Oleh: Supriyanto Liwa | 30 November 2016

Lulus S1, Kerja atau Kuliah?

Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh mahasiswa yang duduk di semester akhir. Bahkan mereka sudah menanyakan pada diri mereka sendiri sejak semester 6. Mayoritas mahasiswa di Departemen saya akan menjawab, saya mau kerja dulu pak setelah lulus S1. Ya, walaupun jawaban ini saya tanyakan secara random tidak melalui survey ataupun sensus.

14495373_10210997311557410_255376475760739548_n

Nah, apa yang menjadikan alasan lulusan S1 memilih kerja dulu:

  1. Membahagiakan orang tua
    Nah ini adalah pernyataan yang banyak juga disampaikan oleh teman-teman mahasiswa. Mereka akan merasa bahagia kalau sudah bisa bekerja. Teman-teman pada kategori ini, merasa dengan bekerjalah akan menyenangkan bagi orang tua mereka.
  2. Cari pengalaman kerja
    Beberapa mahasiswa lain akan menjawab kerja untuk mencari pengalaman. Wajar saja, karena di kuliah biasanya kegiatan nya monoton terutama mahasiswa yang hanya ke kampus kuliah, ke kantin, masjid dan pulang lagi ke kosannya. Ya, sesekali jalan2 itupun tidak sering karena terbatas nya budget.
  3. Pengen sukses jadi manajer
    Pada posisi ini, umumnya mahasiswa yang punya talent cukup dalam memanage beberapa kegiatan.

Melanjutkan Studi 
Bagian ini, waktu saya jadi mahasiswa masih sedikit yang benar-benar ingin melanjutkan studi. Kenapa demikian? karena pilihan beasiswanya sedikit bahkan nyaris tidak ada skema beasiswa untuk melanjutkan studi. Lo, kenapa membutuhkan beasiswa? karena studi membutuhkan biaya SPP dan biaya hidup yang tidak bisa dibilang kecil.

Studi sambil kerja ?

Nah, kalau studi sambil kerja itu saya sendiri mengalami. Banyak juga teman-teman yang mengalami hal serupa. Fokusnya studi apa kerja? Kadang orang berpandangan bahwa sekolah itu kudu fokus mengerjakan satu pekerjaan yaitu sekolah. Bagi saya berbeda, yang harus fokus itu tujuannya bukan pekerjaannya.

Fokus pada tujuan?

Tujuan kita sekolah kan menyelesaikan studi.. Terus tujuan kita bekerja adalah mendapatkan biaya untuk membayar SPP dan keperluan studi. Kalaulah seandainya pekerjaan sedikit mengganggu kuliah apakah ini juga merupakan hal yang benar? Tentu jawabannya juga bermacam-macam. Bagi saya, kalaupun sedikit mengganggu konsentrasi ya tidak apa-apa. Karena memang tujuan kerja itu untuk memenuhi kebutuhan sekolah itu sendiri. Beberapa pembimbing (dosen) karena tidak pernah mengalami hal seperti ini dan mereka sekolah dengan beasiswa tidak merasakan perasaan seperti yang saya rasakan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana mengatur waktu antara bekerja dan kuliah. Kalau kuliah kan sudah diatur waktunya oleh kampus. Satu semester kuliah itu 14 kali pertemuan dibagi dua termin: termin sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) 7 pertemuan dan termin sebelum Ujian Akhir Semester (UAS) 7 pertemuan. Kemudian pelajari silabus (kontrak perkuliahan). Pada kontrak perkuliahan pasti dijelaskan berapa kehadiran minimum? tugas berapa kali diberikan dan kapan deadline pengumpulannya? kemudian komposisi penilaian dan bagaimana huruf mutu itu ditentukan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: