Oleh: Supriyanto Liwa | 20 Februari 2010

Jejak Perjuangan

Aku = Supriliwa

Masa kecil supriliwa dihabiskan di sebuah kota kecil Liwa – Lampung Barat. Dengan balutan kehangatan bukit barisan selatan yang berjajar, dibentengi oleh Gunung Pesagi kulewati hari-hari. Kebun, dan pegunungan menjadi pemandangan sehari-hari.

Tahun 2002 adalah awal ku didik di sekolah formal. Sekolah formal pertama yang kumasuki adalah MIN Watas. 14 Februari 2004, dimalam-malam ramadhan semuanya jadi berbeda, GEMPA LIWA kurasakan. Gempa yang menyisakan derita bagi para korban dan kenangan bagi yang pernah merasakannya.

Setelah itu study formal kulanjutkan ke SD Negeri Keyongan 1, Kab. Boyolali, Jawa Tengah. Hidup ditengah-tengah keluarga besar (paman, sepupu dan kakek). Tak betah juga ku disini jauh dari Bapak/Ibu.

Sampai akhirnya perjuangan baru dimulai lagi, Kelas 4 – 6 ku sekolah di SD Negeri Sebarus, Balik Bukit, Liwa – Lampung Barat. Kemudian SMP ke SMP N 1 Liwa, SMAN 1 Liwa.

Hingga suatu waktu, saat-saat bersejarah itu datang. ku mendapatkan undangan seleksi masuk IPB (USMI). USMI adalah jalur masuk yang paling bergengsi di IPB. Alhamdulillah suatu nikmat yang besar yang diberikan oleh Allah kepadaku.

S1 sudah kulalui, gelar Sarjana Teknologi Pertanian (S.Tp) sudah kudapatkan. Berkat mimpi dan doa orang-orang yang mendukungku dan tentu berkat rahmat Allah SWT aku bisa melanjutkan ke S2 Ilmu Komputer IPB.

Suatu kesempatan yang saya rasa sangat berharga, dapat melanjutkan study yang memang menjadi mimpiku saat ku SMA yang tak aku sadari.

Melalui tulisan ini saya mengajak kepada rekan-rekan yang berasal dari daerah yang terpencil bahkan bisa dikatakan jauh dari akses, jangan pernah menyerah untuk mengejar cita-cita.

Saya bisa kuliah di IPB bukan karena orang yang kaya. Saya anak dari petani di wilayah yang juga cukup jauh dari kota besar. Namun semangad tak membatasi kita.

Selamat berjuang sahabat, sahabatku….


Kategori

%d blogger menyukai ini: