Oleh: Supriyanto Liwa | 21 Maret 2011

Suara Rakyat Part II

Oleh : Supriyanto

Hari ini rakyat masih mengeluh kepada apa yang mereka rasakan. Kenapa rakyat mengeluh? pertanyaan ini tentu harus dijawab dengan jujur oleh kita. Himpitan ekonomi selalu menjadi sebab utama kenapa rakyat mengeluh dan terus mengeluh.

Lalu apa langkah kita untuk mengeluarkan sebagian besar rakyat Indonesia ini dari himpitan ekonomi yang mereka hadapi? tidak mudah memang, ketika seseorang berada di bawah garis kemiskinan untuk berfikir produktif, untuk membuat lompatan-lompatan. Maka perlu ada peran serta dari semua pihak, dari masyarakat sendiri dan dari pemerintah.

Himpitan ekonomi biasanya di sebababkan karena lemahnya pendidikan. Maka perlu ada program baik yang diprogramkan oleh pemerintah maupun partisipasi masyarakat terkait dengan pendidikan. Pendidikan bagi generasi muda, berarti memutus rantai kemiskinan, setidaknya untuk beberapa tahun kemudian. Hal ini tentu harus dilakukan secara serius dan komprehensif.

Karena saat ini banyak lembaga pendidikan yang lebih mementingkan uang dibandingkan dengan mutu pendidikan. Tentu kita miris melihat fenomena ini. Ketika ijazah mudah sekali dibeli (didapatkan). Menjadikan pendidikan tercoreng namanya. Dan tentu pengguna dari produk pendidikan (sumber daya manusia) menjadi tidak percaya dengan SDM lokal.

Tentu hal ini menjadi masalah, karena akhirnya tenaga-tenaga terampil diduduki oleh Sumber daya manusia (SDM) asing. Apakah ini penjajahan babak kedua… kalau boleh jujur, memang ini penjajahan babak kedua. Dahulu para pemegang ekonomi adalah bangsa asing. dan kini pemegangnya juga bangsa asing. Bedanya kalau dulu penjajah susah payah untuk masuk. Sekarang malah diundang oleh kita sendiri.

Miris… memang…..


Kategori

%d blogger menyukai ini: