Oleh: Supriyanto Liwa | 10 November 2017

IPK saya rendah? Apa bisa sukses?

Banyak diantara kita yang sedang melanjutkan studi baik di S1, S2 dan S3 saat perjalanan studi merasa ilmunya semakin bertambah. Pemahaman keilmuan yang digelutipun semakin mumpuni. Sehingga banyak diantara kita yang pada akhirnya merasa sangat PD karena kemampuan kita dalam memahami pelajaran yang diberikan. Terlebih, IPK yang diperoleh juga tidak bisa dibilang kecil. Singkatnya, mungkin sebagian ada yang mendapat predikat mahasiswa terbaik, aktor ini kita sebut si Pintar. Namun juga tidak sedikit yang kemudian merasa gagal, karena capaian IPK yang tidak diinginkan alias kecil kemudian kita sebut si Pejuang.

Lalu, apakah mencapai IPK yang tinggi itu penting? Tentu jawaban normatifnya itu penting doong ya. Coba lihat lowongan-lowongan pekerjaan banyak mensyaratkan IPK tinggi. Saya mendapat beberapa tips dari buku-buku yang pernah saya baca untuk mendapatkan IPK tinggi:

  1. Kuasai mata pelajaran yang tidak disukai teman
    Menguasai pelajaran yang tidak disukai teman, akan menjadi nilai lebih bagi anda. Biasanya mata kuliah ini jarang yang mendapat nilai A (sangat baik), cobalah secara keras untuk memahami mata kuliah ini. Logikanya, teman anda tidak akan suka mata kuliah ini sehingga anda akan lebih unggul dari teman anda.
  2. Kurangi tidur
    Ya, ini bukan mitos. Saat saya mengambil S2 di Ilmu komputer, karena asyik mengerjakan tugas maka kami rata-rata tidur hanya 3 sampai 4 jam sehari. Belajar dengan tipe ini tentu sangat melelahkan, tapi percayalah hasil yang didapat akan sangat baik
  3. Bermain di Perpustakaan
    Bermain diperpustakaan memberikan energi positif bagi kita untuk terus membaca dan mendalami pelajaran yang kita terima. Tangkap kata-kata kunci yang diberikan dosen di kelas, pasti penjelasan yang diberikan juga tidak begitu lengkap atau bahkan loncat. Perpustakaan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita yang sebelumnya belum terjawab.
  4. Bertanya kepada teman yang lebih bisa
    Bertanya kepada teman yang punya prestasi lebih baik dari suatu masalah yang kita tidak menguasai merupakan hal yang wajib. Karena, dengan bertanya kemampuan kita akan bertambah. Pemahaman kita yang tadinya tidak baik akan menjadi baik, sehingga kita jadi lebih mudah menguasai.

Namun, kalau sampai usaha itu dilaksanakan tapi anda belum baik juga tentu itu harus diterima. Tipsnya adalah anda punya skill unggulan yang orang lain tidak punya, tapi skill itu sangat dibutuhkan. Jadi anda bisa menjual diri anda dengan skill yang anda dapatkan. Intinya kalau IPK tinggi tidak perlu sombong, terus belajar dan kalau IPK rendah jangan rendah diri serta terus tingkatkan kemampuan diri melalui berbagai cara.

Nah akan berbeda lagi kalau sudah sampai pada tugas akhir (skripsi). Si pintar dan si pejuang tadi akan memiliki permasalahan yang sama, yaitu menentukan topik – membuat proposal penelitian – melaksanakan penelitian – melaporkan hasil penelitian dalam bentuk skripsi. Terkadang si Pintar jadi tertinggal akibat sudah merasa bisa dan kurang bisa fokus pada topik yang ingin digali.

Ternyata, berdasarkan pengalaman saya tidak ada hubungannya antara si Pintar dan si Pejuang tadi terhadap pemahaman tugas akhir atau penelitian. Semua tergantung pada bagaimana si Pintar dan si Pejuang tadi tetap memiliki rasa ingin tahu, haus terhadap informasi, tetap rendah hati dalam belajar, tekun dan terus belajar. si Pintar dan si Pejuang sama-sama punya kesempatan sukses dan gagal yang sama, tinggal bagaimana keduanya bisa keluar dari ujian ini dengan baik.

Maka, jangan pernah meremehkan diri anda sendiri dengan apa yang sudah anda capai ataupun terlalu bangga dengan apa yang kita pernah capai. Proporsional saja, sehingga kita akan benar-benar menjadi orang selalu siap menghadapi segala tantangan yang ada. Sikap ini sikap dasar agar kita menjadi pembelajar yang baik. Banyak diantara si Pejuang kadang merasa minder dengan kemampuan yang dimiliki mereka. Padahal si Pejuang ini juga punya pelung sukses yang sama dengan si Pintar.

Tsukuba, 14 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: