Oleh: Supriyanto Liwa | 14 Desember 2010

Liwa Kota Berbunga

Kota liwa menyatakan dirinya dengan Moto “Liwa Kota Berbunga”. Layakkah liwa menyatakan dirinya sebagai kota berbunga. Bagaimana menurut anda. Liwa, yang merupakan daerah yang terletak pada dataran tinggi tentu memang cocok sebagai tempat tumbuh berbagai tanaman termasuk bunga.

Namun kalau kita lihat lebih jauh saya sendiri tidak setuju jika liwa dinyatakan sebagai kota berbunga, bunga apa yang ada disana? Malahan kalau boleh usul, liwa harus menyebut dirinya sebagai kota Agraris. Berbagai komoditi dihasilkan di sini mulai dari perkebunan (Kopi), Hortikultura (Sawi, Cabe, Kubis, Wortel, dan lain-lain). Kesuburan daerah ini telah membawa masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian.

Nah kalau kita usung liwa sebagai Kota Sayuran Misalnya, cocok sekali karena dari sinilah sebenarnya sayuran di wilayah Lampung dipenuhi. Berbagai pasar di daerah Bandar Lampung, Bandar Jaya, dan Metro mendapat pasokan sayuran terbesar dari Liwa, Lampung Barat ini.

Kembali ke masalah kota berbunga, maka tentu moto ini tidak mempunyai makna bahkan terkesan dipaksakan. Karena tidak melihat potensi lokal. Karena moto dan nama ini menjadi branding tersendiri nantinya sehingga para nvestor mau masuk ke Liwa, Lampung Barat.

Semoga pemikiran kecil ini dapat membuat mata dan wawasan kita.


Kategori

%d blogger menyukai ini: