Oleh: Supriyanto Liwa | 1 Januari 2018

Memotivasi atau dimotivasi?

Motivasi itu apa sih?

a reason or reasons for acting or behaving in a particular way. Sederhananya motivasi itu adalah alasan kita melakukan sesuatu. Sehingga, motivasi itu sebenarnya adalah energi untuk aksi sehingga yang tampak diluar adalah aksi itu sendiri. Misalnya saat kita punya keinginan dalam diri kita untuk membuat tulisan, maka ada keinginan dalam diri kita yang muncul yaitu ingin membuat tulisan. Keinginan itu kemudian dituangkan dalam aksi nyata yaitu menulis. Tentu untuk itu perlu ada energi berupa keinginan yaitu motivasi. Sederhananya motivasi itu seperti itu, kita lupakan dulu definisi yang lain.

Membangun Motivasi untuk Belajar

Masa Kanak-Kanak

Belajar sendiri bagi siswa sejak SD sampai perguruan tinggi (S1, S2 dan S3) itu juga harus di dahului dengan motivasi. Apa motivasi anda untuk kuliah? Apakah sekedar untuk mendapatkan ijazah, memenuhi kehendak orangtua atau yang lainnya. Tentu motivasi seorang pembelajar adalah ilmunya itu sendiri. Kepuasan batin saat kita mengetahui sebuah ilmu itulah yang menjadi tolok ukur.

Sehingga, misalnya saat di SD seorang siswa yang punya motivasi yang kuat dia akan terus mengerjakan soal matematika sampai bisa. Atau menghafal beberapa materi berulang-ulang, karena motivasinya adalah ingin bisa dan menguasai ilmu itu. Tentu kalau diikuti dengan semangat yang tinggi, tidak merasa tertekan dengan target. Si anak akan belajar secara terus menerus tanpa menunggu perintah dari orangtuanya atau gurunya.

Nah, pertanyaannya bagaimana menumbuhkan semangat belajar di kalangan anak-anak. Tentu, semangat belajar ini harus dibangun dari lingkungan. Sebut saja kalau kita memerintahkan anak kita untuk membaca buku, maka si orangtua adalah orang pertama yang seharusnya paling rajin membaca buku. Atau paling tidak menyediakan fasilitas membaca buku yang baik. Si anak tentunya juga akan bosan membaca buku saja, maka sesekali ajaklah keluar ketaman untuk bermain dan disambi dengan belajar itu sendiri. Dalam hal ini motivasi anak cenderung ditentukan oleh usaha orangtua untuk menciptakan suasana yang menarik bagi anak.

SD dan SMP yang menyenangkan

Saat sudah mulai masuk sekolah terutama SD, terkadang anak menjadi sangat lelah dan tidak termotivasi. Ada kalanya orangtua saking takut anaknya tidak bisa menerima pelajaran dengan baik disekolah kemudian mengirimkannya ke bimbingan belajar. Tentu tidaklah salah orangtua mengirim anaknya ke Bimbingan Belajar. Tapi lihat dulu apakah si anak senang dengan hal itu, jangan-jangan mereka malah tertekan dan sulit menumbuhkan kreativitas dan motivasinya. Sehingga mereka sekedar mengikuti les atau bimbel untuk mengejar nilai mata pelajaran tanpa merasakan esensi dari bimbel itu sendiri. Alih-alih ingin agar anak menjadi pintar malah hanya sekedar menghancurkan si anak.

Sekolah yang menyenangkan, ini adalah hal yang penting. Saat ini terdapat banyak konsep sekolah yang mencoba memompa motivasi siswa itu sendiri. Namun, bukan berarti sistem yang selama ini ada tidak baik. Saya lebih menyoroti pada bagaimana memompa motivasi siswa dalam kegiatan pembelajarannya.

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: