Oleh: Supriyanto Liwa | 6 September 2017

Memaksakan diri untuk membaca

Kenapa musti membaca?

Pertanyaan ini sering muncul terutama di kalangan pelajar. Banyak pelajar di SMA yang hanya mendalkan mendengar dari guru dan mengikuti pelajaran yang disampaikan di kelas. Banyak teori mengatakan bahwa mendengar di kelas itu hanya akan mendapatkan sedikit sekali pengetahuan. Kok bisa? Tentu saja Karena umumnya yang dijelaskan guru adalah yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat itu. Sementara ilmu pengetahuan berkembang terus setiap hari.

Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saat sekolah di SDN 1 Sebarus, Liwa Lampung Barat. Saat itu belum ada listrik apalagi internet di rumah saya. Menonton TV pun hitam putih, siaran yang ada hanya TVRI. Ketinggalan sekali tentunya kalau dibandingkan dengan sekarang. Namun demikian, semangat membaca itu yang saya rasakan ada manfaatnya. Saat itu ada perpustakaan kecil di sebelah timur gedung sekolah, yang posisi pastinya berada di dekat ruang guru dan kepala sekolah.

Setiap hari saat istirahat, untuk mengurangi uang jajan saya sempatkan masuk kesana untuk sekedar membolak balikkan buku. Selesai membaca satu buku, baca buku yang lain. Baca saja terus, buku yang kita senangi. Pada saat ujian, atau belajar dikelas kita jadi lebih mengerti. Jangan dulu berfikir mengerjakan soal ujian, memahami pelajaran jauh lebih penting dari sekedar mengerjakan soal ujian. Faktanya, bagi siswa yang mengerti mengerjakan soal ujian bukanlah hal sulit.

Manfaat membaca tidak bisa dirasakan langsung, karena tersimpan dalam ingatan kita. Misalnya, kalau kita sudah pernah membaca mengenai pengetahuan rumah sakit, maka saat ke rumah sakit kita seolah sudah pernah atau familiar dengan apa yang perlu dilakukan di rumah sakit. Begitu juga nanti saat anda di pekerjaan, terkadang bacaan kita semasa SD, SMP, dan SMA kita ingat dan bermanfaat pada saat itu. Singkatnya kenapa harus membaca? Karena kita akan hidup di masa yang akan datang, dan kita butuh banyak informasi yang hanya bisa kita kumpulkan dengan membaca. Karena bahan bacaan sangat banyak, maka membiasakan membaca itu adalah hal yang sangat penting sehingga informasi kita bisa susun secara sistematis dalam ingatan kita.

Memilih Bahan Bacaan

Era teknologi informasi menggiring banyaknya bahan bacaan yang harus dibaca. Tapi kemudian pertanyaan selanjutnya, bahan bacaan seperti apa yang perlu kita baca? Apakah semua jenis bacaan sehat untuk kita baca? Menurut saya, perlu ditentukan terlebih dahulu buku atau bacaan seperti apa yang perlu kita baca berdasarkan tingkat kepentingannya. Tentu setiap orang atau siswa punya preferensi (kesukaan) masing-masing. Misalkan ada yang suka membaca buku sains teknologi, novel, dan lain-lain.

Tentu, membaca seperti memberi makan tubuh kita. Kalau salah memberi makan maka akan membuat tubuh kita bermasalah atau bahkan sakit. Memilih bahan bacaan juga akan mempengaruhi karakter kita, tentu karakter ini akan menjadi modal bagi anda untuk menjadi orang lebih bermanfaat di kemudian hari. Ingat, bahwa masa SMA adalah masa-masa paling menentukan dalam hidup anda.

Saya coba urutkan berdasarkan 4 topik bahan bacaan yang bisa menjadi bahan bacaan sehat untuk dibaca oleh anak-anak SMA:

Pertama: Sains dan teknologi 

Kenapa sains dan teknologi menjadi urutan pertama. Saat ini kehidupan kita sehari-hari sudah tidak bisa dilepaskan dari keberadaan sains dan teknologi. Sebut saja, saat kita mengidupkan listrik di rumah kita. Kita akan bertanya, bagaimana lampu di rumah kita bisa menyala? Tentu jawabannya akan sangat panjang. Mulai dari cara kerja lampu itu sendiri, jenis-jenisnya, kemudian bagaimana energi listrik dikonversi menjadi cahaya. Bagaimana energi listri didistribusikan dari pembangkit listrik, bagaimana pembangkit listrik bekerja, sampai sumber energi yang diperlukan seperti apa.

Tentu itu hanya satu contoh saja, siapkan term (kata kunci) dari apa yang anda baca dan buatlah bagannya.

Kedua: Kisah Sukses dan Otobiografi

Siapa yang tidak ingin sukses, tentu setiap anak SMA ingin dirinya sukses. Kenapa kita capai-capai sekolah dari TK sampai SMA (14 tahun) jika tidak ingin sukses. Coba carilah tokoh-tokoh sukses yang anda idolakan. Misalnya mengidolakan menjadi pengusaha, maka bacalah bagaima kisah pak Chairul Tanjung melalui otobiografinya. Otobiografi ini akan menceritakan secara detail kisah perjuangan seseorang, jatuh bangunnya sampai saat ini menjadi sukses.

Bahan bacaan seperti ini akan berpengaruh pada mental kita. Walaupun kita berasal dari keluarga kurang mampu misalnya, tapi dengan tekat yang kuat dan memiliki kecerdasan dalam bertindak seperti tokoh yang kita baca. Bukan tidak mungkin kita akan menjadi orang yang luar biasa jauh lebih hebat dari mereka.

Ketiga: Buku keagamaan

Sebagai umat beragama, tentu kita harus juga menggali banyak informasi terkait dengan keagamaan. Buku keagamaan ini menurut saya masuk pada prioritas bahan bacaan. Untuk membaca buku agama, mulailah dengan membaca sejarah. Misal kalau orang Islam, mulailah dengan membaca sirah Nabi (perjalanan Nabi Muhammad SAW) dalam menggali pengetahuan. Selanjutnya kita akan mengerti perintah-perintah agama yang kita jalankan, apa esensinya dan menjadikan kita lebih bijaksana, tangguh dan tidak ekstrim tentunya.

Pengetahuan agama ini menjadi bekal disaat derasnya budaya-budaya dari luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang selama ini kita anut.

Ketiga: Novel, buku cerita, kartun, dan lain-lain

Ya, ini masuk dalam urutan selanjutnya. Saya memasukkan Karena umumnya ketika membaca novel kita akan banyak dilatih untuk memahami sesuatu yang sifatnya imajinatif. Imajinasi akan mendorong kreativitas kita, sehingga kita bisa jauh lebih bisa menjadi pelopor atau innovator. Ya, tentu porsi dan bacaan buku cerita atau novel yang dipilih disesuaikan dengan kondisi anda sekarang.

Saya hanya memberikan empat topik itu yang menurut saya sesuai untuk perkembangan anda. Tambahannya nanti kita bisa membaca berita dan informasi sosial media. Setidaknya topik nomer 1 sd 3 adalah hal wajib yang perlu and abaca sebagai siswa SMA/SMK.

Mengatur waktu membaca

Mengatur waktu membaca sangat perlu dilakukan. Hal sederhana tapi terkadang tidak mampu dilakukan oleh teman-teman seusia SMA. Terkadang kita lebih senang ngobrol atau rumpi dengan teman-teman kita. Ya, ini biasa tapi setidaknya cobalah cari waktu yang baik untuk membaca. Kalau saya, saat SMA akan memanfaatkan waktu-waktu emas untuk membaca:

Malam hari sebelum tidur

Malam hari adalah waktu yang baik untuk membaca, suasana hening dan tidak ada gangguan akan memudahkan kita dalam membaca. Tentu, membaca kita lakukan setelah mengerjakan semua pekerjaan rumah yang hari itu diberikan. Ingat, disiplin dan tidak menunda pekerjaan adalah satu-satunya kunci sukses anda.

Pagi setelah sholat subuh

Bagi anda di Indonesia, waktu subuh sekitar pukur 05.00, maka waktu selepas sholat subuh sampai anda berangkat sekolah sangatlah panjang. Terlebih di kota kecil seperti Liwa, tidak ada kemacetan sehingga kita bisa dengan cepat sampai sekolah. Saya biasanya memanfaatkan waktu ini untuk membaca atau melanjutkan membaca. Anda punya waktu paling tidak 30 sd 50 menit. Supaya tidak terganggu, saya kadang berangkat lebih cepat. Pukul 07 saya sudah sampai kelas, sambil menunggu teman-teman kita bisa menghabiskan beberapa lembar bacaan sampai jam sekolah.

Meresume bahan bacaan

Jaman dahulu meresum bahan bacaan dilakukan dengan menulis pada buku. Zaman sekarang, sudah canggih anda bisa meresume bahan bacaan anda dengan memasang status Facebook, memasukkan ke blog, dan lain-lain. Resume bahan bacaan ini terkadang hanya topik-topik intinya saja, untuk membiasakan kita terbiasa mendokumentasikan apa yang kita sudah baca.

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: