Oleh: Supriyanto Liwa | 10 Juli 2010

Manajemen Pengetahuan

Manajemen pengetahuan (Knowledge Management) menjadi topik yang hangat akhir – akhir ini. Penerapan TI dalam pengelolaan pengetahuan menjadi trend baru bagi perusahaan – perusahaan baik skala besar maupun skala kecil.


Sumber Knowledge

Terdapat dua jenis sumber pengatahuan yang dapat digunakan suatu organisasi untuk melakukan kegiatannya yaitu :
Pengetahuan Explicit : adalah pengetahuan yang diperoleh dari repositori dari berbagai media.
Pengetahuan Tacit : Pengetahuan yang diperoleh dari keahlian organisasi dalam menggunakan berbagai peralatan dan metodologi.

Strategi Transformasi Knowledge
Knowledge sendiri adalah pengetahuan, pengalaman, informasi faktual dan pendapat para pakar yang digunakan untuk aksi. Organisasi perlu terampil dalam mengalihkan tacit ke explicit dan kemudian ke tacit kembali yang dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk baru. Menurut Nonaka dan Takeuchi (1995) perusahaan Jepang mempunyai daya saing karena memahami knowledge merupakan sumber daya.

Menurut Nonaka dan Takeuchi (1995) keberhasilan perusahaan di Jepang ditentukan oleh keterampilan dan kepakaran mereka dalam penciptaan pengetahuan dalam organisasinya (organizational knowledge creation). Penciptaan knowledge tercapai melalui pemahaman atau pengakuan terhadap hubungan synergistic dari tacit dan explicit knowledge dalam organisasi, serta melalui desain dari proses sosial yang menciptakan knowledge baru dengan mengalihkan tacit knowledge ke explicit knowledge.

Proses pengalihan pengetahuan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan dan strategi yang meliputi :
Tacit menjadi Tacit (socialization)
Teknik yang dapat dilakukan oleh perusahaan atau organisasi adalah dengan melakukan diskusi informal seperti brainstorming secara periodik untuk mendiskusikan tentang produksi, pemasaran, pengiriman dan keuangan. Hasil dari diskusi ini masing-masing karyawan dalam satu perusahaan akan memiliki knowledge yang lebih banyak.

Strategi bagi perusahaan yang memiliki banyak kantor cabang maka dapat dilakukan melalui teleconference antar cabang membahas topik tertentu.

Tacit menjadi Explicit (externalization)
Transformasi knowlegde dari tacit manjadi explicit dapat dilakukan dengan merekam atau mencatat hasil diskusi.
Membuat elektronik blackboard sehingga pakar dibidangnya (produksi, pemasaran, pengiriman dan keuangan) dapat memposting knowledge tacit yang dimilikinya ke elektronik blackboard.

Explicit menjadi Explicit (combination)
Mentransfer laporan atau dokumen yang berbasis kertas dapat digitalisasi misalnya dalam bentuk format PDF atau file DOC dan lain-lain.
File-file yang berisikan knowledge explisit dikumpulkan dalam satu server sehingga mempermudahkan manajemen pengetahuan dan dapat berbentuk website.

Explicit menjadi Tacit (internalization)
Menyediakan sistem yang mendokumentasikan semua keluhan konsumen kemudian membuat jawaban terhadap keluhan konsumen, sehingga operator bisa memberikan tanggap terhadap keluhan konsumen berdasarkan jawaban-jawaban keluhan konsumen pada masa lalu.
Menyediakan ruang baca yang berisikan dokumen dan report dimana pengawai dapat menyerap knowledge dan diolah berdasarkan kondisi dan situasi.

Hormat Saya,

Supriyanto


Kategori

%d blogger menyukai ini: