Oleh: Supriyanto Liwa | 28 April 2013

Kelompok Petani Pengguna Internet : Solusi Permasalahan Petani

Petani harus menjadi pengguna langsung terknologi yang berkaitan dengan kegiatan agribisnis dan kehidupan sehari-hari mereka. Salah satu cara untuk mendekatkan petani pada teknologi yang bisa mereka terapkan adalah memberikan akses terhadap informasi seluas-luasnya kepada meraka. Sarana komunikasi yang dapat digunakan saat ini diantaranya yang sangat berpengaruh akhir-akhir ini adalah televisi, surat kabar dan radio. Namun demikian, sarana informasi melalui media massa tersebut minim konten-konten yang berhubungan dengan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan oleh petani.

Suasana Sharing Pengetahuan KIPL@

Salah satu upaya untuk membuka kesenjangan informasi petani maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis diantaranya adalah membuka peluang pemanfaatan internet sebagai media untuk memperoleh informasi. Internet dipilih karena dapat terhubung dengan berbagai sumber informasi yang lebih beragam dan dapat dipilah sendiri oleh petani. Namun, penggunaan internet akan menjadi tantangan baru karena petani umumnya tidak memahami bagaimana menggunakan internet. Berbagai cara harus dilakukan oleh semua pihak agar petani dapat memanfaatkan akses informasi dengan baik.

Petani Liwa, Lampung Barat yang diinisiasi oleh Bapak Johan Maryanto, pengelola Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan atau yang umum dikenal dengan MPLIK memprakarsai berdirinya Kelompok Internet Petani Liwa atau yang disingkat dengan KIPL@. KIPL@ adalah sebuah kelompok petani yang berasosiasi untuk menggunakan internet dan melakukan pencarian informasi – informasi penting baik teknologi kegiatan budidaya maupun pengembangan usaha.

Bapak Johan Maryanto sedang Mengendari Mobil PLIK

Gerakan ini sendiri dibina oleh Prof. Kudang Boro Seminar, M.Sc yang merupakan ketua Himpunan Informatika Pertanian Indonesia (HIPI) yang juga merupakan Guru Besar Teknologi Informasi IPB. Semoga gerakan-gerakan serupa dapat diduplikasi dengan berbagai program baik pemerintah pusat maupun daerah. Sehingga kita berharap di era globalisasi ini petani yang menjadi ujung tombak pembangunan di Indonesia dapat mengakses teknologi yang bermanfaat dan dapat bersaing dalam pasar global.

Walaupun kita sadar, bahwa perjalanan yang harus ditempuh KIPL@ masih panjang, namun niat baik dan usaha terus meneruslah yang pada akhirnya akan membuahkan hasil. Selamat berjuang KIPL@ dan KPL@-KIPL@ baru di Indonesia. Untuk para pembaca mari kita tularkan di daerah kita masing – masing.


Kategori

%d blogger menyukai ini: