Oleh: Supriyanto Liwa | 22 November 2017

Ikut Ormawa atau Buat Kegiatan Inovatif sendiri ?

Ikut Ormawa atau Buat Kegiatan Inovatif sendiri ?

Tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan yang baru saja muncul dari adik perempuan saya yang saat ini sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Pertanyaannya sederhana? Kenapa kok pada saat saya ikut kegiatan kemahasiswaan kurang nyaman? Adakah yang salah diri saya atau kegiatan kemahasiswaannya?

Saya akan jawab dengan penjelasan yang sedikit lengkap menurut pengalaman pribadi saya. Jawaban inipun berlaku sama bagi mahasiswa yang sedang galau mau ikut kegiatan kemahasiswaan seperti apa?

Foto ilustrasi Kegiatan kemahasiswaan

Foto ilustrasi Kegiatan kemahasiswaan, Ini adalah salah satu kegiatan PPI Ibaraki di Tsukuba.

Kegiatan Akademik dan Kegiatan Kemahasiswaan

Saya akan jawab dari filosofi pertama, sebenarnya apa sih kegiatan kemahasiswaan itu. Kampus menyediakan dua terminologi yaitu kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan akademik adalah kegiatan yang sudah dikemas dalam kurikulum yang disusun sesuai standar, salah satu standarnya adalah standar Akreditasi yang dikeluarkan oleh BAN PT. Kegiatan kemahasiswaan menurut saya lebih kepada pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Minat dan bakat, bisa dibalik menjadi bakat dan minat. Saat kita merasa berbakat pada suatu bidang maka kita akan memiliki minat untuk mendalami bakat kita dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Bisa juga, karena kita minat ikut kegiatan organisasi maka bakat kita yang tadinya terpendam jadi terlihat dan berkembang di kegiatan yang kita ikuti.

Sukses di Kegiatan Kemahasiswaan

Bagaimana memilih kegiatan kemahasiswaan? Kegiatan kemahasiswaan itu bisa berupa organisasi kemahasiswaan resmi, kelompok-kelompok kreatif, dan kelompok inovasi. Sebelum menentukan pilihan coba kita ulas satu persatu:

Organisasi Kemahasiswaan 

Apa itu organisasi, organisasi adalah kelompok orang yang berhimpun untuk memperoleh tujuan bersama. Kampus juga memiliki organiasi kemahasiswaan yang kita akan sebut sebagai Ormawa. Nah, di kampus sendiri Ormawa biasanya dikategorikan menjadi beberapa kategori diantaranya:

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pusat dan fakultas
  2. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) pusat dan fakultas
  3. Unit Kegiatan kemahasiswaan, dibagi lagi menjadi sub-bidang misalnya: keagamaan, seni budaya, olah raga, bela diri, bidang khusus (pramuka, korps PMI, resimen mahasiswa, dan Pecinta Alam), ukm bidang keilmuan, ukm bidang jurnalistik dan lain-lain.
  4. Himpunan Profesi (ini ada di program studi atau jurusan atau departemen)

Nah, sebagai mahasiswa baru atau mahasiswa semester ataspun yang baru akan ikut organisasi kemahasiswaan ini umumnya bingung. Mau pilih yang mana, banyak sekali ORMAWA di kampus. Kalau yang di sekolah SMA nya sudah ikut OSIS tentu dia akan memilih BEM, kalau yang dulunya pramuka akan lanjut ikut pramuka, kalau dulunya ikut ROHIS maka akan ikut keagamaan, dan lain-lain sesuai dengan minat bakat.

Apakah ORMAWA pilihan Cocok

Apakah lingkungan organisasi cocok dengan cita-cita atau minat atau bakat kita. Misal kalau kita senang dalam fotografi, apakah kita akan ikut UKM Fotografi atau kita hanya ikut dalam club fotografi nonformal, kemudian mendalami kursus fotografi, dan kemudian membuat karya-karya fotografi kita sendiri. Dalam hal ini organisasi berupa club dan kursus hanya jadi media untuk mencapai tujuan kita untuk jago fotografi.

Kasus lain, kalau anda mahasiswa di bidang Pertanian. Alih-alih ingin pandai bertani dan dapat membuat inovasi anda masuk ke Himpunan profesi jurusan. Setelah masuk ternyata malah disibukkan dengan rapat, diklat, dan berbagai kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan anda.

Biasanya mahasiswa ikut kegiatan organisasi dimulai dari melihat prestasi organisasi, mentereng, disegani dan bisa banyak pengalaman dari organisasi tersebut. Ini sebenarnya cara lama, atau bisa dibilang tradisional. Karena kita akhirnya masuk pada organisasi karena keren padahal minat dan bakat kita tidak disitu. Terlebih organisasi tradisional dimana saat masuk harus ikut diklatsar (pendidikan dan latihan dasar) yang tidak menyenangkan, ada senior yang tidak ramah, dan berbagai dinamika organisasi lain yang akan dihadapi.

Maka segera keluar, dan buatlah kelompok kecil penyuka pertanian misalnya, atau kelompok-kelompok produktif lainnya.

Keluar dari Organisasi dan Buat Inovasi Baru 

Kenapa keluar organisasi, melanjutkan penjelasan diatas.

Setelah keluar, cari literatur-literatur mengenai kegiatan pertanian di Internet. Kemudian buatlah karya anda sendiri, misalnya anda membuat hidroponik untuk kamar anda sendiri, coba tanam beberapa bunga di pekarangan anda, dan lakukan riset-riset ilmiah kecil. Kemudian tuliskan hasilnya dalam blog, kemudian lanjutkan dengan berjualan produk tanaman hias misalnya. Setelah anda punya banyak karya, coba ajak satu atau dua teman. Atau gabungkan dengan hobi lain anda, misal blogging (menulis blog khusus pertanian), dan fotografi untuk mendukung kegiatan anda.

Setelah sukses, coba ajukan dalam PKM (Program Kreativitas mahasiswa). Setelah lolos kerjakan dengan tekun, apa yang anda impikan. Kalaupun anda ditinggalkan teman anda tidak masalah. Cari teman yang lain, atau anda tetap jalan sendiri dengan kemampuan anda.

 

Tidak lama, kalau anda mulai dari semester 3, tentu di semester 5 anda akan dapat hasilnya. Yang tadinya anda keluar dari Himpro, anda akan beralih diundang oleh Himpunan Profesi anda untuk berbicara jadi pembicara.

Jadi, kita bisa langsung masuk dan berkontribusi bagi HIMPRO tanpa harus ikut diklatsar ini itu tadi. Fotografi dan blog tadi sudah bisa dituangkan dalam bentuk Buku, atau karya apapun. Semester 7 anda sudah dikenal banyak oleh teman-taman anda.

Bagaimana Menciptakan Inovasi 

Banyak mahasiswa, takut membuat kelompok inovasi baru karena bingung mau buat inovasi apa. Sebenarnya inovasi itu mudah, gunakan rumus TTM, TTM itu bukan teman tapi mesra lho, tapi Lihat, Tiru, Modifikasi (TTM). he he … Lihat apa yang sudah dibuat orang lain, kalau saya lanjutkan tadi tentang pertanian. Berikut saya beri satu contoh inovasi:

Tanaman Hias Cantik dan Menarik dengan Irigasi Infus

Konsep menanam bunga di perkotaan sudah umum. Lokasi daerah kampus anda panas misalnya, pilihlah tanaman yang tahan panas. Kemudian coba buat inovasi pot yang dilengkapi irigasi otomatis, memberikan air dengan drip irigasi. Caranya bagaimana? cari di internet ada banyak tips drip irigasi dengan botol aqua bekas disambung dengan selang infus misalnya.

ide 1

Kenapa harus infus, seperti layaknya orang sakit tentu makan tidak bisa. Maka masukkan larutan nutrisi bersama dengan air ke infus tadi, kemudian tentukan berapa kecepatan aliran airnya. Caranya gampang, coba ukur pakai stopwatch berbagai bukaan untuk mendapatkan 10 ml air. Nah disitu akan keluar hasil misalnya 10 ml/menit. Sehingga dalam satu jam anda butuh air nutrisi 60ml, dan sehari 60×12 jam (siang hari saja) untuk mendukung fotosintesis.

Nah coba lakukan ujicoba untuk satu jenis tanaman dengan berbagai dosis dan konsentrasi, amati pertumbuhannya setiap hari. Gunakan pernggaris dan kamera untuk mendokumentasikan. Hasilnya, anda jadi tahu untuk satu jenis tanaman dosisnya yang paling cocok berapa, dan bagaimana ketahanannya.

Terus pilih tanamannya bagaimana?, gampang: coba deh kamu keliling di sekitar kampus tempat kamu tinggal. Kira-kira tanaman apa yang hidup dan kelihatan bagus. Foto tanamannya, cari di google dan mulai budidayakan.

Buat Tanaman Hias dengan LED 

Nah, setelah sukses tahap satu tadi. Coba kembangkan lagi dan kemas dengan pot yang lebih cantik. Jangan ragu mulai hunting pot-pot cantik dari bahan gerabah, atau barang-barang bekas disekitar anda tapi dihias dulu ya. Kemudian ajaklah anak elektro atau anak yang faham listrik untuk memasang LED pada tanaman anda. LED (light dependent resistor) ini bisa kamu beli di pasaran dengan harga murah.

Setelah ketemu desainnya, dilanjutkan lagi dengan mencoba tanaman tadi yang sudah pakai infus tadi dengan metode ini. Catat lagi deh, dan buatlah laporan sederhana dari hasil anda tadi.

Kembangkan Konsep Urban Farming 

Nah, kalau sudah sukses coba buat konsep-konsep hangat dari karya anda. Misal sekarang sedang booming urban farming. Coba ikuti dan tiru saja, tapi tetap dengan kreativitas yang anda sudah buat tadi. Jadi anda bisa membuat urban farming menjadi lebih menarik. Urban farming itu kayak apa sih. Coba kunjungi tulisan saya sebelumnya mengenai urban farming:

Urban farming https://supriliwa.wordpress.com/2016/12/05/urban-farming/

Setelah Sukses Percobaan 

Setelah sukses percobaan tadi apa yang perlu anda lakukan:

  1. Mengirimkan karya anda ke lomba-lomba kemahasiswaan
  2. Mengirimkan proposal Program Kreativitas mahasiswa
    – PKM Penelitian, ide ini saja sudah bisa jadi PKM-P, studi pengaruh nutrisi kotoran sapi dibandingkan dengan Kotoran Kambing dengan metode drip irigrasi Infus misalnya.
    – PKM Teknologi, ide LED dan infus tadi bisa dipakai
    – PKM Pengabdian masyarakat, setelah sukses anda bisa buat pelatihan ke masyarakat dalam bentuk PKM-M
    – PKM Karya Ilmiah, wah ini paling gampang lagi. Hasil laporanmu ini langsung dikemas dalam bentuk PKM Ilmiah juga langsung jadi
    – PKM KC, ini juga gampang ide saja dikemas dilengkapi gambar dan alasan kenapa ide itu diungkapkan
  3. Ikut program pelatihan kewirausahaan
  4. Buat Blog dan website, promosikan apa yang sudah anda buat tadi melalui media. Kalau perlu kirimkan tulisan atau pekerjaan kamu supaya dimuat dalam surat kabar.
  5. Ikut pameran, pamerkan karyamu tadi di stand-stand pameran kampus.
    Pertama buatlah buku dan cetaklah di tempat fotokopi di kampus anda. Buat covernya yang menarik, saat ada pameran kampus mintalah ke panitia untuk diberi stand gratis, mulailah jual buku dan tanamannya.Beli buku bonus tanaman atau beli tanaman bonus buku. Itu sih terserah kamu. he he … Sampai sini pasti anda senyum-senyum sendiri karena kesuksesan anda.

Kesimpulan

Itu tadi tips, bulang ngilangin galau kamu sebagai mahasiswa. Gampang kan, saya yakin ini sangat mudah dilakukan oleh mahasiswa. Tips ini berlaku bagi mahasiswa dari semester 1 sampai S3. he he … lebay deh …

Tapi, penjelasan ini tidak berarti anda tidak boleh ikut ORMAWA. Karena organisasi kemahasiswaan juga merupakan lembaga yang bagus untuk membuka diri dan wawasan anda.

Dilain sisi, bagi anda pengurus atau pengelola ORMAWA jenis apapun. Cobalah fokus buat kegiatan yang bagus, tidak lagi pakai cara-cara lama seperti membully, senioritas dan hal-hal negatif lain yang membuat citra ORMAWA anda akan semakin buruk. Jadilah pengelola yang profesional. Waktu yang anda miliki sebagai mahasiswa sangatlah sempit ditengah banjirnya tugas-tugas kuliah. Jadi ormawa hendaknya fokus pada tujuan didirikannya ormawa itu sendiri.

Misal, kalau himpunan profesi maka diklat dasarnya adalah mengenai keprofesian. Ajaklah adik kelas mengenal profesi yang anda geluti. Ajak mereka ikut fieldtrip, belajar atau sharing dengan senior mengenai keprofesian, bukan malah buat kegiatan yang kontra produktif seperti ospek yang belebihan, mengerjai adik kelas, dan lain-lain. Ingat ini jaman moderen, dimana sosial media itu kuat sekali. Tulisan ini saya buat dari Jepang, pembacanya dari seluruh Indonesia. Ini adalah bukti bahwa berita baik atau buruk anda akan cepat tersebar ke seluruh dunia alias viral kalau bahasa anak sekarangnya.

Oke, itu kira-kira jawaban untuk menjawab kegalauan kamu tadi. Silahkan bagikan ke teman-teman anda yang mungkin sedang galau juga.

Eits, tapi jangan senang dulu kalau kamu cuman baca tulisan ini ya gak akan bisa, cepat lakukan dan terapkan idenya.

Tsukuba, 22 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: