Oleh: Supriyanto Liwa | 16 April 2016

Si daging kecil yang diberi nama “hati”

hati.jpg

Ada saatnya kita tidak menyadari bahwa tindak-tanduk kita ini akan dipertanggungjawabkan kelak kepada pencipta kita Allah SWT. Nah, sebenernya apa yang menjadi pengendali diri dan tubuh kita untuk melakukan kebaikan? Konon ada segumpal daging yang sangat berkuasa di dalam tubuh kita.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Ini menyiratkan makna yang mendalam, jika hati kita rusak maka rusaklah seluruh amal perbuatan kita. Pengendali ini ibarat processor pada sistem komputer yang dilengkapi dengan algoritma cerdas. Basis data yang digunakan sebagai acuan adalah Al Qur’an dan Sunna Nabi Muhammad SAW. Banyak sekali kisah ataupun contoh bagaimana baginda Nabi Muhammad SAW mengendalikan hatinya.

Maka layaklah digambarkan ke dalam sebuah syair berikut :

Ketika sakit sulit obatnya
Ketika sakit maka sakitlah yang lainnya
Ketika sakit akan mudah menyakiti yang lainnya
Semakin sakit dan menyakiti semakin sulit diobati

Saat sehat dirinya dan yang lainnya-pun bahagia,
Saat sehat maka akan tentram

Siapakah dia?
dia ada di dalam diri kita ?
Segumpal daging,
yang nyatanya adalah penentu baik buruknya kita.

Yuk kita jaga, tetap bersih dan sehat.


Kategori

%d blogger menyukai ini: