Oleh: Supriyanto Liwa | 25 Mei 2016

Bahagia bersama keluarga

hatiBerbahagia bersama keluarga, terutama dengan istri dan anak tentu menjadi impian dan idaman setiap orang. Ketika sepasang manusia laki-laki dan perempuan memutuskan untuk menikah maka pintu menuju kebahagiaan itu sudah terbuka selebar-lebarnya. Namun acapkali kita temukan banyak keluarga yang tidak mendapatkan kebahagiaannya di dalam pernikahan mereka. couple

Saat kita berkeluarga tentu kita harus kompromikan kepada pasangan kita, apa cita-cita dan parameter bahagia bagi kita dan pasangan. Kadang kebahagiaan itu justru pada hal-hal sederhana. Misalnya, seorang suami yang berkarir pulang tepat waktu dan tersenyum saat sampai dirumah itu dianggap sebagai kebahagiaan.

Acapkali kita menunda kebahagiaan dengan memberikan syarat pada kebahagiaan kita. Apa yang dimaksud syarat disini. Misalkan ada pasangan suami istri yang bercita-cita punya rumah mewah, mobil mewah, dan hal-hal yang mewah-mewah. Pokoknya saat kemwawahan itu diperolah ya itulah kebahagiaan itu. Nah, saat itulah pasangan suami istri terjebak pada situasi dimana kebahagiaan mereka jadi terbatas.

Di lain sisi, ada pasangan keluarga yang apapun keadaan mereka, semuanya adalah kebahagiaan. Dalam ajaran Islam dijelaskan untuk bahagia setidaknya kita harus punya empat sikap pada kondisi yang berbeda yaitu : ikhlas, sabar, bersyukur dan tetap rendah hati. Kalau dibahas akan sangat panjang tentunya, setidaknya itulah kata kunci kebahagiaan yang selama ini saya rasakan.


Kategori

%d blogger menyukai ini: