya yang saat ini sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Pertanyaannya sederhana? Kenapa kok pada saat saya ikut kegiatan kemahasiswaan kurang nyaman? Adakah yang salah diri saya atau kegiatan kemahasiswaannya?

Saya akan jawab dengan penjelasan yang sedikit lengkap menurut pengalaman pribadi saya. Jawaban inipun berlaku sama bagi mahasiswa yang sedang galau mau ikut kegiatan kemahasiswaan seperti apa?

Foto ilustrasi Kegiatan kemahasiswaan

Foto ilustrasi Kegiatan kemahasiswaan, Ini adalah salah satu kegiatan PPI Ibaraki di Tsukuba.

Kegiatan Akademik dan Kegiatan Kemahasiswaan

Saya akan jawab dari filosofi pertama, sebenarnya apa sih kegiatan kemahasiswaan itu. Kampus menyediakan dua terminologi yaitu kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan akademik adalah kegiatan yang sudah dikemas dalam kurikulum yang disusun sesuai standar, salah satu standarnya adalah standar Akreditasi yang dikeluarkan oleh BAN PT. Kegiatan kemahasiswaan menurut saya lebih kepada pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Minat dan bakat, bisa dibalik menjadi bakat dan minat. Saat kita merasa berbakat pada suatu bidang maka kita akan memiliki minat untuk mendalami bakat kita dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Bisa juga, karena kita minat ikut kegiatan organisasi maka bakat kita yang tadinya terpendam jadi terlihat dan berkembang di kegiatan yang kita ikuti.

Sukses di Kegiatan Kemahasiswaan

Bagaimana memilih kegiatan kemahasiswaan? Kegiatan kemahasiswaan itu bisa berupa organisasi kemahasiswaan resmi, kelompok-kelompok kreatif, dan kelompok inovasi. Sebelum menentukan pilihan coba kita ulas satu persatu:

Organisasi Kemahasiswaan 

Apa itu organisasi, organisasi adalah kelompok orang yang berhimpun untuk memperoleh tujuan bersama. Kampus juga memiliki organiasi kemahasiswaan yang kita akan sebut sebagai Ormawa. Nah, di kampus sendiri Ormawa biasanya dikategorikan menjadi beberapa kategori diantaranya:

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pusat dan fakultas
  2. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) pusat dan fakultas
  3. Unit Kegiatan kemahasiswaan, dibagi lagi menjadi sub-bidang misalnya: keagamaan, seni budaya, olah raga, bela diri, bidang khusus (pramuka, korps PMI, resimen mahasiswa, dan Pecinta Alam), ukm bidang keilmuan, ukm bidang jurnalistik dan lain-lain.
  4. Himpunan Profesi (ini ada di program studi atau jurusan atau departemen)

Nah, sebagai mahasiswa baru atau mahasiswa semester ataspun yang baru akan ikut organisasi kemahasiswaan ini umumnya bingung. Mau pilih yang mana, banyak sekali ORMAWA di kampus. Kalau yang di sekolah SMA nya sudah ikut OSIS tentu dia akan memilih BEM, kalau yang dulunya pramuka akan lanjut ikut pramuka, kalau dulunya ikut ROHIS maka akan ikut keagamaan, dan lain-lain sesuai dengan minat bakat.

Apakah ORMAWA pilihan Cocok

Apakah lingkungan organisasi cocok dengan cita-cita atau minat atau bakat kita. Misal kalau kita senang dalam fotografi, apakah kita akan ikut UKM Fotografi atau kita hanya ikut dalam club fotografi nonformal, kemudian mendalami kursus fotografi, dan kemudian membuat karya-karya fotografi kita sendiri. Dalam hal ini organisasi berupa club dan kursus hanya jadi media untuk mencapai tujuan kita untuk jago fotografi.

Kasus lain, kalau anda mahasiswa di bidang Pertanian. Alih-alih ingin pandai bertani dan dapat membuat inovasi anda masuk ke Himpunan profesi jurusan. Setelah masuk ternyata malah disibukkan dengan rapat, diklat, dan berbagai kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan anda.

Biasanya mahasiswa ikut kegiatan organisasi dimulai dari melihat prestasi organisasi, mentereng, disegani dan bisa banyak pengalaman dari organisasi tersebut. Ini sebenarnya cara lama, atau bisa dibilang tradisional. Karena kita akhirnya masuk pada organisasi karena keren padahal minat dan bakat kita tidak disitu. Terlebih organisasi tradisional dimana saat masuk harus ikut diklatsar (pendidikan dan latihan dasar) yang tidak menyenangkan, ada senior yang tidak ramah, dan berbagai dinamika organisasi lain yang akan dihadapi.

Maka segera keluar, dan buatlah kelompok kecil penyuka pertanian misalnya, atau kelompok-kelompok produktif lainnya.

Keluar dari Organisasi dan Buat Inovasi Baru 

Kenapa keluar organisasi, melanjutkan penjelasan diatas.

Setelah keluar, cari literatur-literatur mengenai kegiatan pertanian di Internet. Kemudian buatlah karya anda sendiri, misalnya anda membuat hidroponik untuk kamar anda sendiri, coba tanam beberapa bunga di pekarangan anda, dan lakukan riset-riset ilmiah kecil. Kemudian tuliskan hasilnya dalam blog, kemudian lanjutkan dengan berjualan produk tanaman hias misalnya. Setelah anda punya banyak karya, coba ajak satu atau dua teman. Atau gabungkan dengan hobi lain anda, misal blogging (menulis blog khusus pertanian), dan fotografi untuk mendukung kegiatan anda.

Setelah sukses, coba ajukan dalam PKM (Program Kreativitas mahasiswa). Setelah lolos kerjakan dengan tekun, apa yang anda impikan. Kalaupun anda ditinggalkan teman anda tidak masalah. Cari teman yang lain, atau anda tetap jalan sendiri dengan kemampuan anda.

 

Tidak lama, kalau anda mulai dari semester 3, tentu di semester 5 anda akan dapat hasilnya. Yang tadinya anda keluar dari Himpro, anda akan beralih diundang oleh Himpunan Profesi anda untuk berbicara jadi pembicara.

Jadi, kita bisa langsung masuk dan berkontribusi bagi HIMPRO tanpa harus ikut diklatsar ini itu tadi. Fotografi dan blog tadi sudah bisa dituangkan dalam bentuk Buku, atau karya apapun. Semester 7 anda sudah dikenal banyak oleh teman-taman anda.

Bagaimana Menciptakan Inovasi 

Banyak mahasiswa, takut membuat kelompok inovasi baru karena bingung mau buat inovasi apa. Sebenarnya inovasi itu mudah, gunakan rumus TTM, TTM itu bukan teman tapi mesra lho, tapi Lihat, Tiru, Modifikasi (TTM). he he … Lihat apa yang sudah dibuat orang lain, kalau saya lanjutkan tadi tentang pertanian. Berikut saya beri satu contoh inovasi:

Tanaman Hias Cantik dan Menarik dengan Irigasi Infus

Konsep menanam bunga di perkotaan sudah umum. Lokasi daerah kampus anda panas misalnya, pilihlah tanaman yang tahan panas. Kemudian coba buat inovasi pot yang dilengkapi irigasi otomatis, memberikan air dengan drip irigasi. Caranya bagaimana? cari di internet ada banyak tips drip irigasi dengan botol aqua bekas disambung dengan selang infus misalnya.

ide 1

Kenapa harus infus, seperti layaknya orang sakit tentu makan tidak bisa. Maka masukkan larutan nutrisi bersama dengan air ke infus tadi, kemudian tentukan berapa kecepatan aliran airnya. Caranya gampang, coba ukur pakai stopwatch berbagai bukaan untuk mendapatkan 10 ml air. Nah disitu akan keluar hasil misalnya 10 ml/menit. Sehingga dalam satu jam anda butuh air nutrisi 60ml, dan sehari 60×12 jam (siang hari saja) untuk mendukung fotosintesis.

Nah coba lakukan ujicoba untuk satu jenis tanaman dengan berbagai dosis dan konsentrasi, amati pertumbuhannya setiap hari. Gunakan pernggaris dan kamera untuk mendokumentasikan. Hasilnya, anda jadi tahu untuk satu jenis tanaman dosisnya yang paling cocok berapa, dan bagaimana ketahanannya.

Terus pilih tanamannya bagaimana?, gampang: coba deh kamu keliling di sekitar kampus tempat kamu tinggal. Kira-kira tanaman apa yang hidup dan kelihatan bagus. Foto tanamannya, cari di google dan mulai budidayakan.

Buat Tanaman Hias dengan LED 

Nah, setelah sukses tahap satu tadi. Coba kembangkan lagi dan kemas dengan pot yang lebih cantik. Jangan ragu mulai hunting pot-pot cantik dari bahan gerabah, atau barang-barang bekas disekitar anda tapi dihias dulu ya. Kemudian ajaklah anak elektro atau anak yang faham listrik untuk memasang LED pada tanaman anda. LED (light dependent resistor) ini bisa kamu beli di pasaran dengan harga murah.

Setelah ketemu desainnya, dilanjutkan lagi dengan mencoba tanaman tadi yang sudah pakai infus tadi dengan metode ini. Catat lagi deh, dan buatlah laporan sederhana dari hasil anda tadi.

Kembangkan Konsep Urban Farming 

Nah, kalau sudah sukses coba buat konsep-konsep hangat dari karya anda. Misal sekarang sedang booming urban farming. Coba ikuti dan tiru saja, tapi tetap dengan kreativitas yang anda sudah buat tadi. Jadi anda bisa membuat urban farming menjadi lebih menarik. Urban farming itu kayak apa sih. Coba kunjungi tulisan saya sebelumnya mengenai urban farming:

Urban farming https://supriliwa.wordpress.com/2016/12/05/urban-farming/

Setelah Sukses Percobaan 

Setelah sukses percobaan tadi apa yang perlu anda lakukan:

  1. Mengirimkan karya anda ke lomba-lomba kemahasiswaan
  2. Mengirimkan proposal Program Kreativitas mahasiswa
    – PKM Penelitian, ide ini saja sudah bisa jadi PKM-P, studi pengaruh nutrisi kotoran sapi dibandingkan dengan Kotoran Kambing dengan metode drip irigrasi Infus misalnya.
    – PKM Teknologi, ide LED dan infus tadi bisa dipakai
    – PKM Pengabdian masyarakat, setelah sukses anda bisa buat pelatihan ke masyarakat dalam bentuk PKM-M
    – PKM Karya Ilmiah, wah ini paling gampang lagi. Hasil laporanmu ini langsung dikemas dalam bentuk PKM Ilmiah juga langsung jadi
    – PKM KC, ini juga gampang ide saja dikemas dilengkapi gambar dan alasan kenapa ide itu diungkapkan
  3. Ikut program pelatihan kewirausahaan
  4. Buat Blog dan website, promosikan apa yang sudah anda buat tadi melalui media. Kalau perlu kirimkan tulisan atau pekerjaan kamu supaya dimuat dalam surat kabar.
  5. Ikut pameran, pamerkan karyamu tadi di stand-stand pameran kampus.
    Pertama buatlah buku dan cetaklah di tempat fotokopi di kampus anda. Buat covernya yang menarik, saat ada pameran kampus mintalah ke panitia untuk diberi stand gratis, mulailah jual buku dan tanamannya.Beli buku bonus tanaman atau beli tanaman bonus buku. Itu sih terserah kamu. he he … Sampai sini pasti anda senyum-senyum sendiri karena kesuksesan anda.

Kesimpulan

Itu tadi tips, bulang ngilangin galau kamu sebagai mahasiswa. Gampang kan, saya yakin ini sangat mudah dilakukan oleh mahasiswa. Tips ini berlaku bagi mahasiswa dari semester 1 sampai S3. he he … lebay deh …

Tapi, penjelasan ini tidak berarti anda tidak boleh ikut ORMAWA. Karena organisasi kemahasiswaan juga merupakan lembaga yang bagus untuk membuka diri dan wawasan anda.

Dilain sisi, bagi anda pengurus atau pengelola ORMAWA jenis apapun. Cobalah fokus buat kegiatan yang bagus, tidak lagi pakai cara-cara lama seperti membully, senioritas dan hal-hal negatif lain yang membuat citra ORMAWA anda akan semakin buruk. Jadilah pengelola yang profesional. Waktu yang anda miliki sebagai mahasiswa sangatlah sempit ditengah banjirnya tugas-tugas kuliah. Jadi ormawa hendaknya fokus pada tujuan didirikannya ormawa itu sendiri.

Misal, kalau himpunan profesi maka diklat dasarnya adalah mengenai keprofesian. Ajaklah adik kelas mengenal profesi yang anda geluti. Ajak mereka ikut fieldtrip, belajar atau sharing dengan senior mengenai keprofesian, bukan malah buat kegiatan yang kontra produktif seperti ospek yang belebihan, mengerjai adik kelas, dan lain-lain. Ingat ini jaman moderen, dimana sosial media itu kuat sekali. Tulisan ini saya buat dari Jepang, pembacanya dari seluruh Indonesia. Ini adalah bukti bahwa berita baik atau buruk anda akan cepat tersebar ke seluruh dunia alias viral kalau bahasa anak sekarangnya.

Oke, itu kira-kira jawaban untuk menjawab kegalauan kamu tadi. Silahkan bagikan ke teman-teman anda yang mungkin sedang galau juga.

Eits, tapi jangan senang dulu kalau kamu cuman baca tulisan ini ya gak akan bisa, cepat lakukan dan terapkan idenya.

Tsukuba, 22 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 17 November 2017

Pemilihan Rektor IPB 2017

Institut Pertanian didirikan tahun 1963 yang sebelumnya merupakan fakultas pertanian Universitas Indonesia (UI). Kampus IPB tersebar di beberapa lokasi diantaranya Baranangsiang, gunung gede, Dramaga dan beberapa lokasi. Tiba, di tahun 2017 perhelatan pemilihan rektorpun dilakukan. Dinamika mulai dari pencalonan sampai dipilihnya rektor begitu hangat. Sampai pada akhirnya yang menggantikan Prof. Herry Suhardiyanto yang telah menjabat selama 2 periode (10 tahun) adalah Dr. Arif Satiya.

IPB1-e1464007773216

Tahap akhir pemilihan rektor dengan musyawarah mufakat oleh Majelis Wali Amanat (MWA) yang anggotanya sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 162/MPN.A4/KP/2014 tanggal 3 Juli 2014 yang terdiri dari:

1. Menristek Dikti;
2. Rektor Institut Pertanian Bogor.
3. Prof. Dr. Ir. Muhamad Achmad Chozin, M.Agr.
4. Dr. (Hc) Chairul Tanjung, MBA.
5. Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc.
6. Prof. Dr. Drh. Fachriyan H. Pasaribu.
7. Prof. Dr. Ir. Tun Tedja Irawadi, MS.
8. Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, MS.
9. Prof. Dr. Ir. Rizal Sjarief Sjaiful Nazli, DESS.
10. Prof. Dr.Ir. Erika B. Laconi.
11. Prof. Dr. Ir. Roedhy Poerwanto, M.Sc..
12. Dr. Ir. Ahmad Mukhlis Yusuf.
13. Dr. Sugiharto, SE, MBA.
14. Erick Thohir, MBA.
15. Dr. Cahyono Tri Wibowo.
16. Dr Ir. Bambang Hendroyono, MM.
17. Ketua BEM IPB.

Proses pemilihan musyawarah mufakat ini menghasilkan rektor terpilih yaitu Dr. Arif Satria sebagai rektor dan akan dilantik pada 16 Desember 2017. Dr. Arif Satria lahir 17 September 1971 lalu di Pekalongan dan menyelesaikan pendidikan S1 di Sosial Ekomoni Fakultas Pertanian IPB, S2 Sosiologi Pedesaan IPB, dan S3 Marine Policy Kagoshima University, Jepang. Sebelumnya beliau adalah Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) sejak 2010 sampai sekarang.

Semoga Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi semakin berkembang dengan terpilihnya pemimpin baru. Tentu, bagi saya sebagai sivitas IPB siapapun yang menjadi rektor kontribusi dari seluruh stakeholder akan sangat menentukan suksesnya lembaga ini kedepan. SDM dengan kualitas berstandar internasional perlu didukung dengan fasilitas yang baik serta diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk terus berkembang.

Tantangan IPB kedepan menurut saya adalah bagaimana menjadi lembaga pendidikan berbasis riset dan juga menciptakan enterpreneur berbasis science and technology. IPB harus mampu mendidik calon-calon profesional yang didik sebagai mahasiswa Diploma, S1 sampai program Doktor (S3).

Semoga IPB semakin maju. Sukses dan jayalah IPB kita.

Tsukuba, 17 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Oleh: Supriyanto Liwa | 14 November 2017

Sajak Musim Gugur

_SPR5720

Menyadari bawa kita akan kembali

hujan menabur kesunyian malam
daun-daun bergururan di temaram
sajak-sajak ditulis menepis rindu 
rasa apa kabarmu

pagi tiba
suara burung berkicau indah
warna-warni daun momiji menemani
memberi kesegaran pada jiwa

si anak kampus pun bergegas menuju pelataran ilmu
mengejar harapan, cita dan cinta
melawan getirnya belajar
hanya agar sadar diri

ilmu akan dibawa mati
menerangi seperti lentera di malam hari
walau saatnya tiba nanti
hanya ridho yang kuasa yang di nanti

tak lah lagi ilmu dan gelar akan berarti
selain amal dengan ilmu yang dimiliki
amal yang sejati
hanya karena ilahi

tak sadar, semakin hari
rambut dikepala mulai memutih
tiba saatnya menyadari
bahwa diri ini akan kembali

semoga Tuhan memberkahi
perjalanan kita sampai mati
selamat di kubur nanti
syurga dan kebahagiaan menanti

Tsukuba 14 November 2016
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

 

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: