Oleh: Supriyanto Liwa | 25 Agustus 2010

Mengelola Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di Sekolah

Oleh : Supriyanto

Kelompok Ilmiah Remaja di sekolah umumnya beranggotakan siswa dan siswi yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi. Umumnya anggotanya adalah peserta-peserta olipiade mata pelajaran (matematika, fisika, biologi, kimia, Kebumian, dan TIK). Kemampuan intelektual tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi guru untuk memilih anggota yang tergabung dalam kelompok ilmiah remaja.

Namun kenyataannya tidak semua murid yang punya intelektualitas tinggi memiliki kreativitas yang bagus. Kreativitas menjadi point penting dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah. Tidak cukup hanya kemampuan intelektual saja. Nah ini tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi para guru yang ingin mengembangkan kegiatan keilmiahan di Sekolah.

Kegiatan keilmiahan tentu tidak hanya sekedar menemukan hal-hal baru melalui penelitian – penelitian. Lebih jauh kegiatan ilmiah ditujukan agar siswa mampu menyajikan temuan-temuan sederhananya secara ilmiah. Setidaknya kemampuan yang harus dimiliki adalah :
1. Kemampuan menulis laporan Ilmiah
2. Kemampuan presentasi ilmiah
3. Kemampuan dalam membuat poster ilmiah

Setidaknya tiga kemampuan tersebut yang seharusnya menjadi parameter keberhasilan pembinaan kelompok ilmiah remaja (KIR) di sekolah. Kemampuan – kemampuan tersebut harus dipupuk sejak dini (mulai dari SMA) sehingga ketika siswa masuk ke perguruan tingi siap menuangkan dan mengembangkan ide dan gagasannya dalam kompetisi -–kompetisi ilmiah lainnya.

Pengembangan KIR tentu saja tidak hanya menjadi tugas para guru dan pihak sekolah saja, pemerintah dalam hal ini pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam hal ini. Pengembangan keilmiahan di daerah dapat meningkatkan kecintaan siswa terhadap kekhasan lokalnya. Kompetisi di tingkat Kabupaten misalnya, dapat mendorong suasana ilmiah di lingkungan kabupaten tersebut.

Saya ambil contoh sekolah – sekolah yang ada di Lampung Barat setidaknya ada lebih dari 10 an sekolah menengah atas. Kalau kita ambil rata – rata setiap sekolah terdapat 300 murid maka tiap tahunya setidaknya ada 3.000 murid SMA.

Kekhasan yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat sangat banyak. Daerah Krui yang merupakan daerah pantai memiliki potensi bahari yang sangat menjanjikan. Dengan adanya kegiatan keilmiahan remaja maka sektor perikanan yang terdiri dari : perikanan tangkap, budidaya, industri pengolahan ikan, dan berbagai kegiatan – kegiatan yang bernilai ekonomi dapat dikembangkan.


Kategori

%d blogger menyukai ini: