Oleh: Supriyanto Liwa | 19 Februari 2016

Untuk Lampung Baratku

Yth. Warga Liwa dan Calon Bupati Lampung Barat

Lampung Barat memiliki potensi pertanian yang cukup tinggi baik perkebunan, pertanian hortikultura, tanaman pangan dan perikanan.

Perlu ada pemikiran yang tajam mengenai pengembangan pertanian yang berbasis pada pertanian Presisi (precission agriculture) yang menerapkan sistem pertanian yang baik (Good Agricultural Practices), handling yang baik (Good Handling Practices) dan menciptakan good market serta good policy.

Hal-hal yang bisa dilakukan :

  1. Memfasilitasi petani/kelompok tani/gapoktan untuk bisa mengakses pengetahuan yang ada di perguruan tinggi. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Komunitas Internet Petani liwa (https://petaniliwa.wordpress.com) dengan IPB melalui penerapan Cyber Extension.
  2. Menfasilitasi temu bisnis antara petani dengan para pembeli, sehingga bisa melakukan kontrak harga minimal. Saat harga naik pembeli akan membeli dengan harga sesuai harga pasar, namun saat jatuh ada harga minimal yang diterapkan. Ini juga sepertinya sudah berjalan di beberapa petani yang Kontrak dengan Indofood.
  3. Updating data dan informasi luasan, ini diperlukan untuk mendukung pekerjaan pemerintah pusat dalam mapping program-program pusat yang bia di terima daerah.
  4. Pesta tani, berupa ekspo dan pameran yang atau kompetisi antar petani dengan memberikan award kepada petani dengan produktivitas tertinggi, petani dengan prestasi di lahan mereka sendiri. Tentu disediakan hadiah agar petani lebih termotivasi.
  5. Perlu difikirkan pemasaran yang baik bisa melalui e-commerce maupun pameran-pameran yang dilakukan pemda untuk produk-produk perkebunan terutama KOPI olahan. Branding terhadap Indikasi Geografis dengan penyebutan KOPI LIWA, atau KOPI LAMBAR sehingga langsung merujuk kopi di daerah Kab. Lampung Barat. Yang selama ini dikenal adalah kopi lampung, bahkan Mayora menyebutnya kopi TANGGAMUS (yang mereka beli dari trader tanggamus) yang tentu kopi bisa saja berasal dari daerah lampung barat.
  6. Optimalisasi penyuluh pertanian untuk memanfaatkan cyber extension dalam kegiatan penyuluhan. Misalnya bekerjasama dengan IPB ( https;//cybex.ipb.ac.id) untuk penguatan kapasitas dan update terhadap keilmuan terkini.
  7. Jadikan UPTD penyuluhan tiap kecamatan sebagai laboratorium dan Knowledge Center bagi petani dan penyuluh. Strategi yang digunakan bisa sharing dari tips dari PETANI sukses setempat atau kecamatan lain kepada petani lain. Sehingga manfaat UPTD penyuluhan menjadi optimal dan dirasakan oleh petani.

Itu mungkin 7 hal yang bisa dilakukan. Lebih detail bisa dikusi lebih panjang mengenai hal ini.

12742360_10208913202815994_5478030267623033772_n

Sebagai informasi bahwa Saya tahun 2011 dan 2012 mencoba mengajak beberapa peneliti dari IPB ke Liwa, waktu itu kami berdiskusi dengan petani untuk pengembangan dan pemanfaatan IT untuk pertanian.

  1. Tahun 2013 dikirim 20 mahasiswa IPB melaui IPB Goes to Field untuk program Cyber Extension. Kegiatan ini kami bekerjasama dengan Bappeda dan BP3K kecamatan Balik Bukit, alhamdulillah jalan. Cuman ini belum berlanjut, dan harapan saya bisa diteruskan.
  2. Tahun 2014 kami datang lagi untuk lakukan beberapa penelitian mengenai : “pemantauan hama penyakit dengan dengan Drone”, “sistem informasi prediksi panen”, dan “sistem knowledge based petani” dan beberapa penelitian lainnya.
  3. Tahun 2015 petani (KIPL@) mulai kontrak dengan Indofood. Kontrak nya dalam bentuk kontrak harga.
    Saya sebagai alumni dari Lampung Barat insya Allah selalu ingin membantu perkembangan pertanian di daerah kita.

saya kiraperlu dibangun MOU pengembangan antara IPB dengan Pemda Lampung Barat. Barangkali ada yang punya akses untuk menghubungkan, saya sangat senang. Agar cakupan kelompok tedampaknya menjadi lebih luas.

Pesan untuk warga Lampung Barat yang akan memilih calon bupati, pilihkah calon yang setidaknya punya pemikiaran seperti ini. Kita harus belajar dari Bantaeng, dimana kabupaten kecil bisa sangat maju dengan dipimpin oleh seroang Bupati yang punya visi dan kerja yang baik. Pada saat saya mengunjungi Bantaeng beberapa waktu yang lalu. Saya lihat potensi nya tidak jauh dengan Liwa, Lampung Barat. Artinya kita bisa dan pasti bisa lebih dari mereka.

Supriyanto (alumni SMAN 1 Liwa Lampung Barat)
Dosen Bagian Teknik Bioinformatika,
Dept. Teknik Mesin dan Biosistem, IPB
https://supriliwa.wordpress.com
email : supriyantoku@gmail.com


Kategori

%d blogger menyukai ini: