Oleh: Supriyanto Liwa | 27 Agustus 2009

Sistem Informasi Pemantauan Lingkungan

Oleh : Supriyanto, S.TP

Seiring makin kritisnya persediaan dan mahalnya bahan bakar fosil (minyak bumi) maka banyak orang dan industri beralih menggunakan berbagai macam energi alternatif, salah satunya batubara. Semakin banyaknya tambang batubara yang dibuka berarti makin banyak limbah yang mencemari kawasan tambang tersebut, mulai dari areal penambang sampai dengan areal industri pengolahan dan jalur distribusinya. Salah satu limbah tersebut berupa limbah cair yang berasal dari areal penambangan dan pabrik pengolahannya disamping polutan yang lain.

Limbah cair tidak hanya mencemari lingkungan di areal penambangan tetapi juga menimbulkan genangan-genangan yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Terlebih lagi limbah pencemar tersebut tidak terpusat pada satu areal atau lokasi tetapi menyebar di areal tambang dan pabrik juga sepanjang jalur distribusi batubara. Untuk itu diperlukan penangan yang serius untuk meminimalisir dampak limbah terhadap manusia dan lingkungannya.

Penanganan limbah akan sulit dilakukan mengingat lokasi penyebaran limbah yang luas. Disamping kesulitan dalam hal monitoring, penanganan limbah yang dilakukan secara manual akan memakan banyak biaya dan waktu. Dengan penyusunan sistem informasi yang benar, limbah tersebut dapat dimonitoring setiap saat dan dilakukan penanganan yang cepat dan tepat.

Peraturan pemerintah no. 29 tahun 1986 menetapkan pengertian lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilaku yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia, serta lingkungan hidup. Untuk itu penanganan limbah yang dilakukan dengan cepat dan tepat akan sangat diperlukan untuk menghindari pencemaran yang membahayakan lingkungan hidup yang tercemar akibat kegiatan penambangan.

Persebaran limbah pencemar ini akan dimonitor dengan menggunakan salah satu aplikasi Database Mangagement System (DBMS) yang menggunakan interface Microsoft Visual Basic 6.0 dan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai suatu Sistem Informasi yang diberi nama Sistem informasi pemantauan lingkungan Interaktif (SI-LINK). Pengambilan data untuk Sistem Informasi (SI) tersebut diambil langsung dari lokasi pencemaran dan untuk keperluan update dikemudian hari akan digunakan teknologi Short Message Service (SMS). Alasan penggunaan teknologi SMS yaitu: biaya operasional yang murah, akses yang lebih luas, dan keperluan Teknologi Informasi (TI) yang sederhana.

Dengan teknologi SMS, updating SI-LINK bisa dilakukan dengan cepat. Untuk keperluan keamanan, SI-LINK akan dibatasi penggunaannya untuk user yang berhak saja. Terlebih lagi hak akses update untuk SI-LINK hanya diberikan kepada orang-orang yang berwenang melakukan updating database SI-LINK. Tujuan dari penelitian ini adalah meminimalisir dampak limbah tambang terhadap lingkungan hidup dengan penggunaan SI.


Kategori

%d blogger menyukai ini: