Oleh: Supriyanto Liwa | 16 Maret 2018

Smart Farming dalam rangka Menghadapi era Industri 4.0

Industri 4.0 merupakan nama yang digunakan untuk menyebut trend otomasi dan data exchange pada teknologi manufaktur. Industri 4.0 terdiri dari cyber physical system, internet of thing, cloud computing dan cognitive computing. Industri 4.0 merujuk pada revolusi industry keempat. Kalau kita lihat dari ilustrasi pada gambar berikut, dimana awal-awal era revolusi industri mekanisasi menggunakan engine sangat dominan. Kemudian pada generasi kedua, mass production, assembly line dan electricity. Selanjutnya pada generasi 3, computer dan automation sangat dominan. Pada generasi ke 4 ini, menambahkan fitur baru yaitu cyber physical system. Pada generasi ke 4 ini, Internet of Thing (IoT) kecerdasan buatan/Artificial intelligence (AI) dan data science (DS) sangatlah berperan.

Perkembangan industrialisasi ini jug tidak hanya pada sektor manufaktur. Sektor pertanian juga ikut berubah seiring dengan trend ini. Kemudian munculllah term pertanian cerdas (smart farming), precission farming (pertanian presisi) dan istilah-istilah yang merujuk pada indutri 4.0 ini. Pertanian cerdas sendiri adalah upaya penerapan Information and Communication Technology (ICT) pada bidang pertanian yang juga dikenal dengan green revolution 3.  Plant breeding dan revolusi genetika, dikombinasikan dengan pemanfaatan ICT pada bidang pertanian seperti precission equipment, the internet of things (IoT), sensors dan actuators, geo-positioning system, Big Data, Unmanned Aerial Vehicle (UAVs, dronses), robot dan lain sebagainya.

Smart farming sangat potensial untuk diterapkan dalam bidang pertanian baik dalam kegiatan budidaya, panen maupun pasca panen. Jika kita melihat dari sudut pandang petani, maka smart farming adalah penerapan teknologi yang dapat menambah nilai tambah. Dengan demikian, smart farming ini sangat terkait dengan hal-hal berikut:

  1. Management Information System (MIS), yang merupakan sistem untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan data dalam bentuk yang diperlukan untuk operasi dan fungsi.
  2. Precission Agriculture (PA), term ini lebih dekat kepada manajemen spasial dan temporal untuk meningkatkan keuntungan (economic return), yang diikuti dengan input dan pencegahan dampak lingkungan. Teknologi yang dominan digunakan adalah Global Positioning System (GPS).
  3. Agricultural Automation and Robotics, proses mengimplementasikan robotik, kontrol otomatik, kecerdasan buatan pada kegiatan pertanian, juga termasuk pemanfaatan farm bot dan lain-lain.

 

 

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: