Oleh: Supriyanto Liwa | 27 Juli 2017

Teknik Pertanian IPB

Apa yang ada di bayanang anda kalau mendengar kata Teknik Pertanian (TEP). Pasti yang terbayang bagi anak SMA adalah ilmu bertani yang kalau dalam istilah resminya disebut Budidaya pertanian atau Agronomi. Tentu itu tidak salah, tapi meleset. Karena Teknik Pertanian awalnya bernama Mekanisasi Pertanian (MP) yang didalamnya terdapat 7 sub bidang keilmuan:

  1. alat dan mesin budidaya pertanian,
  2. teknik sumberdaya lahan dan air,
  3. lingkungan dan bangunan pertanian,
  4. energi alternatif dan elektrifikasi,
  5. ergonomika dan elektronika pertanian,
  6. teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian,
  7. manajemen dan sistem informasi pertanian.

Tentu yang dipelajari lebih dekat ke bidang Engineering (Teknik) dibandingkan hal-hal yang berhubungan dengan ilmu agronomi atau budidaya pertanian. Sebut saja, sub bidang alat dan mesin pertanian disini kita mempelajari rekayasa alat dan mesin sampai implementasi di lapangan (uji kinerja sampai menghitung kapasitas lapang). Selanjutnya untuk manajemen dan penerapan sistem informasi pertanian juga dipelajari disini untuk mengaitkan bidang ilmu engineering tadi agar bisa diterapkan di lapangan.

 

3fe12482-dd6b-443f-bfc4-89d4bc58b36b

Tranplanter, Alat dan Mesin Pertanian pada Budidaya 

 

Dalam budidaya pertanian, juga dibutuhkan ilmu mengenai sumberdaya lahan dan air. Lahan dan air merupakan core dari bidang pertanian yang tidak dipelajari secara mendalam dalam agronomi. Lalu, ada yang bertanya di ilmu tanah dipelajari mengenai lahan (tanah), benar namun di TEP fokus kepada sisi fisik yang nantinya akan berkaitan dengan rekayasa lahan (irigasi dan lain-lain), termasuk penjadwalan pemberian air dan teknologi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya lahan dan air. Bisa dikatakan goal nya adalah rekayasa atau pemanfaatan teknologi untuk optimalisasi lahan dan air.

Lingkungan dan bangunan pertanian menjadi hal yang krusial juga. Rumah tanaman didesain untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan mikro tanaman. Selanjutnya, setelah panen juga perlu dibangun bangunan untuk gudang hasil pertanian dan lain-lain. Intinya desain dan optimisasi parameter-parameter yang berkaitan dengan lingkungan dan bangunan pertanian termasuk ternak menjadi domain yang penting dalam bidang ini. Jika diperlukan rekayasa engineering bisa dilakukan termasuk rancang bangun.

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: